Food & Travel
·
8 Juli 2018 13:32

Menengok Pulau Biawak, 'Surga' di Utara Indramayu

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Menengok Pulau Biawak, 'Surga' di Utara Indramayu  (806)
Pulau Biawak, Indramayu (Foto: Flickr / Jakarta traveller)
Selain NTT yang memiliki Pulau Komodo, di Indramayu juga ada sebuah pulau yang dihuni oleh hewan bertubuh cokelat. Tetapi bukan ditinggali komodo, pulau satu ini menjadi rumah bagi hewan yang masih satu keluarga dengannya, yaitu biawak.
ADVERTISEMENT
Ya, Pulau Biawak merupakan sebuah pulau yang menjadi tempat tinggal bagi ratusan biawak. Dilansir dari Situs Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, nama pulau ini ternyata diberikan oleh Pemkab Indramayu. Nama ini disematkan lantaran ada banyak biawak yang hidup bebas di pulau itu.
Setiap matahari akan terbenam, ratusan biawak dengan panjang hingga 1,5 meter berenang ke tepian pantai untuk berburu makan. Selain itu, pulau seluas 120 hektare ini, juga dihuni pohon bakau yang hijau dan tinggi. Hutan mangrove itu juga menjadi tempat tinggal biawak.
Yang menarik, pengunjung juga dapat menemukan mercusuar yang menjulang tinggi. Dibangun pada 1872 lalu, mercusuar ini terdiri dari 16 lantai.
Wisatawan juga bisa masuk ke dalam bangunan setinggi 65 meter, namun harus dengan seizin petugas terlebih dahulu. Untuk mencapai puncak mercusuar, pengunjung harus melewati sekitar 300 anak tangga yang dirancang berputar.
ADVERTISEMENT
Dari puncak bangunan, terlihat keindahan Pulau Biawak berupa hutan mangrove yang hijau, dermaga, hingga jernihnya air pantai dengan pasir putih di tepiannya. Apa lagi, jika kamu berkunjung saat matahari terbenam, pemandangan yang disuguhkan akan dilengkapi dengan langit berwarna jingga.
Menengok Pulau Biawak, 'Surga' di Utara Indramayu  (807)
View Dari Atas Mercusuar di Pulau Biawak (Foto: Flickr / Jakarta traveller)
Kini, banyak wisatawan yang berbondong-bondong untuk datang ke Pulau Biawak. Mereka ingin menyaksikan secara langsung kecantikan pulau ini. Namun, di balik itu sebenarnya dahulu keberadaannya berbahaya bagi jalur pelayaran kapal laut yang melintas di kepulauan sekitar.
Maka dari itu, bangsa Belanda mendirikan mercusuar yang dibangun oleh ZM Wilem. Walau usianya sudah ratusan tahun, hingga kini mercusuar masih berfungsi untuk memandu kapal besar maupun kecil yang melintas.
Selain bisa menikmati keindahan alam, turis yang datang juga dapat berwisata ziarah. Ada sejumlah makam, antara lain makam Syekh Imam, yang kabarnya salah satu tokoh penyebar agama Islam di Indramayu, serta makam pendiri mercusuar, Z.M. Willem III.
ADVERTISEMENT
Soal keindahan bawah laut pun juga tak kalah mengaggumkan, wisatawan bisa snorkeling di sini. Ratusan ikan hias dengan terumbu yang indah, akan menyambut mereka yang menyelam di Pulau Biawak.
Jika tertarik untuk berkunjung, turis bisa menyebrang dari Muara Karangsong menggunakan perahu. Perjalanan menggunakan speedboat membutuhkan waktu 2 hingga 4 jam perjalanan.