Kumparan Logo

Apakah Semua Dokter Kecantikan Bisa Lakukan Facelift? Ini Penjelasan Ahli

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi operasi plastik facelift. Foto: New Africa/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi operasi plastik facelift. Foto: New Africa/Shutterstock

Operasi plastik facelift merupakan salah satu prosedur kecantikan yang diminati banyak perempuan. Prosedur ini bisa memberikan tampilan wajah yang lebih kencang dan segar, sehingga memberikan kesan awet muda. Praktik facelift pun marak ditawarkan di mana-mana, dari rumah sakit sampai klinik kecantikan.

Meski begitu, tidak semua orang yang berkecimpung di dunia estetika bisa mengerjakan prosedur facelift, Ladies. Sebab, menurut Dokter Spesialis Bedah Plastik, Rekonstruksi, dan Estetik dr. Alexander Perkasa Hendropriyono, Sp. B.P.R.E., M.Ked.Klin, facelift merupakan salah satu jenis prosedur kecantikan yang bersifat invasif.

Prosedur kecantikan invasif merupakan tindakan yang secara umum menggunakan pisau atau instrumen operasi untuk masuk ke dalam jaringan tubuh, mengelola jaringan tersebut (tissue handling), untuk memberikan hasil berupa tampilan fisik yang lebih harmonis dan estetik.

Ilustrasi Facelift. Foto: Tom Wang/Shutterstock

Nah, dr. Alex menjelaskan, prosedur invasif sejatinya merupakan ranah dokter spesialis bedah plastik. Sebab, mereka sudah menjalani pendidikan spesialis bertahun-tahun, ditambah dengan studi tambahan untuk mendalami ilmu. Contohnya, Alex sempat menjalani studi untuk mendalami bedah plastik di Korea dan Australia selama beberapa bulan.

“Untuk melakukan operasi atau tindakan invasif, saya sendiri harus belajar khusus enam tahun. Jadi, yang saya bisa bicara adalah bedah plastik. Ini adalah core atau ilmu fundamental, kita belajar 5-6 tahun khusus untuk mengerjakan ini,” jelas Alex saat diwawancarai kumparanWOMAN pada Jumat (1/5).

Luasnya dunia kedokteran estetik

Ilustrasi operasi plastik facelift. Foto: Yanya/Shutterstock

Meski prosedur kecantikan invasif merupakan ranah dokter spesialis bedah plastik, Alex mengatakan, dokter lainnya juga bisa melakukan tindakan invasif. Namun, tindakannya juga sangat terbatas. Mengapa?

Menurut dr. Alex, dunia kedokteran estetik atau aesthetic medicine adalah lingkup yang luas dan memiliki dua jenis tindakan, yaitu invasif dan non-invasif. Non-invasif berarti tindakan yang tidak melibatkan prosedur operatif. Contoh tindakan non-invasif adalah suntik, microneedling, terapi LED light, dan sebagainya.

Dokter lainnya dalam bidang ilmu estetika, seperti dokter umum estetik dan dermatolog (Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika), juga bisa melakukan prosedur kecantikan keduanya.

“Ada juga bidang ilmu lain yang bisa mengerjakan estetik. Misalnya dermatologi atau kulit. Dermatologi atau kulit fokus di kulit, mereka lebih fokus ke non-invasif atau tindakan estetik yang minimally invasive. Untuk dokter umum estetik, lebih terbatas ke tindakan non-invasif atau maksimal minimally invasive,” jelasnya.

Ilustrasi operasi plastik facelift. Foto: sergey kolesnikov/Shutterstock

“Jadi, untuk tindakan invasif itu ranahnya bedah plastik; keahlian dan core-nya di dokter bedah plastik,” tegasnya.

Ladies, sebelum melakukan prosedur kecantikan invasif seperti facelift, pastikan kamu melakukannya dengan dokter spesialis bedah plastik yang berkompetensi dan memiliki izin praktik, ya!