Kumparan Logo

Usai Jatuhnya Perwira Polisi, Aktivitas di Tebing Parang Jabar Normal

kumparanTRAVELverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi harness yang biasa digunakan untuk memanjat  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi harness yang biasa digunakan untuk memanjat Foto: Shutter Stock

Seorang anggota polisi berinisial AKBP AN terjatuh saat memanjat Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat. Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Menurut penuturan Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono, AKBP AN memanjat tebing bersama dua anggota keluarganya. Tanpa diduga, sling yang menempel di tebing, yang digunakan untuk memanjat tebing setinggi 963 meter itu, terputus.

AKBP AN dan dua anggota keluarganya diduga memanjat Tebing Parang melalui jalur Via Ferrata. Menurut operator tur perjalanan Skywalker di Tebing Parang, Jawa Barat, Muhammad Rubini Kertapati (42), Via Ferrata adalah aktivitas memanjat tebing dengan menggunakan bantuan tangga besi dan sling baja sebagai pengaman.

Malang, AKBP AN akhirnya mesti mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Ilustrasi via ferrata Foto: Shutter Stock

Kasus ini tentu saja membuat ramai media sosial, terutama bagi para pegiat wisata petualangan (adventurous).

Berdasarkan informasi yang diterima kumparan dari Rubini, saat ini pihak kepolisian tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Itu yang saya dengar adalah mereka lagi olah TKP untuk mendapatkan barang bukti atau penyebab kejadiannya. Belum, belum ketahuan (penyebabnya), baru lagi olah TKP," katanya ketika dihubungi kumparan, Minggu (15/2) lewat sambungan telepon.

Ilustrasi kaki pendaki yang tengah melakukan ferrata Foto: Shutter Stock

Meski begitu, menurut pria yang akrab disapa Bibin tersebut, sejauh ini tidak ada penutupan, imbauan, larangan, atau pembatalan aktivitas pemanjatan Via Ferrata di kawasan Tebing Parang.

"Di tempat saya pun, sebagai operator Skywalker di sisi yang lain ya, karena kejadiannya bukan di operator saya, ya. Itu pun kita hari ini masih menerima tamu. Ehe, masih ada dateng tamu, hari ini baru selesai tadi siang," ujarnya.

instagram embed

Ia juga belum tahu jalur mana saja yang akan ditutup apabila memang terjadi penutupan. Menurut Bibin, kondisi rute yang biasa ia gunakan masih aman-aman saja.

"Sama, semuanya itu rutenya di Gunung Parang, sama. Cuma di sisi tebing yang berbeda. Kalau punya saya itu rutenya adalah dari Dusun Cirangkoh, kalau kejadian itu adanya di Dusun Cihuni," pungkas Bibin.