kumparan
28 Agustus 2019 12:50

Tak Lagi Gratis, Ini Tips Siasati Biaya Bagasi Pesawat

KONTEN SPESIAL, JASA TITIP, Ilustrasi koper di bandara
Ilustrasi koper di bandara. Foto: Shutter Stock
Bagasi merupakan salah satu komponen terpenting dalam bepergian dengan menggunakan pesawat. Sejumlah maskapai penerbangan low cost carrier (LCC) pun sempat menggratiskan layanan ini.
ADVERTISEMENT
Cukup membayar tiket pesawat, penumpang mendapat kuota bagasi gratis seberat 10-20 kilogram. Tapi sayangnya, maskapai LCC kini tidak lagi menggratiskan bagasi. Artinya kamu harus membayar bagasi, di luar tiket pesawat yang sudah kamu bayar.
KONTEN SPESIAL, JASA TITIP,  Ilustrasi orang membawa barang dan koper banyak di Bandara
Ilustrasi orang membawa barang dan koper banyak di Bandara. Foto: Shutter Stock
Lion Air dan Wings Air adalah contoh maskapai LCC yang telah menerapkan kebijakan baru itu sejak 8 Januari 2019. Adapun tarif yang dikenakan tergantung pada rute yang ditempuh. Misalnya untuk rute Jakarta-Denpasar yang diasumsikan lebih jauh ketimbang Jakarta-Surabaya, harga bagasinya tentunya berbeda.
Penghapusan bagasi gratis ini telah sesuai dengan aturan mengenai bagasi berbayar yang terdapat dalam Pasal 22 Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
KONTEN SPESIAL, JASA TITIP,  Ilustrasi orang membawa barang dan koper banyak di Bandara
Ilustrasi orang membawa barang dan koper banyak di Bandara. Foto: Shutter Stock
Adanya perubahan kebijakan ini pun membuat biaya yang dikeluarkan traveler jadi membengkak. Meski demikian, penghapusan layanan gratis ini sebenarnya bisa kamu siasati dengan cara lain, lho!
ADVERTISEMENT
Lantas, bagaimana caranya? Simak tipsnya berikut ini!
1. Perhatikan standar ukuran bagasi yang boleh dibawa
 Ilustrasi Koper yang Akan Dimasukan Ke Bagasi Pesawat
Ilustrasi Koper yang Akan Dimasukan Ke Bagasi Pesawat Foto: Pixabay
Dilansir dari situs Airhelp, tips pertama, kamu harus memastikan terlebih dulu ukuran bagasi yang diperbolehkan untuk dibawa.
Biasanya setiap maskapai mempunyai aturannya masing-masing baik untuk bagasi kabin maupun bagasi tercatat. Untuk bagasi kabin, biasanya berat maksimal yang diizinkan adalah 7 kg.
Kamu bisa mengecek aturan soal ukuran bagasi ini di situs web masing-masing maskapai penerbangan. Jangan sampai kamu membawa bagasi terlalu besar alias tak sesuai standar aturan.
Sebab, jika hal ini terjadi maka kamu harus membayar kelebihan bagasi. Nah, tarifnya pun berbeda-beda sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai penerbangan.
2. Atur barang bawaan seringkas mungkin
Ilustrasi merapikan barang ke dalam koper
Ilustrasi merapikan barang ke dalam koper Foto: Shutter Stock
Tips kedua, pastikan kamu hanya membawa barang-barang yang memang kamu perlukan saat traveling. Tinggalkan barang yang tidak penting atau bukan prioritas. Selain itu, kamu bisa melakukan siasat lain.
ADVERTISEMENT
Alih-alih melipat pakaian, kamu bisa menggulungnya sehingga kopermu muat banyak. Kamu juga bisa menggunakan ziplock plastik agar barang bawaan tak makan tempat. Hasilnya, kamu tak perlu bawa koper besar saat traveling.
Ingat, setiap pesawat mengizinkan kamu untuk membawa satu tas punggung dan tas jinjing ke dalam kabin, asal beratnya tak lebih dari 7 kg. Jika kamu berhasil meringkas bawaanmu, sejatinya kamu bisa memanfaatkan fasilitas ini. Jadi enggak ribet, bukan?
3. Timbang kopermu saat di rumah
TIPS, opsi jemaah haji kirim barang
TIPS, opsi jemaah haji kirim barang. Foto: Dok. Istimewa
Nah, ada baiknya setelah selesai berkemas kamu harus menimbang koper dan semua barang bawaanmu. Jika lebih dari 7 kg, maka kamu tak bisa membawanya masuk ke kabin. Mau tak mau, kamu harus mencatatkan bagasimu.
Jika kamu naik pesawat full service, pastikan beratnya tak lebih dari kuota bagasi gratis yang disediakan. Lalu, bagaimana jika kamu naik pesawat LCC dan barang bawaan harus masuk bagasi tercatat? Cek tips selanjutnya!
ADVERTISEMENT
4. Beli kuota bagasi secara online
Ilustrasi penumpang mengambil barang dari kabin penyimpanan saat hendak keluar pesawat
Ilustrasi penumpang mengambil barang dari kabin penyimpanan saat hendak keluar pesawat Foto: Shutter Stock
Jika kamu naik pesawat LCC dan barang bawaanmu dipastikan tak bisa masuk bagasi kabin, maka kamu bisa beli kuota bagasi secara online. Maskapai penerbangan biasanya menyediakan paket pre-paid baggage. Tarifnya pun lebih murah ketimbang kamu bayar di tempat pada saat check in.
Biasanya untuk pre-paid baggage, kamu harus membelinya sekitar 6 jam sebelum keberangkatan. Ada paket untuk bagasi 5 kg, 10 kg bahkan hingga 30 kg. Pastikan kamu membeli paket pre-paid baggage sesuai kebutuhan.
5. Gunakan koper yang lebih baik
Koper untuk berpergian
Koper untuk berpergian Foto: Pixabay
Coba perhatikan kopermu. Pastikan bahwa kopermu bukan koper jadul yang biasanya sudah berat bahkan saat tidak ada isinya alias kosong.
Saat ini, koper-koper keluaran terbaru sudah didesain sedemikian rupa sehingga menjadi lebih ringan, tentunya dengan kualitas yang tetap baik.
ADVERTISEMENT
Perhatikan juga jenis dan bentuk koper sebelum membeli. Sebab, bagi kamu yang doyan traveling, membeli koper semacam investasi. Jika kamu membeli dengan tipe yang tepat dan kualitas baik, kamu tak akan kesulitan mengatur barang tiap kali traveling.
6. Gunakan jasa ekspedisi ketimbang beli bagasi
TIPS, opsi jemaah haji kirim barang
TIPS, opsi jemaah haji kirim barang. Foto: Dok. Istimewa
Ada kalanya kamu tak bisa menghindari kelebihan bagasi. Sebelum kamu memutuskan untuk membeli kuota bagasi, ada baiknya cek dulu tarif jasa ekspedisi. Biasanya tarif pengiriman ini lebih murah ketimbang harus beli bagasi.
Apalagi jika paket kuota bagasi juga tidak sesuai dengan barang bawaan mu. Misalnya, kamu kelebihan bagasi 6 kg sedangkan pilihan paket kuota bagasi yang tersedia hanya 5 kg dan 10 kg.
Nah, daripada membeli kuota 10 kg dan mubazir, sebaiknya kamu cek dulu tarif jasa ekspedisi. Sebab layanan jasa ekspedisi memungkinkan kamu mengirim barang per kilogram tak terpatok pada paket-paket tertentu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan