Singapura

Manjakan Mata Lewat Wisata Visual di 6 Lokasi Mural Keren Singapura

15 September 2021 10:18 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Salah satu rumah dengan hiasan mural Instagramable di kawasan Haji Lane Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu rumah dengan hiasan mural Instagramable di kawasan Haji Lane Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Liburan ke Singapura tidak lengkap rasanya bisa belum menyusuri jalan-jalan populer di sana, seperti ke Haji Lane, Kampong Gelam, atau ke gang-gang kecil di sekitar Chinatown. Selain dipenuhi deretan toko dan kafe yang menarik untuk dikunjungi, area populer tersebut juga menyuguhkan wisata visual bagi para pelancong yang datang.
Ya, ‘torehan’ cat semprot yang artsy dari para seniman grafiti di atas jadi salah satu daya tarik wisatawan untuk datang ke Singapura. Gambar mural yang unik dengan perpaduan warna berani jadi background yang pas untuk menghasilkan foto nan instagenik.
Ada juga beberapa mural yang menceritakan perjalanan sejarah kawasan populer hingga budaya masyarakat lokal yang hingga kini masih terjaga apik. Tak mengherankan, weekend atau musim liburan, spot tersebut hampir selalu disesaki wisatawan yang ingin berfoto atau sekadar menikmati keindahannya.
Jadi saat ke Singapura, kamu tidak boleh ketinggalan untuk mengunjungi enam lokasi mural keren ini:

1. Haji Lane dan Kampong Gelam

Haji Lane di kawasan Kampong Gelam jadi salah satu kawasan yang sangat terkenal di kalangan wisatawan luar negeri. Jadi pusat kafe khas Timur Tengah dan butik fashion unik, daya tarik Haji Lane juga terletak pada deretan temboknya yang dipenuhi mural-mural yang menambah semarak jalan kecil ini.
Salah satunya di depan restoran Meksiko, Piedra Negra, kamu bisa menjumpai mural ikonik bergambar suku Aztec yang merupakan penduduk asli Meksiko. Selain itu, jangan lewatkan juga mural di depan The Singapura Club setinggi 15 meter yang menggambarkan pria berturban sedang menyesap chai.
Bergeser sedikit ke belakang Piedra Negra, jangan lewatkan mural-mural buatan Didier Jaba Mathieu yang dilukis sejak 2011 lalu. Salah satunya mural berjudul "El lío" yang dalam bahasa Spanyol artinya bentrokan/kekacauan. Tiga mural tersebut ini jadi salah satu spot ikonik bagi para pelancong yang ingin berfoto dengan background unik, lho.

2. Katong

Katong atau Joo Chiat terkenal sebagai kawasan budaya peranakan dan tempat bertemunya empat komunitas etnis di Singapura; Melayu, Cina, India, dan Eurasia. Tapi lebih dari itu, pesona Katong juga terlihat dari uniknya Peranakan Houses warna-warni serta lukisan mural yang cantik di sepanjang dindingnya.
Salah satu yang bisa dibilang hidden gem adalah mural di kawasan East Coast Road yang diberi nama Medley Alley. Kenapa disebut hidden gem?
Sebab lokasi mural ini memang tersembunyi di gang antara dua kafe. Terlihat menyerupai sayap yang terbentuk dari gambar motif keramik khas Peranakan, mural ini menggambarkan sebuah metamorfosa sebuah generasi ke generasi.

3. Chinatown

Salah satu mural di Chinatown, Singapura. Foto: Shutterstock
Chinatown tidak boleh ketinggalan bila kamu ingin berburu mural unik, salah satunya bisa dijumpai di Banda Street, Chinatown Complex. Dilukis oleh Belinda Low yang terkenal dengan gaya lukisan impresionisme menggunakan warna-warna berani, mural di sini menggambarkan perjuangan orang-orang terdahulu saat membangun negara, mulai dari nelayan dan pekerja hingga para wanita Samsui (imigran wanita dari Distrik Sanshui, Tiongkok yang dikenal dengan kerudung merahnya).
Bergeser sedikit ke Amoy Street, di sepanjang tembok Thian Hock Keng Temple, kamu bisa melihat mural karya Yip Yew Chong yang menggambarkan kehidupan komunitas Hokkian pertama yang tinggal di Singapura.

4. Tiong Bahru

Pasar Tiong Bahru, Singapura Foto: SweetEscape
Di balik bangunan perumahan dengan nuansa vintage yang didominasi warna putih di Tiong Bahru, kamu bisa melihat mural-mural karya Yip Yew Chong yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Tiong Bahru di masa lampau. Misalnya mural pasar lengkap dengan hiruk-pikuk aktivitas penjual bahan makanan, ibu-ibu berbelanja, hingga kios peramal.
Ada juga mural yang diberi judul ‘Bird Singing Corner’ dengan gambar sangkar burung dan gerombolan pria yang sedang memandangnya. Di tempat mural ini digambar, dulunya merupakan lokasi berkumpulnya para pecinta burung di Singapura.

5. Little India

Mural sosok public figure India, Tamil Rajinikanth, di Hindoo Road.
Di Hindoo Road, ada satu bangunan yang dilukis sosok public figure India, Tamil Rajinikanth, sebagai penghormatan untuk komunitas India yang ada di kawasan ini. Dilukis oleh seniman bernama ZERO, inspirasi mural ini berawal dari kehidupan sang bintang besar India tersebut yang berasal dari keluarga miskin hingga bisa terkenal seperti sekarang.
Ada juga mural di kawasan Kerbau Road bergambar kerbau warna-warni serta dihiasi bunga kecil di sekelilingnya. Mural ini sebagai pengingat bahwa kawasan ini dulu merupakan pusat bisnis perdagangan hewan ternak tersebut.

6. Everton Road

Mural Amah di kawasan Everton Road. Foto: Dok. www.yipyc.com
Tak sedikit mural di Singapura yang dibuat oleh seniman lokal Yip Yew Chong, termasuk yang ada di kawasan Everton Road. Seperti mural ‘Amah’, mural pertama yang dibuat Yip Yew Chong pada 2015 lalu. Lewat mural ini, kita bisa melihat aktivitas Amah—pembantu perempuan— yang sedang mencuci kain dan kebaya nyonya bercorak peranakan.
Selain itu ada juga berjudul Barber yang terinspirasi dari kenangan masa kecil sang seniman saat bercukur di barbershop tradisional dengan tenda sebagai penghalau panas matahari. Bikin langsung nostalgia!
Nah, mana kawasan mural populer favorit kamu? Sayangnya, saat kini kita masih harus menahan diri untuk melancong ke Singapura hingga pandemi benar-benar berakhir.
Namun jangan khawatir, kamu bisa menikmati sepotong indahnya mural seperti di Singapura tanpa perlu ke sana. Hal ini diwujudkan oleh Singapore Tourism Board (STB) melalui program 'SingapoReimagine' yang berinisiatif menghubungkan Singapura dan Indonesia melalui karya mural ‘Under the Same Sun’ di M Bloc Space, Jakarta Selatan.
Mural Under the Same Sun di Haji Lane, Kampong Glam di Singapura Foto: Dok. Singapore Tourism Board
Melibatkan dua seniman grafiti yaitu Adi Dharma alias Stereoflow dari Indonesia, dan Zulkarnaen Othman alias ZERO dari Singapura, kolaborasi seni yang diluncurkan sejak April 2021 hingga enam bulan ke depan ini menghasilkan karya seni mural yang terpotong layaknya puzzle. Satu bagian di Kampong Gelam, Singapura; dan bagian lainnya di Jakarta, Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, Singapore Tourism Board beserta para seniman yang terlibat ingin mengungkapkan bahwa meski kini terpisah jarak, kita harus percaya bahwa bisa melaluinya bersama-sama. Sebab kita bisa tetap bersatu di bawah matahari yang sama.
Mural Under the Same Sun di M Bloc Space. Foto: Dok. Singapore Tourism Board
Menariknya, bila dilihat lebih dekat, kita bisa melihat landmark dua negara melalui mural ini; ada gambar gapura khas Indonesia; dan Marina Bay serta Gardens by the Bay yang ikonik dari Singapura.
Pengunjung yang datang ke spot mural ini juga bisa memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) yang tersedia secara langsung di lokasi agar bisa menikmati karya mural ini dengan lebih optimal. Adanya setengah lukisan mural ‘Under the Same Sun’ ini diharapkan dapat mengobati sedikit rindu ingin berwisata ke Singapura.
#KangenSingapura? Yuk, hidupkan kembali impianmu untuk traveling ke Singapura dengan datang ke sudut Mural Zone di M Bloc sekarang! #SingapoReimagine #VisitSingapore
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten