Kumparan Logo

3 Perdana Menteri Perempuan Inggris di Bawah Kepemimpinan Ratu Elizabeth II

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tiga perdana menteri perempuan Inggris di bawah kepemimpinan Ratu Elizabeth II. Foto: Instagram@barronessmargaretthatcher, AFP, dan Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Tiga perdana menteri perempuan Inggris di bawah kepemimpinan Ratu Elizabeth II. Foto: Instagram@barronessmargaretthatcher, AFP, dan Reuters

Kepergian Ratu Elizabeth II menjadi momen bagi masyarakat dunia untuk mengintip kembali ingatan dan kenangan soal dirinya. Kekuasaan Ratu Elizabeth II di Inggris selama 70 tahun memang meninggalkan banyak rekor dan pencapaian, Ladies.

Salah satunya, sejak 1952 hingga 2022, sang Ratu memiliki 15 perdana menteri Inggris, dengan tiga di antaranya adalah perempuan. Bahkan, Margaret Thatcher, Perdana Menteri Inggris yang menjabat pada 1979–1990 merupakan perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah Inggris.

Kemudian, di akhir usianya, Ratu Elizabeth II kembali memiliki seorang perdana menteri perempuan. Ia adalah Liz Truss, PM baru Inggris yang sempat melakukan audiensi pertama (dan terakhir) dengan Ratu Elizabeth II pada 6 September—tepat dua hari sebelum kepergian sang Ratu.

Hubungan yang dimiliki mendiang Ratu Elizabeth II dengan ketiga perdana menterinya itu berbeda-beda. Ada yang dikabarkan kaku dan dingin, ada juga yang cukup hangat hingga bisa membicarakan soal hal-hal ringan, seperti wilayah perdesaan Inggris dan topik agama.

Nah, Ladies, penasaran dengan sosok perdana menteri perempuan di bawah kepemimpinan Ratu Elizabeth II dan hubungannya dengan sang Ratu? Simak penjelasan yang telah kumparanWOMAN rangkum berikut ini, ya.

1. Margaret Thatcher (1979–1990)

Margaret Thatcher menyambut Ratu Elizabeth II (kiri) di Claridge's di London untuk merayakan ulang tahun ke-70 mantan Perdana Menteri, 16 Oktober 1995. Foto: ADAM BUTLER / POOL / AFP

Margaret Thatcher adalah politikus dari Partai Konservatif. Terpilihnya Margaret sebagai perdana menteri pada 1979 silam mencetak sejarah. Ia menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan kepala pemerintahan Inggris.

Lahir di Grantham, Inggris, pada 13 Oktober 1925, Margaret Thatcher merupakan perdana menteri yang diberi julukan “The Iron Lady” atau “Perempuan Baja” karena ketegasannya dalam memimpin pemerintahan Inggris.

Kendati menghabiskan waktu 11 tahun bekerja bersandingan, Ratu Elizabeth II dan Margaret Thatcher dikabarkan punya hubungan yang cukup kaku dan dingin.

Menurut Town and Country Magazine, Ratu Elizabeth II diduga pernah “menyindir” Margaret, lewat sebuah artikel berita yang dipublikasikan oleh surat kabar The Times pada 1986 silam. Saat itu, berita dengan headline “Queen Dismayed by ‘Uncaring’ Thatcher” menjadi perbincangan panas di Inggris. Ditambah, sang Ratu dianggap berurusan dengan politik, padahal seharusnya ia memiliki posisi yang netral.

Sindiran tersebut diklaim sebagai bentuk ketidaksetujuan Ratu Elizabeth II terhadap tindakan Margaret yang menolak menghukum tindak apartheid di Afrika Selatan.

Margaret Thatcher Foto: @barronessmargaretthatcher

Tak hanya itu, perbedaan sifat Ratu Elizabeth II dan Margaret dianggap menjadi salah satu faktor kakunya hubungan mereka. Dilansir Harper’s Bazaar, sifat Margaret yang kaku dan formal membuat sang Ratu selalu merasa canggung saat bertemu dalam audiensi mingguan.

Namun, menurut Vogue, hubungan antara Ratu Elizabeth II dan Margaret Thatcher sebenarnya tidak sekaku yang ditampilkan oleh media. Justru, kedua perempuan tangguh itu saling mengagumi etos kerja dan rasa tanggung jawab masing-masing.

Ketika Margaret Thatcher digulingkan dari jabatannya pada 1990, Ratu Elizabeth II menganugerahkan sang PM dengan Order of Merit dan Order of the Garter. Di ulang tahun ke-80 Margaret pada 2005, hingga pemakaman Margaret pada 2013, sang Ratu pun meluangkan waktu untuk hadir.

2. Theresa May (2016–2019)

Theresa May. Foto: REUTERS/Peter Nicholls

Theresa May merupakan perdana menteri perempuan Inggris kedua di bawah Ratu Elizabeth II. Pemerintahan Theresa yang berlangsung selama tiga tahun didominasi dengan isu Brexit alias keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Meskipun masa jabatannya tergolong singkat, tetapi Theresa kabarnya mampu menjalin hubungan baik dengan Ratu Elizabeth II. Bahkan, keduanya disebut sering berbincang-bincang mengenai wilayah pedesaan Inggris dan soal agama.

Dalam pidato penghormatan kepada Ratu Elizabeth II pada Jumat (9/9), Theresa mengungkapkan sanjungan sekaligus kenangan lucu dirinya dengan sang Ratu.

“Ia [Ratu Elizabeth II] memberikan contoh kepada kita semua; teladan atas keimanan, atas jasa, atas tugas; atas martabat; atas kebenaran. Ia luar biasa dan saya ragu kita akan bisa melihat pribadi seperti dirinya lagi,” ungkap Theresa, dilansir Express.

Perdana Menteri Inggris Theresa May (kiri) berbicara kepada Ratu Inggris Elizabeth II pada pembukaan resmi Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran (CHOGM) di Istana Buckingham di London pada 19 April 2018. Foto: Dominic Lipinski / POOL / AFP

Theresa pun menceritakan salah satu kisah lucu yang ia alami ketika piknik bersama Ratu Elizabeth II di area Kastil Balmoral. Saat itu, Theresa dan anggota Keluarga Kerajaan sibuk mengeluarkan makanan dari dalam keranjang makanan.

“Saya mengambil keju, menaruhnya di piring, dan memindahkan piringnya ke meja — lalu kejunya jatuh ke lantai. Saya cuma punya waktu beberapa detik untuk mengambil keputusan. Saya ambil kejunya, saya kembalikan ke piring saya, dan saya taruh di meja,” cerita Theresa.

“Dan ternyata, setiap gerak-gerik saya ditonton dengan seksama oleh Yang Mulia Ratu Elizabeth II. Saya melihat ke arahnya, beliau memandang saya, dan beliau hanya tersenyum. Dan akhirnya, keju itu tetap ada di atas meja.”

Ketika ditanya soal selera humor Ratu Elizabeth II, Theresa menjawab: “Sering kali tampak kelap-kelip di matanya, dan senyumnya yang luar biasa akan tampak. [Senyum] itu akan menenangkan orang lain dan membuat banyak orang merasa nyaman.”

3. Liz Truss (2022–sekarang)

Ratu Inggris Elizabeth II dan pemimpin Partai Konservatif yang baru serta Perdana Menteri terpilih Inggris Liz Truss bertemu di Kastil Balmoral di Ballater, Skotlandia. Foto: Jane Barlow / POOL / AFP

Liz Truss adalah perdana menteri baru Inggris, menggantikan Boris Johnson yang mundur pada Juli lalu. Liz hanya berkesempatan menjadi PM di bawah Ratu Elizabeth II selama 48 jam.

Sebab, tepat dua hari setelah ia diangkat sebagai PM oleh sang Ratu lewat audiensi di Kastil Balmoral, penguasa Inggris tersebut tutup usia. Pengangkatan Liz Truss sebagai perdana menteri juga menjadi tugas konstitusional terakhir yang diemban oleh Ratu Elizabeth II.

Belum diketahui dengan pasti seperti apa hubungan antara keduanya. Namun, dalam pidato pada malam kepergian sang Ratu, Liz Truss menegaskan bahwa Ratu Elizabeth II adalah inspirasi bagi dirinya dan bagi masyarakat Inggris.

“Ratu Elizabeth II adalah batu fondasi pembangunan Inggris modern. Negara kita bertumbuh dan berkembang di bawah kepemimpinannya. Inggris menjadi negara yang hebat seperti sekarang ini berkat sang Ratu,” tegas Liz, sebagaimana dikutip dari Independent.