Youtube Embed

Video: Terkecoh Tampilan Bonafide DNA Pro

25 April 2022 14:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Jangan terkecoh tampilan pro. Salah-salah jadi korban DNA Pro.
DNA Pro tak kurang profesional. Tiap presentasi kepada masyarakat—yang notabene calon member, mereka membekali diri dengan setumpuk dokumen seperti:
  1. Nomor Induk Berusaha (NIB)
  2. Sertifikat keanggotaan di Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI)
  3. Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL)
  4. Sertifikat dari Kementerian Komunikasi dan Informatika
  5. Lampiran Perdagangan Langsung dari Kementerian Perdagangan.
Belum lagi gembar-gembor bahwa mereka menggunakan Alfa Success Corp sebagai broker yang terafiliasi dengan Alfa Group, konglomerasi besar dari Rusia. Semua itu membangun citra DNA Pro sebagai platform robot trading bonafide.
Nyatanya: semua itu omong kosong. Inilah faktanya:
  1. NIB yang dikantongi DNA Pro bukan untuk perdagangan robot trading, melainkan untuk jasa pendidikan komputer.
  2. Keanggotaan DNA Pro di AP2LI bukan terkait robot trading, namun pelatihan komputer.
  3. SIUPL yang dimiliki DNA Pro belum diverifikasi, pun—lagi-lagi—itu ditujukan untuk pelatihan (training), bukan perdagangan (trading).
  4. Sertifikat dari Kominfo bukan bukti legalitas DNA Pro, sebab tiap penyelenggara sistem elektronik memang wajib mendaftar ke Kominfo.
  5. Lampiran Perdagangan Langsung dari Kemendag diterbitkan bukan untuk DNA Pro, melainkan untuk DNAKU Digital Net Aset; jenis barang yang dijual pun bukan robot trading, tapi software untuk transaksi kasir.
Pada akhirnya, ketika ada calon member bertanya “Mana izin dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi?)”, DNA Pro menjawab: izin Bappebti tidak diperlukan karena tidak ada dana yang dihimpun; dana member dikelola oleh broker.
Sebuah strategi (menipu) yang cukup jitu.
Ivan Gunawan diperiksa Bareskrim Polri dalam kasus DNA Pro. Foto: Agus Apriyanto
zoom-in-whitePerbesar
Ivan Gunawan diperiksa Bareskrim Polri dalam kasus DNA Pro. Foto: Agus Apriyanto
Belum lagi promosi dari deretan artis top membuat DNA Pro terlihat semakin meyakinkan di mata masyarakat. Sebagian calon member, misalnya, semakin berminat bergabung dengan DNA Pro setelah melihat Ivan Gunawan sebagai brand ambassador dan Yosi Project Pop sebagai penggubah lagu dan jingle DNA Pro.
Menurut Didit Akhdiyat, penyidik di Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga Kemendag, artis-artis yang dikontrak DNA Pro sebagai brand ambassador itu harus mempromosikan platform robot trading tersebut dalam jangka waktu 3 bulan dengan mengunggah total 15 konten di media sosial, baik Instagram maupun YouTube. Bayarannya: Rp 1 miliar.
Uang sejumlah itu pula (minus Rp 168 juta untuk membuka akun DNA Pro) yang dikembalikan Ivan Gunawan kepada penyidik Bareskrim Polri.
Saya berinisiatif mengembalikan karena saya tidak mau menerima uang hasil kejahatan.

- Ivan Gunawan

Jadi, ingat-ingat lagi: tampilan bukan segalanya.
Jangan lagi tertipu robot trading. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Jangan lagi tertipu robot trading. Foto: Shutterstock
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten