Kumparan Logo

Mengenal Salah Satu Gunung Api Teraktif di Dunia Lewat Museum di Yogyakarta Ini

kumparanTRAVELverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di  Museum Gunung Merapi, Kamis, (27/6). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Museum Gunung Merapi, Kamis, (27/6). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi teraktif di dunia. Menurut catatan sejarah, gunung yang terletak di Yogyakarta ini, telah berulang kali mengalami erupsi sejak tahun 1768.

Meskipun terkesan menyeramkan, gunung yang satu ini menyimpan legenda, sejarah, hingga kearifan lokal yang menarik diketahui.

Jika kamu ingin mengetahui seluk-beluk Gunung Merapi, Museum Gunung Merapi jadi destinasi yang wajib kamu sambangi.

Terletak di Desa Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, museum ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah mengenai Gunung Merapi.

Misalnya saja, alat pemantau aktivitas gunung api seperti teleskop, seismograf, hingga alat kuno yang digunakan peneliti di masa lampau juga tersimpan di museum ini.

Suasana di Museum Gunung Merapi, Kamis, (27/6). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Bahkan, saat berkunjung ke museum ini kamu juga bisa mendapatkan informasi tentang kawasan yang rawan bencana. Kemudian ada juga detail mengenai endapan lava Gunung Merapi dilengkapi dengan hasil muntahan lava.

Selain koleksinya yang menarik, Museum Gunung Merapi punya arsitektur bangunan yang khas berbentuk segitiga yang menyerupai gunung.

Suasana di Museum Gunung Merapi, Kamis, (27/6). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Museum ini terdiri dari dua lantai dengan luasnya yang mencapai 3,5 hektar.

Memasuki area museum kamu akan disambut oleh maket Gunung Merapi yang memiliki suara gemuruh dan berasap. Terdapat tombol di salah satu sisinya, jika ditekan maka akan terjadi peragaan erupsi sesuai keadaan erupsi pada tahun tertentu.

Berpindah ke ruangan lain, kamu akan menemukan display tipe letusan Gunung Merapi sejak 1930, benda-benda dari sisa letusan pada 2006 lalu, hingga foto-foto Gunung Merapi dari tahun ke tahun.

instagram embed

Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah sampel batu bom (volcanic bomb). Sekilas, batu ini terlihat seperti batu biasa yang memiliki bentuk abstrak. Ternyata tersimpan cerita dahsyat di balik batu ini.

Batu ini merupakan lava pijar bersuhu 700 sampai 1.200 derajat Celsius, yang sempat terlempar ke udara dan mengalami proses pendinginan. Sehingga, ketika jatuh ke tanah sudah terbentuk menjadi batu.

instagram embed

Di lantai dua museum kamu akan menemukan sembilan tipe benda koleksi dan alat peraga. Seperti display letusan dan erupsi, lorong peraga simulasi LCD, peraga simulasi tsunami dan gempa.

Uniknya, koleksi alat-alat peraganya masih berfungsi dengan baik. Melalui simulator yang ada kamu juga bisa merasakan sensasi situasi bencana, dan gempa bumi yang dahsyat namun tidak membahayakan.

Setelah berkeliling museum, masuk ke teater mini yang ada di sana adalah pilihan yang tepat. Kamu bisa beristirahat sambil menonton film yang berjudul Mahaguru Merapi dengan durasi 24 menit.

instagram embed

Film ini menceritakan dua sisi Gunung Merapi yang sangat bertolak belakang. Di satu sisi, Merapi memberikan kesuburan dan kehidupan bagi setiap makhluk hidup di sekitarnya.

Tapi pada sisi lainnya, Merapi juga mampu meluluh lantakkan semuanya hingga tak ada yang tersisa.

instagram embed

Saat cuaca cerah, kamu bisa menyaksikan kemegahan Gunung Merapi dari halaman museum. Bahkan, lokasinya yang berada di kaki gunung menawarkan udara yang sejuk.

Museum Gunung Merapi juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti toilet, rest area, musala, dan tentunya lahan parkir yang luas.

Untuk mengetahui segala hal tentang Gunung Merapi kamu cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 3 ribu saja per orangnya. Kemudian jika ingin menikmati film pendek kamu cukup membayar Rp 5 ribu.

Laporan Hutri Dirga Harmonis

kumparan post embed

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!