Unik! Ada Pulau di NTB yang Berisi Ratusan Ular

Mendengar kata ular, sebagian orang pastinya langsung bergidik ngeri. Gimana enggak, binatang melata yang bersisik dan memiliki tubuh panjang itu memang menyeramkan bagi sebagian orang.
Apalagi beberapa jenis di antaranya memiliki bisa yang mematikan. Hanya dengan satu kali patokan, nyawa bisa langsung melayang.
Ular yang tidak berbisa, sedikit banyak bisa juga berbahaya. Tubuhnya sangat kuat. Biasanya jenis ular yang satu ini akan mencengkram tubuh mangsa dengan kuat hingga remuk dan tak lagi bisa bernapas.
Tapi, segala ketakutan itu, rasanya bisa saja tak terlalu bermakna bagi masyarakat di Bima, NTB. Terutama untuk mereka yang tinggal di Desa Pai, Kecamatan Wera.
Tak jauh dari bibir Pantai Oi Caba, sekitar 500 meter jauhnya, kamu bisa menemukan sebuah pulau unik. Pulau berupa batu karang itu tak luas, hanya sekitar 800 meter persegi.
Di atasnya, kamu bisa menemukan pohon yang tumbuh tinggi dengan daun yang meranggas. Pulau ini dikenal sebagai Nusa Nipa atau Pulau Ular.
Ya, penamaan pulau ini bukan tanpa alasan. Sesuai dengan namanya, Pulau Ular dihuni oleh banyak ular. Hewan melata itu biasanya bersembunyi di antara batu atau bergantungan
Ular yang menghuni pulau tersebut berjenis Laticauda colubrina. Kabarnya, ular-ular yang menghuni pulau itu mencapai ratusan, bahkan ribuan.
Ular berekor pipih yang mendiami Pulau Ular juga dipercaya memiliki kekuatan bisa hingga 10 kali lebih kuat ketimbang king cobra. Meski ular ini hidup di alam liar, tetapi entah mengapa, mereka mampu bersikap jinak pada penduduk setempat.
Biasanya, sebelum menyeberang ke pulau, penduduk akan melakukan ritual adat untuk memohon keselamatan pada Sang Pencipta. Terbukti, ketika pengunjung ingin mencoba menyentuh ular yang dibawa nelayan, maka ular itu akan diam dan bersikap tenang.
Kendati jinak, bukan berarti kamu bisa membawanya keluar dari Pulau Ular, ya. Karena itu sudah menjadi aturan yang harus dipatuhi pengunjung sejak dulu.
Dari mana ular-ular di Pulau Ular berasal? Dihimpun berbagai sumber, ada dua alasan yang menyebutkan kedatangan ular di pulau ini.
Alasan versi pertama, masyarakat setempat meyakini bahwa ular laut di Pulau Ular sedang menumpang istirahat sebelum akhirnya mereka pergi kembali mencari makan.
Versi lainnya mengatakan bahwa konon, ular laut yang bisa kamu lihat di pulau tersebut berasal dari sebuah kapal yang terbalik. Menurut cerita yang beredar, kapal terbalik itu adalah kapal yang berisi anggota Kerajaan Flores, beserta para petinggi Pemerintahan Belanda.
Mereka ditawan oleh Kerajaan Bima, karena pada saat itu, Kerajaan Flores dianggap memberontak. Mereka membuat perjanjian kerja sama dengan Belanda, yang mengatur tentang jual beli sumber daya alam (SDA).
Di luar itu, Kerajaan Flores juga dianggap memberontak, karena berusaha melepaskan diri dari Kerajaan Bima. Mendengar kabar tak menyenangkan itu, Raja Bima (Indra Kumala), kemudian murka, hingga akhirnya pecahlah perang.
Kerajaan Flores dan Belanda kalah. Beberapa dari mereka ditangkap dan dibantai di tempat lain. Sementara itu, sisanya dikutuk oleh Raja Bima (Indra Kumala).
Raja Bima mengutuk para petinggi Belanda dan Raja Flores menjadi hewan melata (ular), kapalnya menjadi batu yang membentuk pulau. Sementara tiangnya berubah menjadi pohon kamboja yang tak pernah mati.
Di luar dari kisahnya yang menyeramkan, Pulau Ular punya pemandangan yang apik. Kamu bisa melihat lautan jernih kebiruan dan tentu saja, pemandangan eksotis yang berasal dari ular laut.
Eits, kalau ke Pulau Ular, kamu enggak bisa sembarangan memegang hewan melata itu. Harus nelayan, warga setempat, atau pelaut asli sana yang boleh memegang secara langsung.
Setelah itu, barulah kamu boleh pegang. Setelah dipakai berfoto juga mesti langsung dikembalikan ke habitatnya lagi.
Menarik dan unik, ya. Kamu pernah ke sini?
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
