Kumparan Logo

Museum Kelas Dunia Ini Hadirkan Tur Virtual Buat Kamu yang Work From Home

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
National Museum of Anthropology Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
National Museum of Anthropology Foto: Shutter Stock

Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengimbau warga untuk melakukan segala aktivitasnya di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona. Dari mulai belajar, bekerja, hingga beribadah.

Kebijakan mengisolasi diri di rumah mungkin akan membuatmu jenuh dan canggung, karena harus meninggalkan situasi lingkungan yang ramai dan produktif. Bahkan, rencana liburan akhir pekan pun tertunda karena banyak tempat wisata yang ditutup imbas virus corona.

Tapi, jangan khawatir, kamu bisa melakukan banyak hal walaupun di rumah, salah satu nya liburan. Di zaman yang semakin canggih ini, kamu tetap bisa liburan secara vitual meski harus di rumah saja.

2500 museum terkenal di dunia telah menghadirkan tur virtual dan pemaran secara online. Bekerja sama dengan Google Arts & Culture, musuem dunia seperti Musuem Van Gogh di Amsterdam, Guggenheim di New York, dan ribuan museum lainnya akan membantu kamu yang ingin menambah pengetahuan tentang seni, sejarah, dan sains.

Berikut kumparan rangkum, museum kelas dunia yang sajikan tur virtual yang bisa menemani kamu saat berada di rumah.

1. Guggenheim Museum, New York

Guggenheim Museum, New York Foto: Shutter Stock

Musuem yang terletak di New York, Amerika Serikat ini juga ikut menampilkan tur virtual. Lewat fitur Google Street View, pengunjung dapat menjelajahi tangga spiral Guggenheim yang menjadi ikon New York.

Selama tur, kamu bisa melihat karya seni yang dibuat seniman era Impresionis, Post-Impresionis, Modern, dan Kontemporer. Selain itu, dengan fitur yang disediakan Google Street View, pengunjung dapat melihat secara detail setiap karya yang dipajang hanya dengan zoom in atau zoom out.

2. Mausoleum Qin Shi Huang, Xián

Pasukan Terracotta Foto: Shutterstock

Situ Web Administrasi Warisan Budaya Nasional, China menyediakan 100 pameran seni di negara tersebut yang dapat diakses oleh wisatawan mancanegara. Salah satu museum yang menyediakan tur virtual adalah situs Mausoleum Kaisar Qinshihuang di Xián, China.

Di sini, kamu dapat melihat objek wisata sejarah dari berbagai dinasti, salah satunya adalah Terracotta Army. Terracotta Army menampilkan peninggalan sejarah kekaisaran pertama di China berupa ribuan patung tentara, ratusan kuda, dan kereta perang. Ada juga senjata-senjata para prajurit.

3. Museum Getty, Los Angeles

Museum Getty, Los Angeles Foto: Shutter Stock

Google Street View juga menyediakan tur virtual di musuem Getty Los Angeles. Di museum ini, kamu dapat melihat koleksi seni Eropa dari abad ke-8, yang terdiri dari pahatan, lukisan seniman Eropa, sketsa, manuskrip, patung, dan fotografi.

Museum ini juga menyimpan beberapa koleksi lukisan terkenal milik Irises karya Vincent Van Gogh, Le Sacrifice de Polyxena karya Giambattista Pittoni, dan King of France and Navarre karya Hyacinthe Rigaud. Selain itu, museum ini juga kerap digunakan sebagai pusat penelitian dan institusi konservasi.

4. National Museum of Anthropology, Meksiko

National Museum of Anthropology, Mexico City Foto: Shutter Stock

Dibangun pada tahun 1964, museum ini didedikasikan untuk arkeologi dan sejarah warisan pra-Hispanik Meksiko. Ada 23 ruang pameran yang dipenuhi dengan artefak kuno, termasuk beberapa dari peradaban Maya.

Sayangnya, tidak semua museum dan galeri seni populer yang ada di museum ini dapat dikunjungi dengan tur virtual Google Arts & Culture. Namun, kamu bisa tur online yang ditawarkan pihak museum melalui situs web resmi mereka.

5. Museum Kesenian São Paulo, Brasil

Museum de Arte de São Paulo, Brasil Foto: Shutter Stock

Museum de Arte de São Paulo merupakan museum modern pertama Brasil yang didirikan pada tahun 1947. Museum yang didirikan oleh pengusaha Assis Chateaubriand merupakan museum seni paling populer di Amerika Latin.

Saat berkeliling secara virtual di museum ini, kamu akan melihat karya seni yang diletakan di bingkai perspektif yang seolah-olah melihatkan karya tersebut melayang di udara.