Kumparan Logo

Menilik Masalembu, Segitiga Bermuda Indonesia yang Memakan Banyak Nyawa

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal-kapal tengah bersandar di pelabuhan tradisional Masalembu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kapal-kapal tengah bersandar di pelabuhan tradisional Masalembu Foto: Shutterstock

Nama Masalembu atau Masalambo mungkin belum terdengar akrab di telinga kamu. Tapi, bagi kamu pemerhati angkutan transportasi laut dan udara, nama itu bisa saja tak lagi asing.

Dijuluki sebagai Segitiga Bermuda, Masalembu dikenal memakan banyak nyawa, sama seperti Segitiga Bermuda di Samudera Atlantik.

Ada banyak kejadian tragis yang terjadi di kawasan perairannya, mulai dari kecelakaan kapal laut hingga kecelakaan pesawat terbang. Dua kasus yang paling menyita perhatian adalah kecelakaan KM Tampomas II dan hilangnya pesawat Adam Air.

Kapal Ro-Ro KM Santika Nusantara rute Surabaya - Balikpapan terbakar di perairan laut utara Pulau Masalembo, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/BASARNAS

Kecelakaan KM Tampomas II terjadi pada 25 Januari 1981. Kapal itu terbakar ketika tengah bertolak dari Dermaga Tanjung Priok menuju Ujungpandang.

KM Tampomas II membawa 1.105 Penumpang, 191 mobil, dan 200 motor. Akibat insiden tersebut, 431 orang tewas termasuk sang kapten, Abdul Rivai.

Kecelakaan populer berikutnya di Masalembu adalah pesawat Adam Air tujuan Surabaya-Manado yang terbang pada 1 Januari 2007. Pesawat yang membawa 102 penumpang itu dinyatakan hilang tanpa jejak setelah tak bisa dihubungi ATC Makassar.

Berdasarkan rekaman kotak hitam yang ditemukan di perairan Majene oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), disimpulkan bahwa jatuh menabrak permukaan air laut hingga terbelah dua.

Kasus terakhir di Perairan Masalembu adalah Kapal Ro-Ro KM Santika Nusantara dengan rute Surabaya-Balikpapan yang terbakar saat melaut pada pada Kamis, 22 Agustus 2019 pukul 20.45 WIB. Untungnya, seluruh penumpang dinyatakan selamat, tak ada korban jiwa.

Ilustrasi Masalembu dalam peta Foto: Faisal Nu'man

Kepulauan Masalembu berada di kawasan segitiga imajiner di perairan Laut Jawa antara Pulau Bawean di Jawa Timur, Kota Majene di Sulawesi Barat, dan Pulau Tengah di Nusa Tenggara Barat.

Lokasinya yang berada di tengah-tengah Pulau Jawa, Sulawesi, dan NTB serta beberapa kasus di atas semakin memperkuat gelar Segitiga Bermuda yang disandang oleh Masalembu.

Secara geografis, Kepulauan Masalembu memiliki empat pulau, tiga di antaranya merupakan pulau utama yang berpenghuni, yakni Pulau Masalembu, Masakambing, dan Karamian. Sementara itu, pulau tanpa penghuni di Kepulauan Masalembu dikenal sebagai Pulau Kambing.

Secara administratif, Kepulauan Masalembu berada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Luas total wilayahnya mencapai 40,85 km persegi. Kawasan kepulauan ini berbatasan langsung dengan Laut Jawa di seluruh sisinya.

Panorama Masalembu yang menawan dengan laut yang biru Foto: Shutterstock

Dari sisi legenda, Masalembu dipercaya masyarakat setempat sebagai lokasi bernaungnya kerajaan gaib terbesar di Indonesia yang dihuni siluman dan jin.

Versi lain menyebutkan perairan Masalembu sebagai daerah yang dikuasai Ratu Malaka, sosok gaib tak kasat mata yang diyakini sebagai 'ibu' dari orang-orang Suku Laut.

Oleh sebab itu, warga di Kepulauan Masalembu meyakini bahwa siapa pun yang hendak melalui perairannya, mesti memberi salam dan meminta izin pada para penghuni laut serta membawa sesajen khusus.

Apabila terjadi gelombang bergaris putih, maka itu merupakan tanda bahwa kawasan tersebut tak boleh dilewati. Nekat menerobos, maka nyawa taruhannya. Biasanya, orang-orang yang bandel dan tetap berlayar akan 'disambangi' cuaca buruk atau kelak akan bernasib sial sepanjang perjalanan.

Masyarakat beraktivitas di sekitar pelabuhan Masalembu Foto: Shutterstock

Selain alasan soal kepercayaan dan lokasinya yang berada di segitiga imajiner, 'keangkeran' Masalembu rupanya bisa dijelaskan secara ilmiah.

Jika ditilik lebih dalam, perairan Masalembu memang dikelilingi laut lepas. Jaraknya sekitar 112 mil dari Pelabuhan Kalianget.

Lokasi Masalembu yang mendekati garis khatulistiwa ke arah Selatan membuat pola iklim yang cenderung kering. Salah satu karakteristik iklim kering adalah kerap dilanda angin kencang. Curah hujannya pun rendah tak beraturan.

embed from external kumparan

Letak Kepulauan Masalembu juga berada di aliran arus yang tidak normal. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, di perairan Masalembu kerap terjadi gelombang tinggi yang disebabkan arus yang tak stabil

Arus tak stabil itu merupakan efek dari benturan yang terjadi antara arus Laut Jawa (dari Barat ke Timur), arus Laut Flores (dari Timur ke Barat), ditambah dengan arus Selat Makassar yang membelahnya (dari Utara ke Selatan).

Hal ini yang membuat kapal di perairan Masalembu sering kali bergetar hingga kehilangan keseimbangan. Angin kencang yang melanda kawasan ini juga berpotensi merusak alat navigasi kapal, sehingga meningkatkan risiko kapal karam.

"Sebetulnya daerah itu pertemuan arus dari Selat Karimata sama arus Laut Jawa dari arah Barat ke Timur, dari Timur ke Barat," ujar peneliti Konservasi Kakaktua Indonesia yang pernah meneliti di Masalembu kepada kumparan, Senin (22/5/2017).

Seorang traveler tengah mengeksplorasi pantai di Kepulauan Masalembu yang berpasir putih dan berbatasan dengan laut biru Foto: Shutterstock

Di luar dari kisahnya yang angker sebagai Segitiga Bermuda versi Indonesia, Masalembu punya keindahan alam yang tidak bisa diragukan. Lokasinya yang dikelilingi perairan membuat kepulauan ini punya banyak pantai indah.

Kawasannya yang juga masih jarang dikenal membuat Masalembu masih sangat asri dan sepi wisatawan. Sangat cocok buat kamu yang ingin menikmati alam pantai yang memikat sambil mencari ketenangan.

Beberapa pantai andalan yang wajib dikunjungi ketika menyambangi Masalembu adalah Pantai Masna, Cemara, dan Sembilan Gili Genting. Lautnya yang jernih membiru berteman pasir putih bikin kamu betah sampai tak mau pulang.

Buat kamu pecinta wisata bahari, Masalembu juga sangat menarik untuk dikunjungi karena variasi ikannya yang melimpah.

Ada yang sudah pernah Masalembu?

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.