Kumparan Logo

Sandiaga: Seluruh Sektor Parekraf Segera Terintegrasi Aplikasi PeduliLindungi

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menparekraf Sandiaga Uno saat Rapat Koordinasi Persiapan Pembukaan Pariwisata Bali.  Foto: Kemenparekraf RI
zoom-in-whitePerbesar
Menparekraf Sandiaga Uno saat Rapat Koordinasi Persiapan Pembukaan Pariwisata Bali. Foto: Kemenparekraf RI

Kabar tentang penerapan aplikasi PeduliLindungi di tempat wisata akhirnya mendapatkan kepastian. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan segera menerapkan peraturan terbaru tentang penggunaan aplikasi PeduliLindungi di tempat wisata.

Hal ini diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno, dalam Weekly Press Briefing, Senin (6/9). Sandi mengatakan bahwa seluruh sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) akan segera terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

kumparan post embed

"Seluruh sektor pariwisata dan ekonomi kreatif direncanakan akan terintegrasi aplikasi PeduliLindungi. Nantinya, sebagai pilot kita akan mengeluarkan QR code di tempat wisata," kata Sandi.

Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya ditetapkan sebagai kota untuk pilot project penerapan aplikasi PeduliLindungi di tempat wisata. Keempat kota ini dipilih karena penurunan status PPKM yang cukup signifikan.

"Akan ada indikator hijau, kuning, merah, dan hitam saat wisatawan men-scan QR code melalui aplikasi PeduliLindungi. Hitam merupakan indikator terbaru yang menyatakan bahwa wisatawan belum divaksin dan masih terus berkegiatan, atau terindikasi kontak erat dengan kasus positif COVID-19," terang Sandi.

Ilustrasi aplikasi Peduli Lindungi. Foto: Melly Meiliani/kumparan
kumparan post embed

Lebih lanjut, Sandi mengatakan bahwa imbauan dan seruan untuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi secara bertahap akan dikoordinasikan dengan lintas kementerian dan pariwisata. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua berjalan dengan lancar, sebelum penerapan aplikasi ini dilakukan di seluruh kota di Indonesia.

"Penerapan aplikasi PeduliLindungi juga tak hanya di tempat wisata, tetapi juga akan menyentuh penyelenggaraan MICE dan beberapa kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya," lanjutnya.

Sayangnya, Bali tidak termasuk dalam empat kota yang akan menjadi pilot project penerapan aplikasi PeduliLindungi di tempat wisata. Hal ini karena Bali masih PPKM Level 4 dan penularan COVID-19 di Pulau Dewata masih cukup tinggi.

"Bali belum (PPKM) di Level 3, sehingga belum bisa dijadikan lokasi pilot-ing. Ke depan seiring menurunnya level PPKM di Bali dan meningkatnya vaksinasi, aplikasi PeduliLindungi akan kita sosialisasikan di Bali dan sebagai acuan pembukaan pariwisata Bali," pungkas Sandi.

kumparan post embed