Wishnutama: Piala Presiden Esport 2020 Bisa Datangkan Sport Tourism

7 Januari 2020 18:18 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama saat peresmian taman kumparan, Jumat (13/12). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama saat peresmian taman kumparan, Jumat (13/12). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Pemerintah bersiap untuk menggelar Grand Final Piala Presiden eSport 2020 yang rencananya dilaksanakan pada Februari 2020 mendatang. Sebelumnya, kick off Piala Presiden eSports sudah dimulai pada 13 Oktober 2019 yang lalu.
ADVERTISEMENT
Piala Presiden Esports 2020 merupakan hasil kerja sama dari beberapa pihak pemerintah dan organisasi eSports Indonesia. Dengan terselenggaranya Grand Final eSport Februari mendatang, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, mengatakan acara tersebut menjadi momen terbaik untuk mendatangkan sport tourism ke Indonesia.
Piala Presiden eSports 2019. Foto: Jofie Yordan/kumparan
Dengan itu, para pendukung tim esport dari berbagai negara akan datang ke Indonesia, untuk menyaksikan pertandingan tersebut untuk menyaksikan Grand Final Februari mendatang.
"Apalagi dalam waktu dekat akan ada final Piala Presiden Esports, jadi potensi yang luar biasa. Selain untuk membangun local game juga, ini punya potensi dan juga at the same time mendatangkan sport tourism untuk nonton eSports," kata Wishnutama saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (7/1).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama saat peresmian taman kumparan, Jumat (13/12). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Wishnutama juga mengatakan bahwa dirinya merasa bangga dengan terselenggaranya olahraga elektronik atau permainan video game di Indonesia. Bahkan, ia berharap kedepannya Indonesia dapat menyelenggarakan pertandingan eSport dengan kelas dunia.
ADVERTISEMENT
"Secara umum ini sangat membanggakanlah selama ini proggress yang telah dicapai teman-teman dan tentunya jangan sampai puas di situ aja. Bahkan kalau bisa menyelenggarakan event-event eSports kelas dunia untuk diadakan di Indonesia nantinya," ujar Wishnutama.
Presiden Indonesia Esports Premier League (IESPL) Giring Ganesha (kiri), Menparekraf Wishnutama (tengah) di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf Selasa (7/1). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Hal serupa juga dikatakan oleh Presiden IESPL, Giring Ganesha, ia berharap dengan adanya eSport berskala Internasional dapat meningkatkan daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Giring mengungkapkan bahwa rencana tersebut juga menjadi salah satu strategi pemerintah untuk membesarkan eSport tourism.
"Dan saya tau idenya beliau (Wishnutama) kreatif sekali, jadi bangga bisa duduk bareng sama dia dan punya perspektif bagaimana membesarkan pariwisata lewat eSports. Kita juga punya plan untuk membesarkan eSports tourism juga di Indonesia," ungkap Giring.
Piala Presiden eSports 2020.. Foto: Giring Ganesha (tengah) di acara Kick Off Piala Presiden eSports 2020.
Semakin tingginya minat eSport di Indonesia, Wishnutama mengatakan eSports kini telah menjadi salah satu area prioritas Kemenparekraf dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. Piala Presiden Esports yang kini memasuki tahun kedua, merupakan inisiatif untuk terus meningkatkan potensi eSports agar memberi dampak positif secara ekonomi.
ADVERTISEMENT
“Komitmen dukungan kami terhadap eSports sudah berjalan sejak Piala Presiden eSports yang pertama, saat itu melalui Badan Ekonomi Kreatif. Kini tentunya sinergi dukungan ini semakin menguat dan lebih terintegrasi melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata Wishnutama.
Sementara itu, sebelum eSport muncul di Indonesia, Liga Game yang diadakan pada tahun 1999 merupakan pionir bagi kemunculan eSport di Indonesia. Namun, minimnya fasilitas dan terbatasnya jangkauan informasi membuat Indonesia gagal untuk terjun dalam kompetisi.
Setelah game online bermunculan, perkembangan eSport di Indonesia semakin menjamur. Meski perkembangan eSport di Indonesia berjalan naik-turun, animo masyarakat terhadap eSport semakin kuat dengan adanya kejuaraan Indonesia Games Championship pada 2018 lalu.
Pertandingan itu melibatkan tim-tim mancanegara dan diikuti lebih dari 9 ribu peserta. Acara tersebut juga menarik antusias 13 ribu pengunjung dari berbagai negara untuk menyaksikan pertandingan tersebut. Total hadiahnya pun mencapai Rp 500 juta.
ADVERTISEMENT
Tak berhenti sampai di situ. Indonesia yang notabene tertinggal beberapa kali dalam menerima perkembangan teknologi, termasuk game online, malah berkesempatan menjadi tempat lahirnya sebuah sejarah baru bagi eSports dunia. Sebab, eSports resmi menjadi cabang olahraga (cabor) ekshibisi di Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang, serta terus berlanjut hingga sekarang.