Penting, Ini Hal-hal yang Harus Diperhatikan Turis saat Liburan ke Korea Utara
·waktu baca 2 menit

Tak jarang ada turis penasaran bagaimana rasanya liburan ke tempat yang bikin deg-degan, atau bisa dibilang tak pernah terpikirkan untuk dikunjungi.
Pernahkah kamu berpikiran untuk liburan di Korea Utara? Jika iya, mungkin hal-hal ini harus kamu perhatikan.
Kalau kamu merupakan warga negara Amerika Serikat, Korea Selatan, atau Malaysia, saat ini tidak diperbolehkan sama sekali masuk ke Korea Utara.
Dilansir SCMP, untuk turis yang ingin mengunjungi Korea Utara harus dengan operator tur yang terdaftar dan disetujui oleh negara tersebut. Bisa dibilang kamu tidak bisa melakukan perjalanan sendiri.
Selain itu, kamu harus mengisi formulir pemesanan dari operator tur yang dipilih, formulir visa DPRK, menandatangani persyaratan perjanjian perjalanan, memberikan salinan paspor, dan foto paspor dengan latar belakang putih.
Biasanya semua persyaratan terasebut akan difasilitasi oleh operator turnya. Kamu juga jangan kaget jika tidak mendapatkan cap di paspor nantinya, karena visa tersebut ada di lembar kertas terpisah.
Kamu juga perlu perhatikan destinasi wisata di Korea Utara bukan hanya Kota Pyongyang. Namun, ada juga zona ekonomi khusus, Rason, bermain ski di Masik, mendaki puncak tertinggi Gunung Paektu, dan menghadiri acara khusus seperti Mass Games.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Liburan ke Korea Utara
Korea Utara memiliki etikanya tersendiri dan aturan-aturan yang ketat untuk diikuti. Seperti halnya pentingnya basa-basi saat ingin berbicara untuk menunjukkan tata krama.
Misalnya saja seperti “Aunnyonghashimnika” yang berarti “halo”, sedangkan “Bankapsumnida” berarti “senang bertemu denganmu”, “Kamsahamnida” berarti “terima kasih”, dan “Mianhamnida” berarti “maaf”.
Selain itu, ada hal yang sebaiknya tidak dilakukan, yaitu jangan menyebut nama pemimpin DPRK dulu atau sekarang tanpa gelar, karena dinilai tidak sopan. Misalnya jika merujuk ke Kim Jong-Un, maka kamu harus memanggil dengan Jenderal.
Menunjuk monumen atau representasi sensitif secara politik dari para pemimpin Korea Utara juga dianggap sangat tidak pantas. Selain itu, tidak boleh mengambil foto sembarangan dan disebarluaskan.
Namun, pada dasarnya boleh saja melakukannya atas kebijaksanaan pemandu wisata DPRK kamu. Di tempat-tempat seperti Rason, pengambilan foto kehidupan sehari-hari di kota lebih dilonggarkan, sementara di Pyongyang, hal itu bisa tidak disukai oleh masyarakat setempat.
Dilarang keras membawa atau mendapatkan materi sensitif apa pun. Kamu tidak diizinkan untuk membawa materi, seperti buku, CD, atau gambar yang dapat membawa pengaruh alternatif bagi orang-orang di Korea Utara.
