Mau Lihat Fenomena Embun Es di Bromo? Ini Tipsnya

28 Juni 2019 8:56 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
com-Gunung Bromo. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Gunung Bromo. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Fenomena embun es atau bun upas (frost) belakangan terjadi di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Embun yang menyerupai salju ini terjadi di beberapa titik dan bun upas juga bisa dinikmati di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
ADVERTISEMENT
Fenomena tahunan yang terjadi saat pergantian musim hujan ke musim kemarau ini, membuat perubahan suhu yang drastis sehingga embun yang turun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mengkristal dan disebut bun upas oleh warga sekitar Bromo.
Fenomena embun es yang mirip salju ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Bromo.
Menurut Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan Humas TNBTS, Syarif Hidayat. Fenomena bun upas telah terjadi beberapa waktu lalu di kawasan TNBTS.
"Fenomena bun upas atau frost ini sudah dilaporkan teman-teman di lapangan. Di Cemoro Lawang dan di Lautan Pasir dan sekitarnya serta di Penanjakan juga sudah terjadi. Di titik-titik tersebut wisatawan dapat melihat fenomena bun upas," kata Syarif Hidayat saat dihubungi kumparan melalui sambungan telepon pada Kamis (27/6).
ADVERTISEMENT
Selain Kawasan Bromo, bun upas juga bisa dinikmati di kawasan Gunung Semeru Lumajang, Jawa Timur. Ia pun menjelaskan bahwa embun es tersebut pertama kali muncul di Ranu Pani pada Minggu, 16 Juni lalu. Suhu di kawasan tersebut berkisar antara 2 hingga 8 derajat Celsius.
Bun upas atau frost ini juga terdeteksi pada 17-18 Juni di daerah Cemoro Lawang dan Lautan Pasir. "Pada 25 Juni, teman-teman di Cemoro Lawang juga melaporkan bun upas kembali terjadi di sekitar Ranu Pani," tutur Syarif.'
Syarif pun menambahkan, fenomena bun upas ini telah terjadi sejak beberapa tahun belakangan. "Terjadinya itu tiap tahun saat menjelang musim kemarau. Kemarin juga terjadi pada 2017, 2018, dan kemudian sekarang juga terjadi," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Fenomena bun upas ini juga tidak bisa diprediksi kapan munculnya. Bun upas terjadi karena suhu yang turun drastis. Biasanya embun es terjadi di pagi hari dan penurunan suhu tersebut kerap terjadi pada bulan Juni hingga Agustus. Puncaknya sekitar awal dan pertengahan Juli.
"Embun upas ini tidak bisa diprediksi kapan munculnya. Namun, tanda-tandanya bisa dibaca. Kemarau itu kan April sampai September. Dan di rentang itu bun upas biasanya terjadi," tambah Syarif.
Menurut Syarief, bun upas tidak hanya terjadi di kawasan TNBTS saja melainkan beberapa daerah lain di Indonesia misalnya Dataran Tinggi Dieng.
"Kalau saya baca dari buku flora dan pegunungan Jawa karya Van Steenis ahli tumbuhan orang Belanda yang memang meneliti tentang tumbuh-tumbuhan di Jawa. Dia juga menyebutkan fenomena bun upas atau frost ini terjadi di beberapa wilayah. Tetapi tidak semua di pegunungan terjadi fenomena frost,"
ADVERTISEMENT
"Kalau di Jawa Barat disebutkan di Papandayan, di Jawa Tengah itu di Dieng, di Dieng itu terjadi di Kawah Ijen dan kalau enggak salah di Gunung Iong dan juga terjadi di Bromo Tengger," paparnya.
Fenomena bun upas sendiri menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Walaupun begitu, hendaknya aspek-aspek keselamatan tak boleh diabaikan begitu saja.
Syarif pun memberikan beberapa tips bagi mereka yang ingin melihat secara langsung fenomena bun upas ini. Salah satunya adalah kamu harus membekali diri dengan baju hangat.
"Suhunya ekstrem bekali dengan baju hangat, jaket, topi atau kupluk, kaos tangan," kata Syarif.
Selain itu, bawa makanan dan minuman serta logistik yang cukup. "Fisik juga harus prima dan buat mereka yang memiliki kebutuhan khusus, obat-obatan pribadi juga harus di bawa," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Terakhir, jika ada hal-hal yang tidak diinginkan, Syarif mengatakan wisatawan dapat segera melapor ke petugas yang ada di lapangan atau mendatangi kantor terdekat.
Jika semua sudah lengkap, barulah kamu bisa menikmati fenomena bun upas tadi di beberapa titik yang telah disebutkan di atas.