Kumparan Logo

Mengenal Suku Celtic, Orang Eropa Pertama yang Pakai Celana

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Suku Celtic. Foto: Warpaint/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Suku Celtic. Foto: Warpaint/Shutterstock

Jika mendengar kata Celtic, mungkin yang terlintas di pikiran kamu adalah sebuah klub bola asal Skotlandia. Namun, tahukah kamu ternyata zaman dahulu ada Suku Celtic yang menjadi orang pertama di Eropa yang memakai celana?

Suku Celtic sendiri dikenal suka memakai pakaian wol berwarna-warni. Pakaian yang dikenakan bangsa Celtic menunjukkan status dan kepentingan di dalam suku.

Pakaian Celtic yang biasa akan mencakup tunik dan ikat pinggang, serta jubah panjang dan celana panjang yang diikat dengan fibuale.

Dilansir situs resmi Museum Wales, banyak sejarawan telah mencatat bahwa Celtic adalah orang pertama di Eropa yang memakai celana, dan fibuale adalah jepitan, yang digunakan untuk mengikat celana mereka.

Ilustrasi Suku Celtic. Foto: Massimo Todaro/Shutterstock

Melihat kembali rekaman karya sastra Romawi, Suku Celtic digambarkan mengenakan pakaian berwarna cerah, dengan beberapa menggunakan pewarna biru dari tanaman woad untuk melukis pola di tubuh mereka.

Di balik fakta bahwa suku tersebut merupakan orang Eropa pertama yang pakai celana, lantas bagaimana sejarah keberadaannya?

Sejarah Asal Usul Suku Celtic

Ilustrasi Suku Celtic. Foto: Sergio Photone/Shutterstock

Kalau masalah sejarah memang agak sulit ditemukan. Sebab, Suku Celtic sendiri sangat jarang menulis tentang dirinya sendiri. Namun, untuk orang Yunani, mereka dikenal sebagai Keltoi, Keltai atau Galatai dan Romawi Celti, Celtae dan Galli.

Penyebutan Celtic pertama kali dilakukan oleh penulis Yunani antara tahun 540 dan 424 SM. Dalam tulisannya, Celtic diyakini merupakan kumpulan suku-suku yang berasal dari Eropa Tengah.

Meski terpisah suku, mereka memiliki kesamaan budaya, tradisi, kepercayaan agama, dan bahasa. Nama 'Celt' adalah nama modern yang digunakan untuk menggambarkan banyak suku yang hidup selama Zaman Besi.

Tak satu pun dari teks-teks Klasik merujuk pada orang-orang Inggris dan Irlandia sebagai Celtic. Oleh karena itu, karena Celtic adalah kumpulan suku, mereka lebih dikenal dengan nama suku atau masyarakat tersebut, dibandingkan dengan bangsa atau kerajaan kolektif.

Ilustrasi Suku Celtic. Foto: Serhii Myronchuk/Shutterstock

Sumber-sumber awal menempatkan Celtic berada di Eropa Barat dan juga menempati tanah di dekat hulu Sungai Danube. Wilayah asal mereka juga sering dilacak ke Prancis Tengah dan Timur, membentang melintasi Jerman Selatan dan ke Republik Ceko.

Penulis klasik telah mencatat migrasi besar-besaran bangsa Celtic setelah 400 SM. Migrasi ini membawa bangsa Celtic dari Eropa Tengah ke Italia Utara dan Eropa Timur.

Selain itu, Celtic juga diyakini tiba di pantai Inggris sekitar 1.000 SM dan tinggal di sana selama Zaman Besi, Zaman Romawi, dan era pasca Romawi.

Namun, kini Wales dipandang sebagai bangsa Celtic. Identitas Welsh Celtic diterima secara luas dan berkontribusi pada identitas nasional modern yang lebih luas.

Ilustrasi Suku Celtic. Foto: Sergio Photone/Shutterstock

Untuk memahami bagaimana Celtic pertama kali dikaitkan dengan Wales, tentu ini ada kaitannya dengan sejarah perkembangan linguistik Celtic.

Untuk menelusuri awal mula bahasa Celtic itu sulit. Sebagian besar setuju bahwa mereka berasal dari bahasa sebelumnya yang dikenal sebagai 'proto-Indo-Eropa'.

Ditemukan prasasti paling awal yang diketahui bahwa bahasa Celtic ditemukan di Italia Utara dan berasal dari abad ke-6 SM.

Ilustrasi Suku Celtic. Foto: Sergio Photone/Shutterstock

Selain itu, sebuah studi perintis oleh Edward Lhuyd pada tahun 1707 mengakui dua bahasa Celtic, P-Celtic atau Brythonic (Welsh, Breton, Cornish) dan Q-Celtic atau Goidelic (Irish, Scots Gaelic, Manx). Bahasa Brythonic diasumsikan berasal dari Gaul (Prancis), sedangkan bahasa Goidelic berasal dari Iberia (Spanyol, Portugal).

Selama abad ke-18, orang-orang yang berbicara bahasa Celtic dipandang sebagai Celtic. Maka dari itu, penduduk kuno Wales semakin dikenal sebagai Celtic.