Menikmati Slow Travel yang Biasa Jadi Luar Biasa di Singapura

17 November 2023 17:50 WIB
·
waktu baca 13 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi slow travel. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi slow travel. Foto: Shutterstock.
Singapura kini menjelma jadi tempat yang memikat. Bagaimana tidak, negara ini menawarkan pesona yang dapat memberikan pengalaman tak terlupakan bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di sana.
Tak heran, seiring langkah pertamamu di Negeri Singa, rasa rindu untuk kembali akan menggebu-gebu. Sebab pesonanya begitu kuat dan sulit untuk dilupakan. Apakah kamu juga setuju?
Pesona negara ini tak hanya terlihat dari megahnya Marina Bay Sands atau luasnya Garden by The Bay, tapi ada banyak destinasi dan cara unik lain yang bikin liburan biasa jadi luar biasa di Singapura. Salah satunya melakukan slow travel yang kini menjadi tren baru di kalangan pecinta traveling.
Sudah pernah mencobanya?
Menerapkan slow travel di Singapura bisa membuat liburan biasa jadi luar biasa. Alih-alih pergi ke banyak lokasi dalam satu periode traveling, dengan konsep ini, kamu disarankan untuk mengurangi jumlah lokasi yang akan dituju.
Penekanan slow travel adalah kualitas, bukan kuantitas. Dengan mengurangi jumlah frekuensi berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, kamu jadi punya lebih banyak waktu untuk benar-benar menikmati suasana, menenangkan pikiran dan jiwa di Singapura.
Tujuan dari slow travel tentu bukan mengumpulkan koleksi foto di berbagai lokasi. Konsep ini menekankan agar kamu bisa memiliki cukup waktu untuk melihat bagaimana keseharian orang-orang lokal Singapura dan menikmati hidup sebagaimana orang lokal di sana.
Liburan di Singapura. Foto: Shutterstock.
Kamu juga disarankan untuk bepergian menggunakan transportasi umum, mencoba hal baru, atau mengikuti kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan orang-orang sekitar. Dengan begitu, kamu bisa terhubung kembali dengan lingkungan sekitar dan dirimu sendiri.
Tertarik untuk liburan luar biasa di Singapura? kumparan punya rekomendasi itinerary 3 hari 2 malam slow travel di sana. Namun sebelum pergi pastikan kamu sudah menyiapkan semua kebutuhan liburan seperti tiket pesawat dan hotel yang bisa kamu cari di tiket.com atau Blibli yang selalu menawarkan promo spesial.
Kalau sudah punya tiket pesawat dan booking hotel, yuk slow travel!

Hari pertama, staycation di hotel terbaik Singapura

Bila sudah menjelajah sudut-sudut di Singapura, saatnya kamu ubah liburan biasa jadi luar biasanya dengan staycation di hotel terbaik Negeri Singa.
Ya, meskipun terdengar agak membosankan karena hanya menetap di suatu tempat, nyatanya staycation juga bisa jadi asik kalau kamu tahu cara menghabiskan waktu dan tentu saja memilih hotel yang memberi kenyamanan dan fasilitas yang cukup lengkap serta mampu memberikan suasana yang berbeda.
Ada banyak pilihan hotel terbaik di Singapura yang bisa membuat kamu betah berlama-lama di sana. Pertama yang bisa jadi pilihan adalah Pan Pacific Orchard, hotel mewah yang jadi oase di Orchard Road.
Hotel bintang lima Pan Pacific Orchard dilihat dari Orchard Road. Foto: Gadi Kurniawan Makitan/kumparan
Kalau kamu berjalan ke arah mal Palais Renaissance, ada bangunan tak biasa yang berdiri di antara hutan beton sekitarnya. Bila dilihat sekilas, bentuknya mirip mainan uno stacko. Bedanya, gedung ini punya pilar-pilar yang lebat dengan tumbuhan hijau. Ya, Ini adalah Pan Pacific Orchard, salah satu hotel mewah di Singapura.
Hotel ini sangat unik karena mengajak pengunjungnya untuk dekat dengan alam meski berada di tengah kota. Saat masuk ke hotel ini saja, kamu akan disambut degan kolam berundak dengan air yang mengalir ke bawah. Di muara aliran, ada rerimbunan tumbuhan tropis yang mungkin mengatakan kamu dengan curug-curug yang ada di Indonesia. Persis seperti itu!
Memasuki gedung hotel yang lebih tinggi, kamu juga bisa menikmati suasana pantai dari ketinggian. Naik ke lantai lima, ada Beach Terrace. Lingkungan di teras ini dibuat semirip mungkin dengan pantai. Ada pohon kelapa dan beberapa tumbuhan hijau.
Tumbuh-tumbuhan ini memisahkan kolam renang dengan lintasan kecil yang membawa pengunjung dari ujung lorong lantai lima ke kolam.
Kolam renang di Beach Terrace Hotel Pan Pacific Orchard. Foto: PPHG
Satu lagi yang membuat lingkungan ini semakin mirip dengan pantai: Flooring berupa pebble wash berwarna pastel yang meliputi jalan pengunjung, bibir kolam, hingga sebagian dasar kolam.
Pada tingkatan berikutnya, di lantai 11, ada Garden Terrace. Sesuai namanya, teras ini dibuat seperti taman. Di bagian tengah ada halaman rumput. Di kedua sisi sampingnya ada cabana private, sofa, serta tanaman-tanaman yang dikelompokkan dalam cluster-cluster.
Florette Bar di Pan Pacific Orchard. Foto: Gadi Kurniawan Makitan/kumparan
Di sini juga terletak Florette, bar hotel Pan Pacific Orchard, yang juga bisa diakses pengunjung yang sedang tidak menginap, dan Pacific Club Lounge, yang bisa diakses untuk tamu dengan kelas kamar tertentu.
Bagaimana dengan suasana kamar? Pan Pacific Orchard menawarkan kamar dengan suasana yang berbeda-beda dan tentunya dengan fasilitas lengkap dan ramah lingkungan yang dijamin bikin kamu betah seharian di sana. Tertarik menginap di sana? Booking satu kamar di Pan Pacific Orchard sekarang juga di tiket.com atau Blibli.
Masih di kawasan Orchard Road, ada juga COMO Metropolitan yang baru diresmikan pada September 2023. Hotel ini menyuguhkan pengalaman terintegrasi dan immersive.
COMO Metropolitan. Foto: COMO Metropolitan.
Bagaimana tidak, COMO Metropolitan menghadirkan layanan lengkap yang tersebar di seluruh lantai. Pengunjung bisa merasakan pengalaman berbelanja hingga wisata kuliner di satu tempat.
Meski baru dibuka, COMO Metropolitan Singapura menjadi destinasi komplit yang menampilkan toko retail dari Club21, rooftop pool lengkap dengan bar, pusat kebugaran COMO Shambhala, serta opsi-opsi destinasi kuliner yang memikat.
Como Metropolitan menghadirkan outlet-outlet di dalamnya. Foto: Como Metropolitan.
Salah satu yang bisa kamu coba adalah toko kue dan pastry milik koki terkenal asal Prancis, Cédric Grolet.
Cédric Grolet di COMO Metropolitan Singapura adalah toko keempat dan satu-satunya outlet di Asia, setelah dua di Paris dan satu di London. Outlet ini menawarkan kreasi hyperrealist fruit pastries yang menjadi signature Grolet, serta hidangan klasik Prancis seperti croissant dan pain au chocolat.
Cedric Grolet di COMO Metropolitan. Foto: COMO Metropolitan.
Puas menyantap yang manis-manis di Cedric Grolet, di hotel ini, kamu juga bisa mencicipi menu-menu restoran berbintang Michelin COTE Korean Steakhouse milik pengusaha kuliner, Simon Kim.
Korean Steakhouse di COMO Metropolitan. Foto: COMO Metropolitan.
Lalu bagaimana suasana di dalamnya? Hotel setinggi 19 lantai ini memiliki 156 kamar bergaya minimalis modern. Seperti properti COMO lainnya, Christina sebagai pemilik terjun langsung dalam proses pembuatannya. Untuk desain gedungnya, ia bekerja sama dengan arsitek asal Italia, Paola Navone dari firma Otto Studio yang pernah mengerjakan COMO Point Yamu Phuket.
Sementara interiornya yang bernuansa simpel namun elegan merupakan hasil karya desainer Koichiro Ikebuchi dari firma desain, Atelier Ikebuchi yang sempat menggarap COMO Maalifushi, Maladewa. Untuk karya-karya seni yang ditampilkan di dalam hotel, Christina menunjuk seniman digital asli Norwegia, Thomas Hilland, yang membuat kamu merasa nyaman seharian di kamar.
Ingin merasakan sensasi seharian di hotel COMO Metropolitan? Booking sekarang juga di tiket.com atau Blibli.
Salah satu kamar di COMO Metropolitan. Foto: COMO Metropolitan.
Bila Pan Pacific hadir dengan konsep hutan di tengah kota dan COMO dengan jajaran kulinernya, Artyzen hotel hadir dengan konsep berbudaya dan penghijauan.
Masih berada di kawasan Orchard kamu akan menemukan bangunan unik di dekat Singapore Botanic Gardens. Ya, itu merupakan sebuah bangunan hotel mewah bernama Artyzen yang akan diresmikan pada November 2023. Hotel ini dirancang khusus untuk para pelancong yang mencari sesuatu yang istimewa di pusat kota Singapura.
Bangunan Artyzen Singapore. Foto: Artyzen Singapore.
Bekerja sama dengan arsitek ternama Ong&Ong Pty. Ltd. dan desainer interior Nicholas Graham & Associate, Artyzen Singapore menerapkan kebudayaan Peranakan khas Singapura di dalam desain interiornya.
Suasana kamar di Artyzen Singapore. Foto: Artyzen Singapore.
Hal itu bisa kamu kamu lihat pada setiap sudut kamarnya. Nuansa peranakan semakin terasa saat kamu melihat sofa, bantal, hingga karpet berwarna khas peranakan yang memiliki makna. Tak hanya berwarna, kita pun dimanjakan dengan nuansa kamar yang artsy dan lega dan luas berkat konsep open space dengan langit-langit tinggi hingga empat meter.
Tak kalah menariknya, hotel ini memiliki balkon yang hijau dan tangga di luar ruangan yang unik. Pengunjung juga semakin dimanjakan dengan fasilitas seperti restoran, pusat kebugaran, dan taman atap dengan kolam renang tanpa batas.
Kolam renang di Artyzen Singapore. Foto: Artyzen Singapore.
Bila ingin menginap di kawasan lain, Mondrian Singapore Duxton bisa jadi pilihannya. Berada di Duxton Hill, hotel yang dirancang oleh Studio Carter—yang berbasis di Los Angeles—ini menawarkan lobi yang bisa membuat para tamu tenggelam dalam keramaian.
Restoran di Mondrian Singapore Duxton. Foto: Mondrian Singapore Duxton.
Ya, kamu akan disambut oleh restoran dan bar yang tak pernah sepi pengunjung sejak dibuka pada Maret 2023. Hotel ini mengadopsi desain arsitektur tradisional Singapura dan dieksekusi dengan sentuhan kontemporer modern yang membuat pengalaman menginapmu jadi luar biasa.
Suasana kamar di Mondrian Singapore Duxton. Foto: Mondrian Singapore Duxton.
Dari lobby, kamar, dan sekarang menuju atap bangunan. Hotel ini menawarkan landscape kota 360 derajat yang membuat para pengunjung bisa menikmati dikelilingi oleh pemandangan sinematik cakrawala Singapura.
Pemandangan Singapura dari Mondrian Singapore Duxton. Foto: Mondrian Singapore Duxton.
Menariknya lagi, hotel ini juga menjadi rumah atau tempat berkumpul bagi para komunitas kreatif. Tak heran di dalam hotel ini juga dipenuhi karya seni multi-disiplin yang telah dikurasi secara khusus serta terdapat galeri dan butik yang menawarkan pilihan produk buatan pengrajin lokal.
Galeri produk lokal di Mondrian Singapore Duxton. Foto: Mondrian Singapore Duxton.
Sudah tentukan ingin menginap di mana?

Hari kedua, menikmati keindahan pesisir di Pantai Palawan

Puas di kamar hotel seharian, sisihkan waktumu untuk pergi ke luar. Salah satu rekomendasi kumparan adalah pantai Palawan yang dikelilingi dengan panorama khas pesisir.
Salah satu area menarik dari pantai yang berada di Sentosa Island adalah sebuah jembatan gantung yang melintasi sebuah teluk kecil. Di sini banyak tempat untuk berswafoto atau sekadar menikmati pemandangan pantai yang bersih.
Jembatan gantung di Pantai Palawan Singapore. Foto. The Palawan @ Sentosa.
Bila terlalu menantang, di pantai ini juga terdapat dua menara kembar yang menyuguhkan pemandangan dari ketinggian. Pengunjung bisa bisa menyaksikan kapal feri yang besar, tanker minyak, dan kapal kontainer yang lalu lalang melintas di laut dari tepi pantai.
Lain halnya jika mengajak keluarga, di pantai ini juga terdapat destinasi lengkap untuk anak-anak bernama The Palawan @ Sentosa yang menjadi kawasan hiburan dan gaya hidup dari Shangri-La Group yang belum lama diresmikan pada Agustus 2023.
The Palawan @ Sentosa menawarkan delapan pengalaman rekreasi. Salah satunya yang patut dicoba adalah HyperDrive yang menawarkan pengalaman kebut-kebutan di atas lintasan gokart indoor.
HyperDrive di The Palawan @ Sentosa. Foto. The Palawan @ Sentosa.
Pengendara berkesempatan menjajal lintasan sepanjang 308 meter dengan durasi sekitar 8 menit dan kecepatan rata-rata mencapai 30 kilometer per jam. Bila tak bisa menyetir, tenang! Sebelum mulai, petugas akan memberikan instruksi dan memberikan segala perlengkapan keselamatan.
Sambil menunggu anak-anak bermain gokart, coba bisa melipir ke UltraGolf di The Palawan @ Sentosa. UltraGolf menawarkan petualangan golf yang menarik dan menyenangkan di pinggir pantai.
UltraGolf di The Palawan @ Sentosa. Foto: The Palawan @ Sentosa.
Di UltraGolf, ada lapangan mini golf 18 hole yang dapat dinikmati oleh semua orang, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru belajar. Satu yang unik adalah lapangan ini memiliki 2 posisi tee, sehingga pemain dapat memilih tingkat kesulitan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Sambil bermain golf, kamu akan mendapatkan dosis Vitamin D yang baik untuk tubuh lewat sinar matahari dan angin laut Singapura. UltraGolf adalah pilihan yang sempurna. Cobalah bersaing dengan teman atau keluarga kamu di lapangan mini golf ini, dan nikmati cuaca cerah yang menyenangkan.
Puas bermain gokart atau golf, kini saatnya bersama-sama bermain di HydroDash, taman air terapung pertama di Singapura yang menawarkan berbagai tantangan seru untuk semua anggota keluarga. Saat tiba di sana. Kamu akan melihat platform terapung besar yang mengambang di atas perairan biru jernih.
HydroDash di The Palawan @ Sentosa. Foto: The Palawan @ Sentosa.
Di atas platform tersebut, ada sejumlah atraksi seru yang menanti. Kamu dan keluarga akan segera merasakan kegembiraan ketika melompat dari satu elemen ke elemen lainnya, mencoba melewati rintangan-rintangan yang menguji keseimbangan dan keterampilan.
Tidak hanya itu, ada juga seluncuran yang akan membawamu tercebur ke dalam air. Ini adalah pengalaman yang luar biasa untuk bersenang-senang dan merasakan sensasi air di bawah matahari tropis Singapura.
Kenyang mengumpulkan momen kebersamaan, saatnya kenyangkan perut di +Twelve sambil duduk di tepi kolam renang dengan pemandangan laut yang menakjubkan.
+Twelve The Palawan @ Sentosa. Foto: The Palawan @ Sentosa.
DI +Twelve, ada kolam renang yang memiliki bar terapung di tengahnya, membuatmu dapat menikmati minuman segar sambil berendam di kolam renang yang menyegarkan. Menu di +Twelve juga sangat menggugah selera dan beragam.
Salah satu yang harus kamu coba adalah Salmon Belly Sushi Roll. Sushi gulungan ini memiliki rasa segar dan tekstur yang lembut, membuatnya menjadi hidangan untuk menutup hari yang sempurna.
Rekomendasi hidangan di +Twelve The Palawan @ Sentosa. Foto: The Palawan @ Sentosa.
Selain itu, ada juga menu seperti +Twelve Club Sandwich dan 999 Gold Wrapped Miyazaki Beef Tenderloin A5 Platter for 2 yang memanjakan lidah.
Bila ingin mencicipi makanan dari berbagai budaya di Singapura, The Palawan @ Sentosa juga memiliki food trucks yang penuh dengan variasi kuliner. Dengan 10 food truck ikonik yang berjejer, kamu akan dimanjakan dengan berbagai pilihan makanan beragam, seperti taco yang gurih, burger yang menggoda, hidangan Jepang-Korea, dan banyak lagi.
Salah satu Food truck di The Palawan @ Sentosa. Foto: The Palawan @ Sentosa.
The Palawan Food Trucks adalah pilihan yang tepat untukmu dan keluarga bisa menjelajahi dunia kuliner dalam satu tempat, sambil menikmati suasana yang ceria dan pemandangan pantai yang menakjubkan.
Ingin mencoba semuanya? Pesan tiket atraksi The Palawan @ Sentosa di tiket.com atau Blibli, ya?
Seharian berkelana di kawasan Sentosa, kini akhiri perjalananmu untuk menjelajah pengalaman kuliner yang luar biasa di Singapura.

Hari Ketiga, merasakan sensasi kuliner Singapura yang tak biasa

Sebelum pulang ke Indonesia, mampirlah ke Kopitiam di Circular Road. Dari depan Kopitiam, sama sekali tidak ada yang mencolok. Namun, cobalah berjalan menuju kulkas dekat wanton mee stall dan kamu akan menemukan bahwa kulkas tersebut sebenarnya sebuah pintu rahasia.
Pintu masuk Dragon Chamber. Foto: Dragon Chamber.
Di balik pintu tersebut, The Dragon Chamber seolah menjadi dunia lain yang menyambutmu. Bernuansa temaram dengan cahaya fluorescent dan artwork yang misterius, kamu seolah berada di tempat rahasia di mana para gangster biasa berkumpul. Tak hanya interiornya yang keren dan kekinian, makanan dan minumannya pun lezat dan sayang untuk dilewatkan.
Ya, di balik rahasia The Dragon Chamber, tersaji aneka menu makanan yang bisa memuaskan cita rasamu. Contohnya saja Wagyu Truffle Beef Hor Fun yang memanjakan lidah, Firecracker Chicken and Maple Fritters dengan pedas menantang, atau The Dragon Mountain yang menggugah selera, serta menu andalan lainnya yang patut dicoba.
Wagyu Truffle Beef Hor Fun ala Dragon Chamber. Foto: Dragon Chamber.
Selain The Dragon Chamber, Restoran Cina kontemporer Mott 32 juga bisa dijadikan pilihan untuk memanjakan lidahmu. Selain dikenal dengan menu autentik Cina, mott 32 menyajikan pengalaman fine dining unik, terutama tema interiornya.
Pintu masuk Mott 32. Foto: Mott 32.
Perancang interior pemenang penghargaan Joyce Wang kembali ikut mendesain Mott 32
Singapura yang terinspirasi dari Negeri Singa itu sendiri. Ia tetap mempertahankan DNA dan suasana Mott dengan sentuhan ciri Singapura sebagai 'Garden City'.
Suasana di Mott 32. Foto: Mott 32.
Pasukan' tanaman hijau dipasangkan dengan pola botani porselen dan matriks pencahayaan menciptakan suasana yang super-unik. Tema botani lainnya terlihat dalam skema warna yang tersebar di seluruh ruangan.
Sebuah dinding hijau dengan tampilan kaca di bar belakang, marmer kayu hutan hujan, lampu gantung Singapura yang menampilkan jaring logam untuk memberikan sentuhan industri sementara warna kain bagian dalam yang lembut dilukis tangan dengan dedaunan untuk mencerminkan kontras Singapura. Sebuah kota metropolis industri yang terletak di antara alam yang subur dan hijau.
Tak hanya unggul di interior, Mott 32 Singapura juga punya hidangan ikonis yang harus dicoba seperti Barbecue Pluma Iberico Pork Glazed dengan Yellow Mountain Honey dan Apple Wood Roasted Peking Duck dengan "Signature Cut" khas Mott 32.
Hidangan ikonik di Mott 32. Foto: Mott 32.
Dengan waktu persiapan 48 jam, bebek ini dibumbui dalam rendaman khusus dan diasapi di atas kayu apel sebelum disajikan dan diukir di meja nakas. Tersedia setiap hari dalam jumlah terbatas, bebek ini dimasak sesuai pesanan dan memerlukan pemesanan 24 jam sebelumnya. Kebayang kan rasanya gimana? Hmm yummy!
Masih punya banyak waktu di hari terakhir, mampirlah ke The Coconut Club yang berada di Beach Road. Belum ke Singapura rasanya jika tak mencicipi sajian viral yang satu ini.
Sejak dibuka pada 2016 dan sukses mendapatkan gelar Michelin Star, The Coconut Club berhasil mengambil hati para foodie dari berbagai negara berkat hidangan nasi lemaknya yang dibuat dari santan kelapa Kampong dan Mawa.
Nasi lemak The Coconut Club. Foto: The Coconut Club
Selain terkenal dengan nasi lemaknya, The Coconut Club juga terkenal dengan pilihan side dish lainnya seperti ketam masak lemak cili api, hidangan ini dibuat dari kepiting yang dimasak dengan kari santan kelapa dan kunyit yang pedas.
Puas bersantap saatnya bersiap ke Changi untuk pulang ke Bumi Pertiwi.
Dari staycation di hotel mewah, destinasi keluarga, hingga sajian kuliner menarik tersedia di Singapura. Kamu bisa dengan mudah menyiapkan semua kebutuhan liburanmu di Singapura seperti tiket pesawat, hotel, maupun kegiatan yang diinginkan lewat tiket.com atau Blibli.
Yuk, ukir momen liburan yang biasa jadi luar biasa di Singapura sekarang juga! Karena Negara ini selalu siap menyambutmu kapan saja. kunjungi www.visitsingapore.com untuk informasi lengkapnya. #VisitSingapore #MadeinSingapore #SingapuraBanget
Advertorial ini dibuat oleh kumparan Studio