Selama Pandemi, Kehidupan Laut di Raja Ampat Membaik

Selalu ada hikmah di setiap musibah, mungkin ungkapan tersebut sangat tepat untuk menggambarkan kondisi di Raja Ampat. Sebab, selama pandemi virus corona mewabah, ekologi di Raja Ampat pun membaik selama beberapa bulan belakangan.
Vice President Asia-Pacific Field Division Conservation International, Mark Erdman, mengungkapkan bahwa tak ada lagi hiruk pikuk wisatawan di Raja Ampat sejak pembatasan perjalanan karena corona, berdampak positif terhadap lingkungan di Raja Ampat.
"Ini juga cukup menarik, kita lihat terumbu karang dan mega fauna di Raja Ampat justru diberikan istirahat pada saat ada masa COVID-19. Di beberapa dive site yang dulu menjadi sangat crowded justru terumbu karang tumbuh dengan baik tanpa adanya divers atau snorkelers," kata Mark dalam konferensi pers daring 'New Normal Raja Ampat', Rabu (10/6).
Mark juga mengungkapkan bahwa tingkat underwater noise, atau suara kebisingan dari kapal-kapal yang biasa mengangkut wisatawan berkurang. Hal tersebut membuat hewan-hewan laut yang sebelumnya bersembunyi pun muncul kembali.
"Bahkan dilaporkan, manta dan hiu bisa dilihat di air dangkal, bahkan di tempat yang dulu banyak wisatawan. Paus dan lumba-lumba juga akan lebih senang, karena laut terhindar dari kebisingan," lanjut Mark.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ikram M. Sangaji. Ia mengungkapkan bahwa ada peningkatan kualitas ekosistem di beberapa kawasan konservasi pada destinasi wisata.
"Hasil monitoring biofisik di beberapa kawasan konservasi yang menjadi destinasi wisata selama pandemi COVID-19 pada periode Maret-Mei ada peningkatan kualitas ekosistem utama, meningkatnya frekuensi pemunculan biota laut dilindungi, ada eksternalitas positif akibat pendemi COVID-19," kata Ikram.
Sementara itu, saat pariwisata terhenti, otomatis laut di Raja Ampat menjadi sepi, bahkan masyarakat lokal yang bekerja di pariwisata beralih profesi sebagai pencari ikan dan berkebun.
"Kita juga mendapat laporan bahwa penangkapan ikan makin mudah untuk beberapa masyarakat lokal di Raja Ampat. Saya pikir ini satu hal yang sangat postif, justru kita melihat bahwa konservasi laut daerah di Raja Ampat berfungsi dengan sangat baik untuk ketahanan pangan masyarakat lokal," papar Mark.
Walaupun alam diberikan untuk istirahat selama kurang lebih dua bulan ini, Mark mengingatkan bahwa sektor pariwisata di Raja Ampat merupakan roda ekonomi yang harus digerakkan.
"Tentunya ini waktu untuk refleksi, saya lihat Raja Ampat diberikan kesempatan untuk merumuskan arah dan pengembangan pariwisata di Raja Ampat," pungkas Mark.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
