Kumparan Logo

Sultan Sih Bebas, ke Selandia Baru Naik Jet Pribadi Meski Lagi Lockdown

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pesawat pribadi milik Nasser Al Rashid Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat pribadi milik Nasser Al Rashid Foto: Shutter Stock

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan keadaan darurat nasional dalam menghadapi virus corona. Negara tersebut telah melakukan lockdown secara total selama empat pekan sejak Rabu (25/3).

Namun, saat negara itu menutup semua akses kedatangan, sebuah jet pribadi mendarat di Bandara Christchurch, Selandia Baru pada Kamis (26/3). Menurut beberapa sumber, pesawat itu lepas landas dari Georgia, Amerika Serikat dan transit di Pulau Honolulu, Hawaii, sebelum mendarat di Bandara Christchurch.

Ilustrasi pesawat pribadi milik Nasser Al Rashid Foto: Shutter Stock

Jet pribadi berjenis Gulfstream itu merupakan milik miliarder asal Arab Saudi, Nasser Al Rashid. Nasser diketahui memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan Arab Saudi. Jet pribadi seharga 125 juta dolar Amerika atau Rp 2 triliun ini diakuisisi oleh perusahaan milik Nasser, Rashid Engineering.

Manajer komunikasi Bandara Christchurch, Yvonne Densem, membenarkan bahwa pesawat milik miliarder Arab itu mendarat di Bandara tersebut. Densem mengatakan pesawat itu telah menjalani prosedur Bandara dan memiliki izin dari Departemen Kesehatan Selandia Baru.

"Saya dapat mengkonfirmasi pesawat mendarat setelah gelap tadi malam, dan disambut oleh pejabat dari Departemen Kesehatan dan semua protokol yang disetujui diikuti," kata Densem.

Ilustrasi pesawat pribadi milik Nasser Al Rashid Foto: Shutter Stock

Sampai saat ini, belum diketahui tujuan kunjungan pesawat milik Miliarder itu ke Selandia Baru. Pihak Bea Cukai Selandia Baru mengatakan bahwa pesawat jet pribadi itu sudah mendapat persetujuan sejak awal Maret, dengan lima awak pesawat dan empat penumpang.

"Operator pesawat pribadi itu telah diberitahu tentang langkah-langkah perjalanan baru yang sudah berlaku. Penumpang atau awak dari penerbangan swasta sedang diproses dengan cara yang sama seperti penerbangan komersial," kata pihak Bea Cukai Selandia Baru.

Seorang pejabat industri penerbangan mengatakan bahwa setiap jet pribadi yang mendarat harus sesuai persetujuan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (MFAT) Selandia Baru. Ia juga memprediksi bahwa pesawat itu bertujuan untuk menjemput warga negara Arab Saudi yang berada di Selandia Baru.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!