Perhatikan, Ini 4 Tips Ambil Foto atau Video di Tempat Umum dan Destinasi Wisata
ยทwaktu baca 3 menit

Apa hal yang kamu persiapkan saat liburan? Akomodasi, waktu, hingga uang pastinya. Namun, ada sesuatu yang sekarang tidak bisa ketinggalan walaupun itu untuk kehidupan sehari-hari, yaitu ponsel.
Saat liburan, penggunaan ponsel dan kamera itu pun menjadi hal penting, karena kerap digunakan untuk mengabadikan momen-momen berhargamu.
Namun, penggunaan kamera untuk berfoto atau mengambil video terkadang bisa menimbulkan masalah yang tidak diinginkan, ketika kamu berada di sebuah ruang publik atau destinasi wisata.
Tapi, bukankah setiap pengambilan foto dan video harus memperhatikan dan menghormati aturan yang berlaku di sebuah tempat?
Jika berada di sebuah negara atau tempat, ada baiknya mengetahui terkait aturan dan hukum yang berlaku untuk melakukan pengambilan foto dan video.
Dilansir How to Geek, berikut adalah tips saat akan mengambil foto atau video di tempat umum atau destinasi wisata.
1. Ketahui Kondisi Tempat yang Dikunjungi
Tempat umum bukan hanya tempat di mana publik bisa pergi. Mal, bandara, taman, museum, konser, dan sejenisnya merupakan ruang publik.
Mal berhak melarang orang mengambil foto atau video dengan menggunakan kamera profesional. Jika keamanan di sana memberi tahu untuk berhenti, namun tidak kamu indahkan, mereka bisa mengusirmu dari tempat tersebut.
Bukan berarti tidak bisa berfoto di mal atau museum. Sebagian besar dengan senang hati mengizinkanmu mengambil gambar, selama tidak mengganggu pelanggan lain.
Mungkin kamu juga memerlukan izin lokasi, jika berencana untuk menjual gambar tersebut.
2. Jangan Membawa Perlengkapan yang Berlebihan
Jika kamu ingin mengambil foto di tempat umum atau destinasi wisata dengan menggunakan kamera profesional, batasi barang bawaanmu agar tidak mengganggu orang lain.
Karena kalau membawa terlalu berlebihan dan terlalu berat, tentu itu bisa menghalangi orang lain, bahkan membuat bahaya kamu dan pengunjung-pengunjung lainnya.
3. Patuhi Aturan
Selalu patuhi aturan lokasi di mana kamu akan berkunjung. Jika dilarang menggunakan flash dan tripod, maka patuhilah. Tidak hanya tidak menghormati museum dan pengunjung lainnya, tetapi jika kamu tetap melakukan itu, kamu akan mempersulit orang lain yang akan berkunjung.
Perlakukan penjaga keamanan sebagai buku peraturan berjalan. Jika mereka bilang jangan dilakukan, maka jangan dilakukan. Saat ditegur bereaksilah dengan tenang dan jangan bersikap defensif.
Cukup menjelaskan kenapa kamu melakukan hal tersebut, dan katakan bahwa kamu tidak mengetahui larangan yang berlaku di sana.
4. Berhati-hatilah Mengambil Foto Orang Lain
Undang-undang seputar pengambilan foto orang lain di depan umum berbeda-beda di setiap negara dan negara bagian. Ada baiknya periksa situasi hukum negara dan lokasi yang akan kamu tuju.
Meskipun mengambil foto orang lain adalah legal, kamu harus tetap berhati-hati dan menghormati. Aturan nomor satu dalam mengambil foto orang lain adalah jangan bertingkah seperti orang aneh atau penguntit.
Sebaiknya, jangan mengambil foto anak orang lain tanpa izin. Bahkan jika itu legal dan tidak jarang itu akan membuat orang tuanya keberatan. Jika memungkinkan, mintalah izin dan beri tahu orang lain jika mereka memperhatikanmu.
Kalau seseorang menolak untuk fotonya diambil, maka jangan diambil fotonya. Pikirkan tentang apa yang akan kamu lakukan, apakah itu berdampak untuk seseorang atau tidak. Hanya karena tidak tertulis secara hukum untuk melakukan sesuatu, bukan berarti kamu bebas melakukannya tanpa memikirkan hak orang lain.
