Tidak Mati Muda-Tak Pakai Warna Pink, 5 Hal yang Dilakukan Wanita Victoria
ยทwaktu baca 3 menit

Sebelum berada di era sekarang, ternyata banyak hal yang mungkin kamu tidak ketahui tentang kehidupan di dunia ini. Salah satunya adalah bagaimana kehidupan di Era Victoria.
Era Victoria merupakan masa yang berada pada abad ke-19 di Britania Raya. Saat itu, Inggris dipimpin ratu yang bernama Victoria. Ia menjabat sebagai ratu cukup lama, mulai dari tahun 1837 hingga 1901.
Era ini juga disebut sebagai salah satu masa kejayaan Inggris, karena banyak inovasi yang dibuat, mulai dari ekonomi, teknologi, kesehatan, hingga budaya.
Namun, ternyata di balik itu semua, ada hal-hal yang tidak pernah dilakukan oleh para wanita di era Victoria.
Dilansir History, berikut adalah 5 hal yang tidak pernah dilakukan oleh wanita di era Victoria.
1. Tidak Mati Muda
Orang-orang di Inggris pada abad ke-19, biasanya hidup hanya sampai usia rata-rata 40 tahun. Bayi dan anak-anak meninggal karena penyakit, kekurangan gizi, dan kecelakaan pada tingkat yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan masa kini.
Namun, jika seorang gadis berhasil bertahan hidup hingga dewasa, ia berpeluang hidup sampai 50 tahun hingga 70 tahun atau bahkan lebih dari itu.
Peluang ini meningkat seiring berjalannya waktu. Perbaikan sanitasi, nutrisi, dan perawatan medis juga memperpanjang rentang hidup di era Victoria.
2. Tidak Menikah Muda
Pada akhir abad ke-18, usia rata-rata menikah adalah 28 tahun untuk pria dan 26 tahun untuk wanita. Namun, selama abad ke-19, usia rata-rata wanita Inggris menikah malah menjauh dari tahun sebelumnya.
Alasannya bervariasi, tergantung pada kelas sosial dan ekonomi. Biasanya, wanita kelas pekerja cenderung menikah sedikit lebih tua dari rekan-rekan mereka.
3. Tidak Menikah dengan Sepupu
Di awal tahun 1800-an di Inggris, menikah dengan sepupu ada hal yang wajar. Bahkan hal tersebut bisa menghasilkan beberapa manfaat, seperti kekayaan dan properti.
Namun, pada abad ke-19, pernikahan antara sepupu menjadi kurang umum. Peningkatan mobilitas dan ekonomi membuat kriteria calon suami mereka juga turut meningkat.
Namun, pernikahan sepupu tetap populer di kalangan kelas atas. Seperti Charles Darwin menikahi sepupu pertamanya Emma Wedgwood, serta Ratu Victoria dan Pangeran Albert.
4. Tidak Pakai Korset Ketat
Wanita muda populer zama dulu digambarkan tampil mengenakan korset dan berpenampilan cantik. Namun, di era Victoria, mereka hanya mengenakan korset di jam-jam tertentu.
Pada saat itu, korset bukan sekadar mode, tapi juga dianggap mendorong postur tubuh yang baik dan sehat, serta untuk menjaga organ-organ internal dalam keselarasan yang tepat.
Bahkan, ada praktik ekstrem menghilangkan tulang rusuk untuk melangsingkan pinggang, yang dikabarkan telah berkembang di era Victoria.
5. Tidak Pakai Warna Pink
Pada abad ke-19, warna putih biasanya disukai untuk bayi dan anak-anak dengan jenis kelamin apa pun, sampai mereka mencapai usia sekitar 6 tahun atau 7 tahun.
Seiring bertambahnya usia, anak-anak mengenakan versi yang lebih pucat dari warna yang dikenakan orang dewasa. Pink dianggap sebagai warna yang kuat, jantan, maskulin, sedangkan biru memiliki kesan halus, lembut, dan feminin.
Jadi anak laki-laki lebih sering terlihat dalam warna pink, sedangkan anak perempuan lebih menyukai warna biru pucat. Baru pada awal abad ke-20 hingga akhir tahun 1940-an, pink mulai digunakan secara universal untuk anak perempuan dan biru untuk anak laki-laki.
