Sandal Jepit—Baju Kuning, Ini 5 Barang yang Tak Boleh Dibawa ke Negara Tertentu

16 November 2022 6:58
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
com-Ilustrasi packing pakaian untuk mudik Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi packing pakaian untuk mudik Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Pergi liburan adalah hal yang paling ditunggu oleh orang banyak. Terkadang, saking senangnya, mungkin kamu akan melakukan packing dan membawa barang-barang yang seharusnya tidak dibawa.
ADVERTISEMENT
Nah, kamu harus memperhatikan barang apa saja yang kamu butuhkan dan memastikan barang-barang tersebut boleh masuk ke pesawat.
Sebab, ada aturan barang bawaan yang harus kamu patuhi untuk membawa barang-barang yang ingin dimasukkan ke dalam pesawat. Contohnya, tidak boleh membawa cairan dengan ukuran lebih dari 100 ml, juga senjata tajam.
Namun, perlu diketahui juga, ternyata di beberapa negara ada barang yang tidak boleh dibawa untuk masuk ke negara tersebut. Jadi, ada baiknya kamu mengetahui apa saja barang-barang itu.
Baru-baru ini, perusahaan pakar properti dunia YourOverseasHome.com memberi tahu lima barang aneh yang dilarang dibawa masuk ke negara-negara tertentu.
Kira-kira apa saja, ya, barang-barang tersebut?

1. Bunga Melati - China

Seorang pekerja memilah bunga melati di rumah industri melati Desa Bandengan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pekerja memilah bunga melati di rumah industri melati Desa Bandengan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Pada Mei 2011, dilaporkan bahwa polisi Beijing telah melarang penjualan bunga melati di berbagai pasar, yang menyebabkan jatuhnya harga grosir.
ADVERTISEMENT
Baik bunga maupun tanaman tidak dapat dijual, dibeli, dipakai, atau dibicarakan di China sejak seruan anonim untuk "revolusi melati" China mulai beredar di internet.
Maka dari itu, pemerintah setempat melarang bunga melati dibawa masuk ke negaranya karena itu dianggap memperjualbelikan bunga melati.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

2. Telur Kejutan Kinder - Amerika Serikat

Telur cokelat Kinder Surprise terlihat dipajang di supermarket di Islamabad, Pakistan. Foto: Caren Firouz/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Telur cokelat Kinder Surprise terlihat dipajang di supermarket di Islamabad, Pakistan. Foto: Caren Firouz/REUTERS
Dilansir Daily Star, Telur Kejutan Kinder dilarang di Amerika Serikat. Bukan hanya itu, turis dan warganya juga ilegal untuk mengimpornya karena undang-undang melarang makanan apa pun dengan 'benda non-nutrisi' masuk ke negaranya.
Salah satunya termasuk mainan yang berada di dalam produk kembang gula tersebut.

3. Sandal Jepit - Capri, Italia

Ilustrasi sandal jepit bayi. Foto: TierneyMJ/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sandal jepit bayi. Foto: TierneyMJ/Shutterstock
Barang ini biasanya menjadi favorit para turis untuk dibawa saat pergi liburan. Namun, ternyata di pulau ini, kamu tidak boleh membawanya. Barang itu adalah sandal jepit.
ADVERTISEMENT
Di Pulau Capri, dilarang memakai alas kaki yang sangat berisik termasuk sandal jepit. Tentu hal ini memiliki alasan, yakni karena penduduk setempat menghargai kedamaian dan ketenangan mereka.

4. Baju Kuning - Malaysia

 Ilustrasi warna kuning pastel. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi warna kuning pastel. Foto: Shutter Stock
Pada 2016, pemerintah Malaysia melarang pakaian kuning setelah ribuan pengunjuk rasa yang mengenakan kaus kuning membanjiri jalan-jalan Kuala Lumpur dan menuntut pengunduran diri Perdana Menteri.
Sejak itu, siapa pun yang mengenakan pakaian kuning dapat ditangkap, dengan asumsi mereka juga memprotes.

5. Vape dan Rokok Elektronik - Thailand

Ilustrasi Vape. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Vape. Foto: Shutter Stock
Sementara rokok elektronik atau e-rokok digunakan di seluruh dunia sebagai cara untuk membantu orang berhenti merokok, Thailand telah melarang impor, ekspor, penjualan, dan kepemilikan produk vaping sejak November 2014.
Sikap keras ini ditegaskan kembali pada Agustus 2022, menyusul legalisasi ganja di Thailand. Wakil Perdana Menteri dan Menteri Kesehatan Masyarakat, Anutin Charnvirakul, menegaskan kembali larangan impor dan penggunaan rokok elektrik.
ADVERTISEMENT
Dia menyatakan bahwa rokok elektronik menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi pengguna dan vaping membantu menciptakan perokok baru terutama di kalangan anak muda di Thailand.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020