7 Tips Keuangan untuk Perempuan Karier di Usia 30 Tahunan

Ladies, tahukah Anda ketika memasuki usia 30-an, ada beberapa hal yang harus ditata ulang kembali di dalam hidup. Salah satunya adalah soal cara mengelola uang, terutama untuk Anda para perempuan karier yang masih aktif bekerja, baik yang masih lajang maupun sudah menikah.
Selama ini, mungkin kita terlalu santai atau bahkan tak acuh dalam mengelola keuangan kita. Namun ketika sudah mulai memasuki usia 30 tahunan, ada baiknya hal ini lebih diperhatikan dan dipikirkan matang-matang untuk keberlangsungan hidup kita ke depannya.
Lantas, apa saja hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengelola uang lebih baik di usia 30-an? Berikut kumparanWOMAN berikan tips mengelola uang untuk perempuan di usia 30 tahunan, seperti dikutip dari berbagai sumber. Apa saja?
1. Alokasikan bujet
Ketika sudah memasuki usia 30 tahunan, inilah saat yang tepat untuk memikirkan kembali alokasi bujet Anda. Mungkin, biaya-biaya yang sering dikeluarkan saat Anda berusia 20 tahunan sebaiknya dipangkas untuk hal yang lebih bermanfaat.
Misalnya saja, kebiasaan membeli kopi atau jajan akhir pekan sebaiknya disisihkan atau dihilangkan sama sekali untuk menabung demi memulai bisnis baru atau membeli rumah. Biaya tersebut juga bisa dipangkas untuk merenovasi rumah, melakukan investasi, atau hal lainnya yang bisa membuat Anda mandiri secara finansial.
2. Menaikkan perlindungan asuransi
Asuransi menyediakan keamanan finansial yang sangat dibutuhkan untuk Anda dan anggota keluarga yang menjadi tanggungan. Seiring berjalannya waktu, seorang perempuan harus meningkatkan perlindungan asuransi untuk hal-hal preventif yang bisa saja terjadi di masa depan. Idealnya, perlindungan asuransi bernilai 10 kali lipat dari pendapatan tahunan Anda.
3. Membayar utang jika ada
Bila Anda memiliki cicilan jangka panjang atau utang-utang yang masih menumpuk, inilah saat yang tepat untuk melunasinya. Membayar utang tepat waktu akan membuat Anda lebih berhemat dan tak perlu membayar bunga sehingga kondisi finansial Anda bisa lebih terjaga.
4. Sisihkan penghasilan untuk dana darurat
Dana darurat berguna untuk hal-hal yang tak diduga, seperti kehilangan pekerjaan atau membutuhkan perawatan medis. Selain itu, memiliki dana darurat adalah salah satu cara untuk memastikan stabilitas keuangan. Idealnya, seseorang memiliki dana darurat dengan perhitungan total biaya hidup selama sebulan kemudian dikalikan enam. Mulailah membangun dana dan simpan di rekening terpisah untuk menjaga likuiditas. Jadi, Anda dapat segera menarik uang ini jika terjadi keadaan darurat.
5. Investasikan sebagian pendapatan untuk masa pensiun
Masa pensiun sebaiknya sudah dipikirkan sejak dini agar Anda tak perlu repot mencari uang ketika sudah pensiun. Cara terbaik yang bisa dilakukan adalah merencanakannya dengan mulai menginvestasikan sebagian dari pendapatan untuk membiayai masa pensiun. Anda bisa melakukannya dengan mulai berinvestasi dalam program khusus masa tua yang banyak disediakan oleh perusahaan reksa dana.
6. Buat perencanaan matang untuk investasi
Selain menyisihkan sebagian saham untuk pensiun, Anda juga bisa melakukan perencanaan matang untuk berinvestasi jangka panjang dalam nilai yang kecil. Jangan jatuh ke dalam skema ponzi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat, karena uang yang didapatkan tak akan bertahan lama. Anda bisa berdiskusi pada pasangan atau menyewa jasa perencana keuangan untuk menentukan instrumen investasi apa yang tepat bagi Anda.
7. Diskusikan masalah keuangan dengan pasangan
Bila Anda sudah memiliki pasangan, ada baiknya untuk selalu berdiskusi tentang masalah keuangan kepada pasangan. Ceritakan soal keuangan Anda dengan selengkap mungkin agar Anda dan pasangan bisa bersama-sama mencari solusi dan jalan keluarnya. Diskusikan pula tujuan finansial dan berapa lama waktu yang ingin dicapai untuk meraih tujuan tersebut. Setelah itu, Anda dan pasangan bisa memutuskannya bersama agar tidak ada kesalahpahaman.
