Kumparan Logo

Viral, Sebuah Hotel Secara Misterius Terdampar di Pantai El Salvador

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vila terdamparmisterius di pantai di Costa del Sol, El Salvador Foto: Alejandro A. Borja/Facebook
zoom-in-whitePerbesar
Vila terdamparmisterius di pantai di Costa del Sol, El Salvador Foto: Alejandro A. Borja/Facebook

Sebuah bangunan misterius yang porak poranda secara misterius terdampar di sebuah pantai di Costa del Sol, El Salvador. Hal ini membuat pengunjung garuk-garuk kepala membayangkan bagaimana bangunan menyerupai vila itu dapat terdampar di sana.

Dilansir Oddity Central, vila misterius itu menjadi ramai didatangi para turis yang penasaran bagaiman bisa vila tersebut menepi di bibir pantai. Vila itu sendiri diduga sudah ditinggalkan penghuninya sejak lama. Bagian dalam bangunan tampak rusak dan sudah dipenuhi grafiti.

Hingga saat ini, tak ada yang tau secara pasti alasan bangunan megah itu terbengkalai. Namun, teori yang populer di wilayah tersebut menyebut bahwa vila itu adalah korban dari dahsyatnya badai yang melanda El Salvador, lebih dari 20 tahun lalu.

Vila terdampar misterius di pantai di Costa del Sol, El Salvador Foto: Alejandro A. Borja/Facebook

Bangunan terbengkalai itu dipopulerkan oleh Cholopanza Vlogs di TikToknya. Ia merekam dirinya menjelajahi bangunan dan mengunggah vlog yang lebih mendalam di YouTube-nya. Video tersebut menjadi viral dan turis berbondong-bondong melihat bangunan telantar di Pantai La Puntilla.

Rupanya, bangunan tersebut merupakan sebuah hotel bernama Hotel Puerto Ventura yang beroperasi 28 tahun silam. Agar lebih menarik pengunjung, pemilik memutuskan untuk membangunnya beberapa meter ke pantai berpasir.

embed from external kumparan

Terbukti sekarang bahwa keputusan tersebut merupakan ide buruk, karena hotel menjadi lebih rentan. Bangunan itu diprediksi menjadi bagian dari saksi bisu Badai Mitch yang melanda El Salvador tahun 1998 dan telah menyebabkan kerusakan parah, serta 9.000 jiwa tewas akibat bencana tersebut.

Hotel telantar itu kemudian menjadi markas besar gereja Kristen yang menjelaskan adanya bintang besar Daud di langit-langit lantai pertama. Sayangnya, strukturnya yang terus memburuk menyebabkan hotel itu sekali lagi terbengkalai.

"Mereka membangunnya terlalu dekat ke pantai, itulah yang terjadi. Sebelumnya, izin resmi tidak diperlukan untuk mendirikan bangunan, dan itulah yang terjadi, mereka bertindak terlalu jauh," ujar seorang nelayan setempat mempertimbangkan nasib tragis hotel itu.

Saat ini, struktur bangunan tetap berada di pantai, bersandar di pasir tepat pada titik ombak menghantam pasir. Vila terbengkalai ini lebih mudah diakses pada pagi hari saat air surut.

Namun, air pasang terjadi di sore hari membanjiri dan menciptakan genangan air. Hal tersebut pun tidak menghentikan turis yang penasaran untuk menjelajahi-nya.

embed from external kumparan
embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).