Kumparan Logo

Peneliti Ungkap Situs Gunung Padang Sudah Ada Sebelum Kerajaan Sunda

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan Situs Gunung Padang, Cianjur, Kamis (9/1/12025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan Situs Gunung Padang, Cianjur, Kamis (9/1/12025). Foto: kumparan

Situs Megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali dilakukan pemugaran dan penelitian. Menariknya, tim peneliti memastikan bahwa usia situs Gunung Padang mencapai ribuan tahun sebelum masehi, dan sudah ada sebelum berdirinya kerajaan-kerajaan Sunda.

Ketua Tim Peneliti Situs Megalitikum Gunung Padang, Ali Akbar, mengatakan tim peneliti belum dapat memastikan nama peradaban atau kerajaan yang membangun situs punden berundak tersebut, meski ditemukan sejumlah corak, seperti tapak harimau dan kujang.

Suasana Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Kamis (9/1/2025). Foto: Dok. kumparan

"Awalnya tim menduga lekukan di batu berasal dari tetesan air pohon yang mengikis permukaan batu dalam waktu lama, namun seiring pengamatan lebih lanjut, beberapa bentuk dinilai terlalu spesifik dan berpola, seperti bentuk kujang dan tapak harimau," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Oleh sebab itu, pihaknya belum dapat menyimpulkan, namun sudah mengundang ahli petrografi (ilmu geologi yang berfokus pada deskripsi detail bebatuan, khususnya melalui pengamatan mikroskopis), guna memastikan apakah terbentuk secara alami atau justru hasil karya manusia pada masa lalu.

Suasana Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Kamis (9/1/2025). Foto: Dok. kumparan

Ali mengatakan bahwa corak garis atau alur mungkin dapat dijelaskan secara petrologi, namun untuk bentuk yang sangat khas, seperti tapak hewan akan diteliti lebih dalam, apakah permukaan itu pernah ditatah, dikikis, atau terbentuk karena faktor alam.

"Hasil diskusi awal bersama ahli geologi dan petrologi, beberapa lubang pada batuan diyakini terbentuk secara alami, karena proses pendinginan lava yang menyisakan gelembung udara, namun untuk corak tertentu diperlukan kajian yang lebih mendalam," tuturnya.

Tantangan Peneliti di Situs Gunung Padang

Suasana Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Kamis (9/1/2025). Foto: Dok. kumparan

Tantangan utama dalam mengungkap identitas peradaban pembuat situs adalah karena tidak adanya bukti tertulis seperti prasasti atau catatan sejarah, sehingga proses penelusuran menjadi lebih kompleks dan membutuhkan kajian mendalam.

"Karena tidak ditemukan catatan tertulis, untuk sementara kami menyebutnya sebagai masyarakat pembuat Situs Gunung Padang. Kemungkinan mereka adalah leluhur dari masyarakat yang tinggal sekarang, atau malah kelompok yang sama sekali berbeda," ujar Ali.

Suasana Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Kamis (9/1/2025). Foto: Dok. kumparan

Pihaknya memastikan situs tersebut lebih tua dari kerajaan Sunda, namun belum mengetahui secara pasti siapa pembuatnya, karena sebelum masyarakat yang dikenal saat ini, kemungkinan sudah ada kelompok masyarakat lain yang pernah menghuni kawasan tersebut.

"Tapi tidak menutup kemungkinan bentuk yang unik dan berbeda dari lekukan alami biasa di atas batu tersebut hasil tangan manusia prasejarah, sehingga kami sudah mengundang ahli petrografi untuk melakukan riset langsung di lokasi," pungkasnya.