5 Fakta Adik Kim Jong Un yang Diduga akan Jadi Pemimpin Perempuan Pertama Korut

Kondisi Kim Jong Un yang dikabarkan tengah sakit parah hingga disebut-sebut meninggal banyak disorot oleh media internasional. Berbagai spekulasi menyebar tentang apa yang terjadi sebenarnya dan jika benar Kim Jong Un meninggal siapakah yang akan menggantikan Kim Jong Un menjadi pemimpin Korea Utara berikutnya.
Salah satu nama yang cukup banyak diperbincangkan adalah Kim Yo Jong. Nama ini terdengar asing karena tidak pernah dibahas sebelumnya. Bagi Anda yang belum tahu, Kim Yo Jong adalah adik perempuan Kim Jong Un yang disebut-sebut akan menggantikannya sebagai pemimpin Korea Utara, jika memang Kim Jong Un meninggal. Bila hal ini benar terjadi, maka Kim Yo Jong akan menjadi pemimpin perempuan pertama Korea Utara.
Hingga saat ini, belum banyak yang tahu tentang siapa Kim Yo Jong sebenarnya. Sosoknya masih misterius karena tidak banyak orang yang tahu tentangnya. Merangkum dari berbagai sumber, berikut kumparanWOMAN rangkumkan fakta-fakta yang berhasil dihimpun tentang adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong.
1. Usia sebenarnya tidak diketahui
Tak ada yang mengetahui usia persis Kim Yo Jong, namun banyak media luar mencatat bahwa usianya berada di atas 30 tahun. Sebagian media menyebut usianya 36 tahun, sebagian lagi menyebut 32 tahun. Menurut data dari Departemen Keuangan AS, Yo Jong lahir pada 26 September 1989, tetapi agen intelijen Korsel menyebut bahwa ia lahir pada 1987.
2. Sekolah di Swiss dengan nama samaran
Mengikuti jejak Kim Jong Un, Yo Jong bersekolah di Swiss dan tinggal di sebuah apartemen sederhana. Semasa sekolah di Liebefeld-Steinhölzli, Bern, ia menggunakan nama samaran Park Mi Hyang. Setelah menyelesaikan sekolah di Swiss pada 2000, ia melanjutkan studinya di dua universitas, yaitu di Universitas Militer Kim Il-sung dan menempuh studi ilmu komputer di Universitas Kim Il-sung.
3. Tak pernah muncul di publik selama satu dekade
Yo Jong sama sekali tidak pernah menunjukkan dirinya di hadapan publik hingga 2010 lalu. Kemunculan perdananya di hadapan media adalah saat mengikuti Konferensi Partai Pekerja Korea Utara.
Saat ayahnya meninggal dunia pada Desember 2011 lalu, Yo-jong nampak berdiri di samping Jong-un. Barulah di tahun-tahun berikutnya, ia sering terlihat bersama beberapa pejabat penting Korut. Bahkan Yo Jong pernah menggantikan Kim Jong Un bertemu dengan Presiden Korsel, Moon Jae In, di Seoul beberapa waktu lalu, menjadikan ia sebagai salah satu anggota keluarga pemipin Korut yang pertama kali mengunjungi Korsel sejak 1950 lalu.
4. Gaya busana andalan: setelan hitam dan sepatu hak tinggi
Dalam setiap kemunculannya, Yo-jong mudah dikenali. Ia hampir pasti mengenakan pakaian berwarna hitam, sepatu hak tinggi dan menguncir rambut panjangnya. Beberapa peneliti Korut menganalisa Yo-jong punya kepribadian bertolak belakang dari Jong-un. Dia murah senyum dan selalu nampak ceria.
Tetapi sebaliknya, Departemen Keuangan AS telah memasukkan Yo-jong ke daftar hitam. Perempuan ini bersama beberapa pejabat Korut lain disebut terlibat dalam beberapa pelanggaran HAM di negara itu. Pada 2016, Kepala Intelijen Korea Selatan mengeluarkan laporan mengejutkan bahwa ia disebut terlibat dalam dugaan penyalahgunaan kekuasaan.
5.Sulit menjadi pemipin perempuan karena budaya patriarki Korut
Meski peluang Yo-jong menggantikan Kim Jong-un cukup besar, opini lain muncul bahwa dia tak akan pernah bisa menjadi pemimpin Korut. Hal ini karena Korut dikenal sebagai negara yang masih kental dengan budaya patriarki.
“Korut adalah negara di mana senioritas dan maskulinitas sangat dihargai. Kim Yo-jong adalah sekutu Kim Jong-un yang paling terpercaya, tapi tidak lebih dari itu,” kata dosen dan ahli Korut dari International College of Management di Sydney, Leonid Petrov, dikutip VICE News.
Bila memang Kim Jong Un meninggal dunia, dapat dipastikan ada banyak pihak yang ingin mengambil alih kekuasaannya. Ini berarti, posisi Yo-jong bisa berbahaya.
“Jika Kim Jong-un meninggal atau tidak lagi bisa memimpin, Kim Yo-jong tampaknya akan mengulangi nasib Jiang Qing, yang dikenal juga dengan Madame Mao, yang dipenjara setelah kematian suaminya Mao Zedong karena dituduh sebagai aktivis anti partai,” tandas Petrov.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
