3 Kondisi Kulit Perempuan yang Sulit Didiagnosis Sendiri
·waktu baca 3 menit

Ladies, apakah kamu pernah melihat noda di kulit wajah dan bertanya-tanya apakah itu komedo, jerawat, atau ruam? Saat menemukan kondisi tersebut, pernahkah kamu juga berpikir bahwa itu bisa memburuk?
Memahami kondisi kulit manusia dari sudut pandang orang awam memang tidak mudah. Bila memaksakan diri untuk mengatasinya secara mandiri, kamu bisa jadi salah mendiagnosis dan malah mendapatkan perawatan yang keliru.
Mengutip Allure, dokter kulit bersertifikat sekaligus asisten profesor klinis dermatologi di New York University School of Medicine, Shari Marchbein mengatakan semua masalah pada kulit manusia memiliki gejala yang hampir mirip dan sulit untuk dipahami.
"Misalnya, bintik atau ruam merah muda yang terkelupas bisa berupa kurap, psoriasis, atau bahkan kanker kulit," kata Shari.
Sayangnya, pasien terkadang tidak ingin berkonsultasi ke klinik kecantikan atau dokter kulit. Mereka lebih memilih mendiagnosis sendiri dan melewatkan perawatan kulit yang penting. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan konsultasi pada pakarnya.
Umumnya, ada beberapa kondisi kulit yang memang sering salah didiagnosis oleh orang awam. Berikut kondisi tersebut seperti dirangkum kumparanWOMAN dari Allure.
Basal cell carcinoma alias karsinoma sel basal
Dalam beberapa kasus, kanker kulit bisa disalah artikan sebagai noda kecil. Misalnya, basal cell carcinoma atau karsinoma sel basal yang merupakan salah satu jenis kanker kulit yang dapat muncul sebagai jerawat atau bintik-bintik yang sulit untuk hilang. Menurut Skin Cancer Foundation di Amerika Serikat (AS), kanker kulit ini paling lumrah terjadi di AS.
Orit Markowitz, dokter kulit bersertifikat di New York biasanya menggunakan dermatoscope, alat yang menggabungkan teknologi cahaya dan mikroskop untuk mendiagnosis karsinoma sel basal dini dan penyakit kulit lainnya dengan tepat.
Kanker kulit bisa sangat mudah terabaikan bila didiagnosis dengan mata telanjang. Dokter kulit biasanya merekomendasikan pasien untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan bila gejalanya muncul di area baru selama lebih dari tiga minggu dan terus berdarah atau berubah.
Dermatitis perioral
Apakah kamu pernah mengalami ruam yang muncul di sekitar mulut? Jika ya, kamu bisa jadi mengalami dermatitis perioral, Ladies. Ruam ini sering disalahartikan sebagai jerawat. Corey L. Hartman, dokter kulit bersertifikat di Birmingham, Alabama mengatakan pada Allure, kondisi ruam yang muncul di sekitar mulut disebabkan oleh reaksi terhadap penggunaan obat hormon steroid dalam waktu lama.
"Untuk mengobatinya, pasien harus berhenti menggunakan semua obat hormon yang mengandung kortikosteroid dan termasuk krim yang mengandung hidrokortison," katanya.
Hartman merekomendasikan untuk pergi ke dokter kulit jika kamu mengalami iritasi terus-menerus di sekitar area mulut. Dokter kulit akan meresepkan obat untuk mengobatinya dan membantu kamu merawat kulit untuk mengurangi iritasi.
Hiperpigmentasi
Melasma sebenarnya merupakan salah satu jenis penyakit hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi sendiri merupakan kondisi kulit yang berubah warna atau menjadi gelap karena berbagai alasan, seperti paparan sinar matahari atau jerawat.
Meski muncul dengan gejala yang sama, yaitu bintik-bintik gelap di wajah, melasma sebenarnya berbeda. Kondisi ini sering muncul selama kehamilan. "Orang mengira mereka menderita melasma padahal mereka benar-benar mengalami kerusakan kulit akibat sinar matahari," kata Ellen Marmur, dokter kulit bersertifikat di New York.
Keduanya juga membutuhkan perawatan yang sangat berbeda. Melasma membutuhkan perawatan yang sangat ringan. Di sisi lain, Ellen mengatakan, “Kerusakan akibat sinar matahari dapat diobati dengan laser untuk memperbaiki kulit."
Penulis: Adonia Bernike Anaya
