kumparan
7 Februari 2020 11:05

Studi: Traveling Bisa Bikin Lebih Bahagia Ketimbang Menikah

Lipsus, Sertifikasi Pranikah, COVER 1:1
Ilustrasi Menikah. Foto: Pixabay
Menikah menjadi salah satu hal yang diidam-idamkan banyak orang. Menjalin rumah tangga bersama orang terkasih, serta menatap masa depan bersama tentu memberikan sebuah kebahagiaan tersendiri.
ADVERTISEMENT
Namun, baru-baru ini sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa traveling ternyata bisa membuat kita lebih bahagia ketimbang menikah. Kok bisa, ya?
Dilansir Brightside, menurut penelitian yang dilakukan oleh Booking.com, sebuah situs pemesanan hotel dan perjalanan wisata, ada beberapa hal ketika traveling yang ternyata memberi kebahagian lebih besar ketimbang sebuah pernikahan.
Ilustrasi milenial traveling di Indonesia
Ilustrasi milenial traveling ke Tegalalang, Bali Foto: Shutter Stock
Booking.com mewawancarai lebih dari 17 ribu orang dari 17 negara berbeda untuk melakukan jejak pendapat dengan tema kebahagiaan. Ternyata dalam penelitian tersebut, tim Booking.com menemukan bahwa ada beberapa hal yang didapatkan ketika traveling.
Misalnya sekitar 77 persen responden menyatakan bahwa traveling bisa bikin mereka lebih bahagia dibanding hal lainnya. Kemudian selain merencanakan liburan, tak sedikit responden yang merasa lebih antusias bahkan ketika mereka hanya melihat peta dan memilih tempat yang ingin dikunjungi.
ADVERTISEMENT
Menariknya, sebanyak 49 persen responden mengatakan mereka merasa lebih bahagia ketika merencanakan sebuah perjalanan wisata dan saat pergi liburan, dibandingkan apa yang mereka rasakan di hari pernikahan. Bahkan, setengah dari responden tadi mengklaim bahwa mereka merasa traveling lebih menggairahkan daripada kencan.
Traveling dengan pasangan dengan menggunakan motor
Traveling dengan pasangan dengan menggunakan motor Foto: Shutter Stock
Selain itu, 45 persen responden lainnya menyatakan bahwa dorongan emosional yang mereka terima saat bepergian lebih besar daripada apa yang mereka rasakan ketika bertunangan maupun menikah. Kemudian, sekitar 29 persen partisipan mengaku bepergian membuat mereka lebih bahagia daripada menjadi orang tua.
Hal ini karena saat traveling tubuh melepaskan hormon endorfin dan oksitosin. Kedua hormon tersebut bertanggung jawab dalam memicu perasaan bahagia. Dengan hasil tersebut, para peneliti pun menyimpulkan bahwa traveling menjadi rahasia di balik kebahagiaan yang sebenarnya.
ADVERTISEMENT
Dalam penelitian yang sama, Booking.com juga menemukan fakta menarik bahwa sekitar 70 persen responden menyatakan traveling mampu memberikan kebahagiaan daripada membeli banyak barang. Tak hanya itu, traveling nyatanya juga baik untuk kesehatan mental.
Kalau kamu bagaimana? Setuju dengan hasil penelitian di atas?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan