Kumparan Logo

Menikmati Keindahan Air Terjun Jumog hingga Pacu Adrenalin dengan Main Offroad

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menikmati keindahan air terjun Jumog.  Foto: Andrian Gilang Khrisnanda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menikmati keindahan air terjun Jumog. Foto: Andrian Gilang Khrisnanda/kumparan

Kamis (21/7) lalu, saya bersama dengan sejumlah key opinion leader (KOL) mendapat kesempatan untuk menikmati keindahan air terjun Jumog, hingga memacu adrenalin dengan bermain offroad.

Kesempatan itu kami dapatkan dalam program familiarization trip (famtrip) ke Yogyakarta, Solo, dan Semarang yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bekerja sama dengan Garuda Indonesia.

Perjalanan menuju air terjun Jumog kami tempuh dengan menumpangi beberapa jeep. Selang beberapa lama, jeep yang kami tumpangi berhenti di depan pintu masuk wisata air terjun Jumog.

Untuk menuju air terjun tersebut, kami harus berjalan kaki sekitar 150 meter dari pintu masuk. Pemandangan yang indah,serta udara sejuk membuat kamu tida k akan merasa lelah ketika berjalan menuju air terjun Jumog.

Sekian menit berjalan, kami akhirnya tiba di air terjun Jumog. Ada beberapa pijakan menyerupai tangga yang memudahkan orang-orang untuk mengabadikan momen di depan air terjun tersebut.

Menikmati keindahan air terjun Jumog. Foto: Andrian Gilang Khrisnanda/kumparan

Alasan Wisatawan Harus Sambangi Air Terjun Jumog

Di depan air terjun, ada sebuah jembatan yang cocok untuk dijadikan sebagai tempat untuk foto. Selain itu, kamu juga bisa mengambil foto di bebatuan yang terdapat di sekitar air terjun Jumog.

Air terjun Jumog yang terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sempat mendapat julukan Surga yang Hilang. Karena, konon katanya, air terjun tersebut dahulu tertutup semak belukar.

Tim pemandu wisata, Deni, mengatakan air terjun Jumog merupakan salah satu ikon di Tawangmangu dan Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah.

“Istilahnya, kalau orang enggak ke sini katanya kurang afdal,” kata Deni.

Menikmati keindahan air terjun Jumog. Foto: Andrian Gilang Khrisnanda/kumparan

Salah satu pengunjung, Lia, sengaja mengajak temannya dari Medan ke air terjun Jumog. Perempuan asal Klaten ini mengatakan, air terjun itu merupakan salah satu destinasi yang mesti disambangi ketika berada di Tawangmangu.

“Ini jadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi kalau misalnya kita ke daerah Tawangmangu,” tutur Lia.

Lia mengaku baru pertama kali ke air terjun Jumog. Dia merasa senang bisa menginjakkan kaki di sana.

“Di sini pemandangannya oke, terus masih kejaga banget [lingkungannya], sampai sini puas,” ucap Lia.

Wisata air terjun Jumog buka setiap hari dari pukul 08.00-17.00 WIB. Untuk melihat keindahan air terjun itu pada hari Senin hingga Jumat, kamu harus merogoh kocek sebesar Rp 15 ribu.

Sementara itu, untuk hari Sabtu dan Minggu ataupun hari libur, harga tiketnya sedikit lebih mahal, yakni Rp 20 ribu.

Ada beberapa aturan yang harus dipatuhi ketika berada di air terjun Jumog, salah satunya adalah tidak membuang sampah sembarangan.

Memacu adrenalin dengan bermain offroad. Foto: Andrian Gilang Khrisnanda/kumparan

Setelah puas menikmati keindahan air terjun Jumog, para peserta famtrip diajak untuk memacu adrenalin dengan bermain offroad.

Saat memasuki kawasan untuk offroad, jeep kami melalui genangan air menuju lokasi berlumpur. Untuk ke lokasi berlumpur, jeep yang kami tumpangi harus melalui jalur menurun.

Setelah itu, sopir yang mengendarai jeep memacu gas saat melaju ke medan berlumpur. Jeep kemudian berkelok dan melalui jalur yang berombak.

Kondisi ini membuat penumpang yang berpegangan pada sebilah besi terpontang-panting di jeep. Penumpang di bagian terbuka juga mesti bersiap pakaian, hingga alas kaki yang mereka kenakan terkena cipratan lumpur.

Setelah itu, para peserta diajak ke medan sungai yang menjadi ujung aktivitas bermain offroad. Bermain offroad menjadi salah satu pengalaman yang menyenangkan, karena bisa memompa adrenalin.

Merasakan adrenalin saat offroad di daerah Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah. Foto: Kemenparekraf

Untuk para wisatawan yang ingin merasakan sensasi bermain offroad, harus merogoh kocek mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta. Tarif tergantung dari rute yang diambil.

“Rp 350 ribu bisa dapat offroad dan dapat view. Kita pakai dua kategori, untuk offroad kita di Bumi Perkemahan Segorogunung, di situ banyak pohon pinus,” kata Deni.

“Sama di Paralayang. Dari sana kita bisa lihat pemandangan Kota Solo, Karanganyar, dari ketinggian,” lanjutnya.

Sementara itu, Deni mengatakan, untuk yang Rp 1 juta, ada trip malam yang bisa diikuti oleh para wisatawan.

Offroad malam kita lewati sungai, lewati gunung bisa juga,” pungkasnya.