Tips Fotografi: Ini yang Harus Kamu Ketahui Kalau Ingin Memotret Suku Baduy
·waktu baca 3 menit

Kini perjalanan dari kota Jakarta ke lokasi Suku Baduy di Desa Ciboleger, Kab Lebak, Banten sudah bisa di tempuh hampir 3 Jam perjalan. Kita bisa melalui akses tol Rangkasbitung, Banten, yang bisa memotong lebih singkat.
Kondisi jalan nya pun bisa dikatakan bagus dan mulus, hanya dibeberapa titik tertentu saja yang masih kita temui jalanan rusak salah satunya di sekitar proyek penggalian pasir.
Ketika kita sampai di tugu selamat datang suku Baduy, Desa Ciboleger, kita tidak perlu khawatir untuk parkir kendaraan, parkiran cukup luas. Apabila tidak cukup banyak warga setempat juga membuka lahan parkir untuk para wisatawan yang membawa kendaraan pribadi.
Kali ini teman kumparan berbincang langsung dengan fotografer Muhammad Bagus Khoirunas, ia seorang fotografer yang berdomisili di kawasan Rangkasbitung. Hanya butuh waktu 1 jam perjalanan dari rumahnya untuk menuju perkampungan Suku Baduy di Ciboleger.
Bagus sapaan akrabnya bercerita bagaimana keindahan alam dan keramahan warga suku Baduy yang membuat betah berlama-lama di sana.
Pertama kali ia ke sana untuk menemani ayahnya bekerja untuk meliput warga suku Baduy pada tahun 2012. Bagus langsung bisa merasakan keramahan masyarakatnya dan keindahan alam yang mempesona.
Untuk teman kumparan yang hendak berlibur dan memotret suku Baduy, ini ada tips dari Bagus.
Persiapkan fisik, teman kumparan harus berjalan menaiki dan menuruni bukit dengan kondisi jalan berbatu. Tapi tidak perlu khawatir, karena pemandangannya indah, rasa capek kita juga akan tergantikan
Gunakan Sepatu Trekking dan Membawa Jas Hujan, Kondisi jalan setapak, tanah dan berbatu ini juga membuat jalan menjadi licin apabila saat turun hujan. Jadi teman kumparan harus menjaga konsentrasi dan harus ekstra berhati-hati agar kita tidak terjatuh.
Kamera dengan Gear secukupnya, untuk memotret kehidupan keseharian masyarakat suku Baduy sebetulnya kita harus bisa membaur kepada masyarakat suku Baduy. Dengan memotret dengan berbekal rasa kekeluargaan kita bisa mengabadikan moment yang natural sebagaimana layaknya masyarakat suku Baduy menjalani hidup, ujar Bagus kepada kumparan. Jadi peralatan kamera yang berlebihan baiknya dihindari, saya memotret menggunakan kamera Nikon D300 serta lensa 18-55 sudah cukup.
Banyak melihat referensi foto, tidak kalah pentingnya teman kumparan. Banyak nya kita riset dan memperbanyak referensi gambar mengenai suku Baduy menjadi modal penting agar kita bisa memotret dengan maksimal.
Berbicara referensi mengenai suku baduy, teman-teman Pewarta Foto Tangerang mengadakan pameran yang bertemakan "Eksplorasi Budaya Baduy dan Peranakan Banten". Pameran foto ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Minggu, 5 Juni 2022. Sebanyak 30 foto dipamerkan setelah melalui proses seleksi dari 300 foto yang dikumpulkan karya fotografer berbagai daerah di Indonesia dalam dua bulan terakhir.
