Perhatian! Wisatawan Asing Kini Dilarang Kunjungi Kampung Baduy Dalam & Gajeboh
·waktu baca 2 menit

Wisatawan asing kini dilarang mengunjungi Kampung Baduy Dalam dan Kampung Gajeboh, yang terletak di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten. Hal ini dilakukan sesuai dengan keputusan lembaga adat setempat.
"Berdasarkan keputusan lembaga adat bahwa Kampung Baduy Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikawarta, dan Cikeusik dari dulu hingga sekarang dilarang dikunjungi wisatawan asing dari berbagai negara," ujar Sekretaris Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Medi, seperti dikutip dari Antara.
Tak hanya itu, Kampung Gajeboh juga kini dilarang dikunjungi wisatawan asing, berdasarkan keputusan lembaga adat setempat. Sebab, di Kampung Gajeboh terdapat rumah Lembaga Adat, yang lokasinya berbatasan dengan Baduy Dalam.
"Kampung Gajeboh sebelumnya diperbolehkan dikunjungi wisatawan asing, namun sekarang tidak boleh. Sebab, di Kampung Gajeboh terdapat rumah Lembaga Adat yang tidak boleh terkena jepretan kamera," kata Medi.
Untuk itu, Medi juga sudah menyampaikan surat edaran agar wisatawan asing dapat mematuhi aturan, dengan tidak mengunjungi Kampung Baduy Dalam dan Kampung Gajeboh.
Meskipun demikian, wisatawan asing masih tetap diperbolehkan mengunjungi Kampung Baduy Luar yang memiliki 61 kampung di permukiman hak tanah ulayat adat. Kampung-kampung Baduy Luar, seperti Kadu Jangkung, Karahkal, Kadu Gede, Belimbing, Cicakal, hingga Kadu Ketug.
"Namun, wisatawan asing yang ingin mengunjungi Desa Adat Baduy dilarang menggunakan pemandu dari luar Baduy, karena mereka tidak begitu paham tentang larangan lembaga adat. Sebaiknya menggunakan pemandu lokal dari warga Baduy sendiri untuk mengunjungi kampung-kampung Baduy Luar," tutur Medi.
Sementara itu, Kepada Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Farid Surawan, mengatakan bahwa pihaknya tidak masalah jika ada keputusan dari lembaga adat tentang larangan wisatawan asing masuk ke Kampung Baduy Dalam dan Kampung Gajeboh.
"Kami menghormati dan menghargai keputusan Lembaga Adat Baduy dan harus dipatuhi. Kami akan melakukan sosialisasi kepada wisatawan dari mancanegara," kata Farid.
