#indonesiaja1.jpg

Menikmati Alam Labuan Bajo dengan Live on Board

22 September 2020 19:26
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menikmati Labuan Bajo dengan Kapal Pinisi MV. Sea villa.
zoom-in-whitePerbesar
Menikmati Labuan Bajo dengan Kapal Pinisi MV. Sea villa.
ADVERTISEMENT
Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi wilayah Indonesia yang menghadirkan pengalaman liburan #DiIndonesiaAja dalam bentuk nomadic tourism paling populer selama beberapa tahun terakhir. Nomadic tourism sendiri merupakan wisata yang bersifat temporer, baik berbentuk akses ataupun amenitas sementara.
ADVERTISEMENT
Jenis wisata nomadic tourism juga membantu wisatawan mengunjungi destinasi alam potensial di sejumlah kepulauan yang sulit dijangkau di daerah Timur Indonesia, seperti pulau-pulau kecil di wilayah Labuan Bajo. Konsep nomadic tourism yang saat ini tengah menjadi tren adalah wisata live on board, yakni wisatawan dapat berkeliling dari satu titik ke titik lain menggunakan kapal pinisi, sekaligus bermalam di dalamnya sambil mengelilingi lautan dan pulau.
Terdapat beberapa alasan yang membuat wisata live on board menjadi primadona baru bagi para wisatawan yang berlibur di Labuan Bajo. Thobias Udin, salah satu pelaku usaha live on board di Labuan Bajo, mengatakan bahwa privasi menjadi alasan yang selalu didambakan oleh para wisatawan.
Untuk kapal pinisi berukuran relatif kecil misalnya, banyak dipilih oleh kelompok wisatawan yang ingin menikmati private live on board hanya dengan keluarga inti. Berlayar menumpangi kapal pinisi juga dianggap bisa menghemat waktu untuk memburu pemandangan indah dari perairan Labuan Bajo sebelum mentari terbenam.
ADVERTISEMENT
“Kalau start dari Labuan Bajo ke Komodo dengan kapal kayu itu hampir 4 jam, pulang pergi 8 jam hanya untuk mencapai destinasi Komodo saja,” paparnya saat berbincang dengan kumparan.
Fasilitas di kapal pinisi.
zoom-in-whitePerbesar
Fasilitas di kapal pinisi.
Lebih lanjut, Thobias mengatakan bahwa bermalam di atas kapal pinisi juga menjadi daya tarik tersendiri dari wisata live on board. Wisatawan bisa merasakan pengalaman vakansi yang jauh berbeda dibandingkan ketika harus menginap di hotel konvensional, sebab mereka bisa menghabiskan malam di hotel terapung.
Wisata semacam ini juga menjanjikan keelokan alam Labuan Bajo yang lebih menawan jika disaksikan dari atas laut. Salah satunya ketika kapal berlayar menjelajahi pulau-pulau Labuan Bajo, mulai dari Pulau Rinca hingga Komodo yang sulit dijangkau dengan transportasi darat.
ADVERTISEMENT
Selain itu, atraksi wisata yang bisa dinikmati wisatawan pun lebih beragam meski dengan waktu yang cukup terbatas.
“Dari sisi aktivitas mereka bisa melihat jauh lebih banyak. Misalnya program dua hari, kalau start dari hotel di Komodo, mereka bisa menghabiskan waktu lebih lama,” sambung Thobias.
Selain bermalam dan mengunjungi spot-spot terbaik, kesempatan untuk melakukan diving dan snorkeling di perairan Labuan Bajo juga menjadi sensasi berbeda yang bisa dinikmati para wisatawan saat liburan #DiIndonesiaAja dan menginap di pinisi.
Thobias mengaku, wisata live on board mulai menarik atensi para wisatawan sejak lima hingga tujuh tahun terakhir. Tak cuma wisatawan lokal, wisatawan mancanegara pun ikut terpikat dengan konsep nomadic tourism semacam ini. Bahkan, ia menyebut jumlah wisatawan asing lebih mendominasi dibandingkan wisatawan lokal.
ADVERTISEMENT
“Selama ini, kalau live on board itu, wisatawan mancanegara yang paling banyak, dan didominasi wisatawan asal Eropa. Daripada lokal, lebih banyak orang Eropa,’’ ungkap Thobias.
Ilustrasi pinisi.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pinisi.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata NTT, Jelamu Ardi Marius. Menurutnya, live on board menjadi salah satu atraksi wisata yang mendorong Labuan Bajo menjadi destinasi wisata premium. Live on board, sebut Marius, membantu wisatawan menikmati destinasi wisata alam yang menjadi unggulan Labuan Bajo.
“Persis, memang salah satu daya tarik itu adalah live on board. Karena orang bisa melihat bagaimana keindahan lanskap dari arah laut, ya, dia (wisatawan) juga bisa menikmati lanskap daratan. Nah, itu yang menjadi daya tarik utama (destinasi wisata premium),’’ tutur Marius.
ADVERTISEMENT
Tingginya minat wisatawan terhadap wisata live on board membuat jumlah kapal wisata atau pinisi di perairan Labuan Bajo meningkat. Marius menyebut bahwa jumlah kapal wisata yang ada di Labuan Bajo saat ini mencapai 5 ribu kapal pinisi.
Namun, hanya 500 yang terdata dengan baik. Jumlah kapal wisata yang terus meningkat tentu menjadi kekhawatiran pemerintah dalam kondisi perairan alam Labuan Bajo.
Kapal pinisi Sea Safari VII
zoom-in-whitePerbesar
Kapal pinisi Sea Safari VII
Untuk menjaga kondisi alam Labuan Bajo, tutur Marius, pihaknya telah bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut. Dengan begitu, pemerintah pun terus memantau pergerakan wisatawan, baik lokal maupun internasional yang datang ke perairan Komodo. Pemerintah juga telah menanam pohon-pohon adaptif dengan agroklimat di beberapa pulau misalnya Pulau Komodo dan Rinca.
ADVERTISEMENT
‘’Jadi kita kita akan menanam berbagai macam pohonnya tumbuhan di Pulau Komodo, jadi nanti upaya pemerintah sekarang itu provinsi ini adalah berusaha untuk menjaga ekosistem Taman Nasional Komodo dengan menanam pohon-pohon yang adaptif dengan Agroklimat di sana, seperti Komodo, Rinca dan sebagainya,’’ jelas Marius.

Faktor pendorong munculnya atraksi wisata live on board Labuan Bajo

Kemunculan tren wisata live on board, kata Thobias, didorong oleh keinginan pengelola mengembangkan pariwisata di Labuan Bajo yang bentang alamnya didominasi oleh lautan. Thobias pun membenarkan bahwa tren live on board ini muncul lantaran minimnya atraksi wisata darat yang ada di Labuan Bajo.
Terlebih, pulau-pulau di kawasan Labuan Bajo tengah menjadi perhatian khusus wisatawan, baik lokal maupun asing, sejak Kota Seribu Sunset ini ditetapkan sebagai destinasi wisata super prioritas oleh pemerintah. Kondisi ini pun membuat live on board menjadi salah satu atraksi wisata yang dapat diandalkan oleh wisatawan untuk mengakomodir pulau-pulau yang sulit dijangkau.
ADVERTISEMENT
“Kalau (minim) atraksi darat sih saya bisa benarkan itu, karena di Labuan Bajo hotel atau sekitar kota dan pantainya, kan, tidak begitu juga. Sehingga tamu cenderung ke pulau, kemudian atraksi-atraksi di Labuan Bajo itu seperti atraksi budaya atau apa itu, baru sekarang-sekarang ini digencarkan,’’ ujar Thobias.
Kapal pinisi Sea Savari VII.
zoom-in-whitePerbesar
Kapal pinisi Sea Savari VII.
Sementara itu, sebelum pinisi populer di kalangan wisatawan, pengelola pariwisata di Labuan Bajo hanya mengandalkan speed boat yang diklaim mampu menjangkau tiga pulau sekaligus. Meski begitu, jenis transportasi ini tetap dianggap belum mampu mengakomodir seluruh kebutuhan wisatawan yang tidak hanya mementingkan soal destinasi, tetapi juga kenyamanan saat menikmati indahnya pesona alam Labuan Bajo.
“Agak susah menikmati suasana dengan kecepatan tinggi (naik speed boat). Apalagi untuk kapal-kapal yang sistemnya day trip. Biasanya speed boat dipilih jika wisatawan tidak punya banyak waktu,” terang Thobias
ADVERTISEMENT
Nah, demi mengisi celah tersebut, wisata live on board pun hadir untuk memberikan pengalaman lebih bagi para wisatawan.
“Dengan live on board, wisatawan tidak mengejar destinasi melainkan atmosfer yang berbeda dari atas deck kapal sambil menyaksikan (keindahan) pulau-pulau sekitar,” imbuhnya.

Pilihan paket wisata live on board

Ilustrasi Pinisi mv.sea villa.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pinisi mv.sea villa.
Thobias menyebut harga yang ditawarkan penyedia layanan tour live on board menggunakan kapal pinisi di Labuan Bajo beragam. Paket yang yang ditawarkan mulai dari privat atau untuk keluarga dan sharing. Untuk paket sharing harga yang ditawarkan biasanya mulai dari Rp 2,5 juta per orang.
Sedangkan untuk paket privat, harga yang ditawarkan beragam mulai Rp 17 juta hingga yang termahal berkisar Rp 49 juta bergantung dengan jumlah penumpang dan durasi live on board. Semakin banyak jumlah penumpang, semakin murah pula harga yang ditawarkan.
ADVERTISEMENT
Ukuran kapal yang digunakan live on Board pun beragam mulai dari small, medium, hingga large. Biasanya besar kecilnya kapal disesuaikan dengan jumlah wisatawan yang akan mengikuti tur ini.
Rata-rata kapal pinisi yang disediakan pihak pengelola memiliki fasilitas memadai seperti kamar hotel. Misalnya kamar dengan AC, kamar mandi di dalam, bathrobe, hingga lemari pakaian.
Kegiatan yang dilakukan selama live on board pun berbeda-beda sesuai dengan paket trip yang digunakan. Di kapal pinisi sendiri misalnya kamu bisa bersantai di atas deck sambil menikmati laut Flores, arau karaoke di ruang hiburan yang biasanya tersedia di dalam kapal.
Bahkan, ada beberapa kapal yang menawarkan kegiatan air yang bisa dicoba wisatawan, seperti banana boat hingga canoeing saat air laut sedang tenang.
ADVERTISEMENT
Wisatawan akan diajak berlabuh di pulau-pulau populer yang menjadi destinasi unggulan di Labuan Bajo. Salah satu kegiatan yang paling banyak diincar wisatawan adalah melihat kawanan Komodo di Pulau Komodo.
Ilustrasi pinisi.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pinisi.
Selain itu, wisatawan juga akan dipandu untuk trekking menuju puncak Pulau Padar dan Gili Lawa. Setelah puas menjelajahi Pulau Komodo, perjalanan berikutnya biasanya dilanjutkan ke Pink Beach.
Setelah puas melakukan kegiatan di daratan, wisatawan akan diajak berpetualang di dasar laut Pulau Manjarite yang menjadi spot snorkeling hingga diving paling populer. Selain Manjarite, Manta Point juga menjadi lokasi snorkeling paling diminati wisatawan.
Tapi ingat, meskipun ada beberapa tawaran live on board secara private, kamu tetap harus menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, mengenakan masker, rajin mencuci tangan atau memakai hand sanitizer, dan mengecek suhu tubuh.
ADVERTISEMENT
Menariknya, kini Labuan Bajo menerapkan pariwisata ramah lingkungan, hal ini juga diadopsi di dalam pinisi. Jadi, setiap wisatawan yang ingin live on board di kapal pinisi dan berkeliling Labuan Bajo tidak diperkenankan untuk membawa botol minum kemasan plastik.
Biasanya, setiap kapal akan menyediakan tumbler untuk wisatawan mengisi minum. Di setiap kapal juga akan disediakan dispenser agar wisatawan bisa mengisi ulang air minum mereka. Berwisata sambil menjaga lingkungan, seru, bukan?
Nah, bagaimana, tertarik live on board dengan pinisi keliling pulau Labuan Bajo saat liburan #DiIndonesiaAja?
Berbulan-bulan di rumah aja, pasti banyak yang rindu traveling, bukan? Nah, bagi kamu yang merencanakan liburan setelah pandemi, enggak usah jauh-jauh ke luar negeri. Simak tips dan rekomendasi liburan nyaman #DiIndonesiaAja dalam collection ini.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten