New Normal, Tempat Wisata di Banyuwangi Tak Boleh Buka 7x24 Jam

Banyuwangi berencana akan segera membuka kembali tempat wisatanya. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengatakan bahwa ada pemerintah daerah menargetkan tempat wisata di Banyuwangi akan dibuka kembali pada Juli atau Agustus mendatang.
Hal ini disampaikannya dalam program Live Corona Update kumparan Bersama Azwar Anas: Jurus Banyuwangi Hadapi Pandemi, Rabu (10/6). Sementara ini, pemerintah setempat tengah melakukan simulasi dan exercise untuk menerapkan kebiasaan anyar (baru) pada masa new normal.
"Target kami, sih, Juli/Agustus bisa dibuka kalau simulasinya sukses. Kalau tidak bersih, bisa langsung kita tutup," ujarnya.
Walau begitu, meskipun kelak destinasi wisata telah dibuka kembali, hal itu tidak menjadi jaminan bahwa tempat tersebut akan terus dibuka. Pemerintah daerah akan melakukan pengecekan terhadap tempat wisata.
Apabila penerapan protokol COVID-19 dilakukan dengan tidak benar atau tempat wisata tidak dibersihkan dengan baik, maka pemerintah boleh melakukan penutupan. Selain itu, tempat wisata di Banyuwangi juga tidak diperbolehkan buka setiap hari.
"Di Banyuwangi itu, destinasi wisata tidak boleh dibuka 7x24 jam, maksimal lima hari. Nah, dua harinya mereka bisa lakukan pembersihan. Begitu juga warung, tidak boleh tujuh hari buka, harus ada satu hari tutup untuk membersihkan. Ini yang kita sebut sebagai kebiasaan anyar. Itu yang kita sosialisasikan pada masyarakat," kata Azwar menjelaskan.
Pada kumparan, ia juga menjelaskan bahwa nantinya destinasi wisata akan memberlakukan protokol kesehatan new normal yang ketat. Protokol kesehatan menggunakan masker, mencuci tangan, physical distancing dan juga pemeriksaan suhu tubuh akan dijadikan sebagai kebiasaan anyar.
Sembari bersiap dan menunggu hotel dan travel agent siap menyongsong new normal, destinasi dan pemerintah daerah terus bersiap. Melakukan sosialisasi, latihan, serta simulasi, sehingga nantinya wisatawan yang datang jadi merasa aman dan nyaman.
"Karena jujur bisnis ini bermodal kepercayaan. Saya enggak mau ketika orang datang ke destinasi wisata, tiba-tiba malah jadi positif. Ini akan menjadi black campaign untuk Banyuwangi. Tapi tentu, destinasi wisata ini tidak bisa mandiri, destinasi wisata di Banyuwangi bisa jalan kalau sebelumnya protokol kesehatannya juga jalan," pungkas Azwar.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
