The Beatles Story: Lorong Waktu Perjalanan The Fab Four

Royal Albert Dock pernah jadi pusat kehidupan di Kota Liverpool. Dibangun pada pertengahan abad ke-19, pelabuhan ini sempat jadi salah satu yang teramai di dunia. Namun, pada Perang Dunia II, Albert Dock hancur dibom tentara Poros. Hampir setengah abad kemudian, ia baru dibangun kembali tetapi fungsinya tak lagi sama.

Kini, Albert Dock bukan lagi jantung yang memompa darah kehidupan ke nadi-nadi kota. Meski demikian, ia tetap ramai dikunjungi orang, meski dengan kepentingan berbeda. Saat ini, Albert Dock adalah salah satu pusat wisata di Liverpool dan The Beatles Story, alias Museum The Beatles, menjadi salah satu atraksi yang paling ramai didatangi.
The Beatles Story terletak di gerbang utama Albert Dock. Gerbang itu berseberangan dengan bianglala raksasa berwarna putih yang mustahil untuk luput dari pandangan mata. Untuk memasuki The Beatles Story, pengunjung harus turun tangga terlebih dahulu ke lantai dasar Albert Dock.
Tidak murah memang untuk menikmati segala koleksi yang ditampilkan di The Beatles Story. Satu orang dewasa harus mengeluarkan uang 17 poundsterling atau sekitar Rp 306 ribu. Namun, pengalaman yang disajikan di sana begitu lengkap dan otentik.
Pada dasarnya, The Beatles Story adalah kisah perjalanan band tersebut yang dituturkan secara kronologis. Total, ada 27 titik utama rangkaian perjalanan karier The Beatles dari awal sampai akhir.
Sebelum menyusuri lorong waktu itu, pengunjung diberikan sebuah gawai, lengkap dengan headset. Gawai plus headset itu adalah pengganti tour guide di sana. Lewat situ, pengunjung bisa mendengarkan penjelasan mendetail untuk tiap-tiap titiknya. Bahkan, ada beberapa titik yang keterangannya dilengkapi video ataupun wawancara eksklusif.
Mendetailnya penjelasan dan lengkapnya koleksi di The Beatles Story membuat para pengunjung dipastikan butuh waktu lama untuk menyelesaikan tur. Apalagi, kalau kamu benar-benar merupakan penggemar band asli Liverpool tersebut.
Beberapa titik yang paling menarik di sana adalah replika pintu masuk Star Club di St. Pauli, Hamburg, tempat The Beatles memulai karier, miniatur bar Casbah, miniatur studio Abbey Road, replika toko musik NEMS, replika Yellow Submarine, serta replika ruang tempat John Lennon merekam video klip "Imagine".
kumparan sendiri butuh waktu sekitar tiga jam di sana. Di dalam museum, kami mendengarkan dengan seksama penjelasan yang diberikan lewat headset. Dari situ kami jadi makin sadar akan pentingnya peran Brian Epstein, sang manajer, dalam perkembangan karier The Beatles.
Kisah Epstein diceritakan secara mendetail dari awal ketika dia menemukan Paul McCartney, John Lennon, Ringo Starr, dan George Harrison lewat toko musik NEMS, sampai akhirnya dia wafat mendahului The Fab Four. Ada pula kesaksian Linda McCartney soal jasa Epstein bagi grup musik suaminya.
Tiga jam lamanya kumparan berada di sana. Setelah puas menyusuri lorong waktu tadi, para pengunjung bisa melepas lelah di kafe atau berbelanja di toko suvenir yang berada di lantai dua. Segala pengalaman ini wajib dicoba bagi Beatlemania mana pun di seluruh muka bumi.
