Mengenal Post-Holiday Blues, Perasaan Sedih yang Muncul Saat Liburan Usai
·waktu baca 3 menit

Liburan menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu banyak orang. Selain bisa beristirahat dari segala rutinitas, liburan jadi kegiatan menyenangkan untuk dilakukan.
Namun, pernahkah kamu merasakan sedih saat liburan telah usai? Jika kamu mengalami perasaan tersebut, bisa jadi kamu mengalami post-holiday blues. Apa itu?
Menurut psikolog klinis sekaligus founder Ohana Space, Veronica Adesla, M.Psi, post-holiday blues adalah perasaan negatif yang muncul setelah liburan selesai. Perasaan negatif itu bisa berupa rasa sedih, sepi, cemas, lelah, kecewa atau tidak semangat ketika harus kembali ke rutinitas seperti biasanya.
“Biasanya, kemunculan perasaan ini sifatnya sementara, berlangsung selama beberapa hari sehabis liburan panjang,” kata Veronica seperti dilansir Antara.
Akibatnya, seseorang bisa merasa cemas ketika membayangkan harus kembali menjalani rutinitas, tidak bersemangat, kurang fokus, hingga tidak optimal dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Meski begitu, post-holiday blues bukanlah sebuah gangguan psikologis yang berbahaya. Bahkan, terkadang hal ini cukup normal dialami banyak orang seusai liburan. Hal itu disampaikan oleh psikolog klinis dari Ohana Space, Annisa Mega Radyani, M.Psi.
“Saat liburan, mungkin akan muncul emosi-emosi menyenangkan yang intens. Aktivitas tersebut mengaktifkan hormon-hormon dalam tubuh, seperti serotonin atau dopamin yang membuat tubuh merasa nyaman, rileks,” ujar Annisa.
Ketika aktivitas tersebut berhenti karena harus kembali ke rutinitas biasanya, hormon tersebut mungkin akan berkurang dan dapat menyebabkan emosi negatif serta ketidaknyamanan seusai berlibur.
Annisa mengatakan sejauh ini post-holiday blues tidak memiliki tingkatan keparahan atau level yang spesifik. Post-holiday blues dapat dikatakan normal jika dirasakan selama satu atau dua minggu pascaberlibur.
Namun, jika terjadi lebih dari dua minggu, kemungkinan hal tersebut sudah cukup parah dan bisa mengarah ke masalah psikologis lainnya.
Tips untuk Mengatasinya
Jika kamu mengalami post-holiday blues, ada baiknya kamu segera mengatasi gangguan tersebut. Menurut Anissa, jika kamu sudah mulai merasakan perasaan negatif tersebut usai liburan, bisa jadi kamu terindikasi hal tersebut.
Annisa menyarankan untuk membuat to do list atau daftar rencana kecil dengan tenggat yang sedikit atau semampunya karena yang terpenting rencana tersebut selesai. Dibandingkan langsung membuat rencana besar, mulailah dengan yang ringan terlebih dulu.
“Kedua, baiknya sediakan waktu juga. Jadi, mulai sesuaikan kondisi kita lagi. Mungkin di minggu pertama kembali bekerja, kita nggak perlu buat banyak target yang besar,” ujar Annisa.
Selain itu, pastikan tidur cukup, makan sehat, dan olahraga karena pola hidup sehat turut mempengaruhi hormon tubuh. Hormon tubuh sangat berkaitan dengan post-holiday blues sehingga penting untuk menjaga kondisi tubuh.
“Selanjutnya, tetap pertahankan sama orang-orang yang (saat liburan) sudah ketemu. Ngobrol saja sedikit-sedikit, tetap kontak pelan-pelan dengan orang yang membuat kita nyaman,” kata Annisa menambahkan.
Di samping cara-cara di atas, Veronica juga menambahkan untuk mengatasi post-holiday blues dapat dilakukan dengan mengatur jadwal dan membuat perencanaan pada agenda liburan berikutnya.
“Mengatur jadwal untuk mencoba sesuatu hal yang baru dan menyenangkan untuk dilakukan,” ujar Veronica.
