United Airlines Wajibkan Seluruh Karyawan Divaksin, Yang Menolak Bakal Dipecat
ยทwaktu baca 1 menit

Maskapai penerbangan United Airlines mewajibkan seluruh karyawannya yang berbasis di Amerika Serikat (AS) untuk divaksinasi COVID-19. Kebijakan ini dilakukan setelah kasus COVID-19 varian delta yang melonjak di AS.
Dilansir Reuters, maskapai United mengatakan kepada para pekerjanya di AS, bahwa mereka akan divaksinasi penuh sebelum 25 Oktober 2021 atau lima minggu setelah FDA menjamin persetujuan penuh bagi salah satu vaksin.
FDA saat ini hanya memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson. Namun, BPOM AS itu diperkirakan akan memberikan persetujuan penuh untuk vaksin Pfizer, berdasarkan laporan yang dipublikasi.
Chief Executive Officer United, Scott Kirby, mengatakan bagi karyawan yang menolak divaksinasi akan menerima sanksi dipecat sepihak oleh perusahaan. Sementara itu, karyawan yang dapat menunjukkan bukti vaksinasi sebelum 20 September akan menerima tambahan satu kali gaji.
United Airlines yang memiliki 67 ribu pekerja di AS, telah meminta karyawan baru untuk divaksinasi sejak pertengahan Juni. Sedangkan, pekerja yang tidak divaksinasi diminta untuk menggunakan masker selama berada di lingkungan kerja.
Maskapai yang berbasis di Chicago itu memperkirakan sekitar 90 persen pilot dan hampir 80 persen awak kabin sudah divaksinasi. Mereka juga mendapat insentif karena telah divaksinasi.
Sebelumnya, langkah tersebut sudah diambil lebih dulu oleh maskapai kecil, seperti Frontier Airlines, yang meminta pekerjanya untuk divaksinasi penuh sebelum 1 Oktober atau harus menghadapi pengujian reguler COVID-19.
Sementara, maskapai lain menawarkan tambahan gaji atau waktu libur untuk pekerja yang divaksinasi. Namun, mereka tidak mewajibkan para pekerja untuk divaksinasi.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).
