kumparan
13 November 2019 20:26

Wishnutama: Kekayaan Budaya Jadi Senjata Utama Pariwisata

Wishnutama, Istana Negara, POTRAIT
Wishnutama melambaikan tangannya saat berjalan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Promosi pariwisata tengah menjadi fokus pemerintah saat ini. Berbagai upaya dilakukan untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Bahkan pembenahan juga dilakukan di berbagai lini, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pengembangan sumber daya manusia.
ADVERTISEMENT
Namun selain infrastruktur dan SDM, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, mengatakan bahwa kekuatan pariwisata Indonesia sejatinya terletak pada kebudayaan dan adat istiadatnya. Menurut Tama, sapaan akrab Wishnutama, kebudayaan setiap daerah memuat kearifan lokal yang sangat unik. Hal tersebut menurutnya punya nilai jual yang tinggi.
“Ada yang tidak sadar justru kelebihan Indonesia adalah budayanya, kearifan lokal, keunikan, dan alam. Ini jadi tantangan bagaimana menjaga ini semua agar menjadi daya jual yang tinggi,” ujar Tama, dalam Rapat Koordinasi Indonesia Maju di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (13/11).
Prosesi Ruwatan Anak Gimbal di DCF 2019
Prosesi Ruwatan Anak Gimbal di Dieng Culture Festival 2019. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Menurut Tama, salah satu negara yang berhasil menjadikan kebudayaan sebagai andalan bagi sektor pariwisata adalah Bhutan. Sebuah negara kecil yang terhimpit di wilayah Himalaya tersebut berhasil menjaga kebudayaannya dan akhirnya menarik banyak wisatawan.
ADVERTISEMENT
Bhutan punya daya jual tinggi karena bisa menawarkan kepada wisatawan budaya yang betul-betul terjaga. Adat istiadat yang betul-betul terjaga. Alam yang terjaga. Itu sesuatu yang jadi nilai jual di masa sekarang,” ujarnya.
Tak hanya Bhutan, menurut Tama, Maldives juga melakukan hal yang sama. Kepulauan yang punya panorama laut yang eksotis tersebut tidak pernah fokus untuk melakukan pembangunan infrastruktur. Alih-alih melakukan pembangunan secara fisik, Maldives justru tampil memukau wisatawan seluruh dunia karena berhasil menjaga alamnya.
com-Kemenpar, Raja Ampat
com-Kemenpar, Raja Ampat Foto: Dok. Kemenpar
Hal inilah yang diinginkan Tama agar bisa diwujudkan di Indonesia. Untuk itu, menurutnya tantangan paling besar bagi pariwisata Indonesia saat ini adalah keberhasilan mengkonservasi budaya serta alam yang ada. Menjaga kedua hal tersebut tetap otentik dan menarik, khususnya bagi wisatawan mancanegara.
ADVERTISEMENT
“Pariwisata ke depan yang bisa dijual, yang punya tren positif adalah ecotourism dan juga sport tourism. Itu yang buat daya tarik ke depan. Ditambah lagi dengan alam yang sangat unik. Itu daya tarik luar biasa,” Wishnutama.
Kementerian Pariwisata sendiri setiap tahunnya memiliki 100 festival yang masuk dalam Calender of Events. Festival ini terdiri dari berbagai festival yang ada di 34 provinsi di Indonesia.
Beberapa festival yang masuk dalam 100 Calender of Events Kementerian Pariwisata adalah Festival Saman, Tour De Singkarak, Dieng Culture Festival, hingga Festival Danau Sentani.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan