Kumparan Logo

Banyak yang Belum Tahu, Ini Bahaya Sinar Biru Gadget Bagi Kesehatan Kulit

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Perempuan bermain Gadget Foto: Dok. Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perempuan bermain Gadget Foto: Dok. Shutterstock

Pandemi COVID-19 yang belum berakhir membuat banyak orang jadi lebih sering berada di rumah, termasuk belajar dan bekerja dari rumah (WFH). Mau tak mau, segala kegiatan dan komunikasi pun dilakukan secara online menggunakan gawai (gadget).

Namun sayang, setiap perangkat gadget seperti laptop, handphone, hingga tablet bisa memancarkan blue light atau sinar biru. Jika terlalu sering terkena pancarannya, blue light sendiri bisa memberi dampak negatif bagi kesehatan, khususnya bagi kesehatan kulit.

Apa itu blue light?

Mengutip Allure, blue light atau High-Energy Visible Light (HEV Light) merupakan bagian dari spektrum visible light (cahaya tampak) dengan panjang gelombang pendek namun memiliki tingkat energi yang tinggi.

Menurut American Academy of Ophthalmology, sumber alami terbesar dari blue light adalah matahari. Namun, selain matahari, sinar biru juga bisa berasal dari berbagai layar digital; seperti layar komputer, televisi, smartphone, dan perangkat elektronik lainnya.

Beberapa jenis pencahayaan modern, seperti lampu LED (light-emitting diode) dan CFL (compact fluorescent lamps) juga menghasilkan sinar biru dalam level yang tinggi.

kumparan post embed

Bahaya blue light untuk kesehatan kulit

Intensitas blue light yang terlalu tinggi ternyata bisa mengganggu kesehatan kulit dalam jangka panjang. Menurut laporan Everyday Health, penelitian soal ini memang masih terbatas namun sejauh ini hasilnya menunjukkan kecenderungan akan efek buruk terhadap kulit.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Indah Widyasari, SpKK, menyebut bahwa paparan sinar biru secara kumulatif dan jangka panjang bisa menyebabkan berbagai masalah kulit. Menurut dr. Indah, salah satu efek buruk yang dihasilkan paparan blue light terhadap kulit adalah meningkatkan efek pigmentasi.

“Dari beberapa penelitian yang saya baca, bahwa sinar itu bisa memicu reaksi pigmentasi pada kulit terutama kulit tipe gelap, yaitu tipe 2 dan tipe 4. Di mana orang Indonesia sendiri kebanyakan berada di tipe 4-5,” kata dr. Indah saat diwawancarai kumparanWOMAN pada Rabu (14/7) kemarin.

Ilustrasi tanda-tanda penuaan dini. Foto: Shutterstock

Selain memicu reaksi pigmentasi, bahaya lain dari paparan sinar blue light adalah memicu terbentuknya radikal bebas dan photoaging. Namun, dr. Indah menegaskan bahwa efek dari paparan sinar biru itu tidak selalu langsung terlihat.

“Efeknya itu tidak immediate ya, tidak seperti kalau kita berjemur langsung merah gitu. Tapi kalau ini butuh proses karena adanya radikal bebas. Nanti lambat laun dia akan merangsang pembentukan pigmentasi, lalu menghancurkan kolagen. Intinya butuh proses ya dan bisa dibilang efeknya ini jangka panjang. Apalagi kalau paparannya dilakukan berulang terus menerus tanpa adanya perlindungan,” tegas dokter yang berpraktik di ZAP Premiere Clinic dan Bamed Skin Care Jakarta.

kumparan post embed

Cara melindungi kulit dari potensi kerusakan blue light

Untuk melindungi kulit sekaligus mencegah dari potensi kerusakan blue light, Anda pun tentu harus melakukan beberapa langkah preventif. Baik itu perlindungan dalam bentuk fisik, penggunaan skin care hingga gaya hidup yang lebih sehat.

Berikut ini dr. Indah membagikan beberapa tips atau cara mudah melindungi kulit dari bahaya sinar biru. Simak tipsnya berikut ini:

1. Jangan lewatkan sunscreen

Ilustrasi Sunscreen Foto: Shutter Stock

Menurut dr. Indah, cara terbaik untuk mencegah kerusakan kulit akibat paparan blue light adalah dengan menggunakan sunscreen, baik saat di luar ruangan maupun di dalam ruangan.

“Saat menggunakan sunscreen, pastikan untuk memilih produk yang memiliki kandungan iron oxide karena dia bisa meng-cover broad spectrum sekaligus visible light. Selain itu, cari juga sunscreen yang ada tinted-nya, jadi dia berwarna agak kecoklatan,” terang dr. Indah.

2. Menggunakan produk antioksidan

Ilustrasi Mengaplikasikan Serum Foto: Dok. Shutterstock

Selain sunscreen, dr. Indah juga menyarankan penggunaan produk skin care dengan kandungan antioksidan yang bisa melindungi kulit dari kerusakan blue light.

“Penggunaan produk antioksidan sendiri lebih baik dan lebih cepat dalam mengurangi dampak buruk dari sinar biru. Antioksidan bisa didapat dari Vitamin C, Niacinamide, hingga Vitamin E,” tambahnya.

kumparan post embed

3. Mengurangi kecerahan layar pada alat elektronik

Ilustrasi media sosial Twitter. Foto: Shutter Stock

Untuk menghindari paparan sinar biru di malam hari, dr. Indah juga menyarankan Anda untuk mengatur atau mengurangi kecerahan layar pada elektronik Anda, sehingga paparan LED dan blue light yang dihasilkan pun jauh lebih rendah. Saat ini, sebagian perangkat elektronik sudah memiliki fitur Night Mode, sehingga Anda pun bisa memanfaatkan fitur itu untuk mengatur cahaya dari layar elektronik.

4. Membatasi waktu pemakaian gadget

Ilustrasi kecanduan sosial media. Foto: Shutter stock

Tips yang terakhir ini juga tak kalah penting. Untuk menghindari paparan sinar biru terlalu lama, penting bagi Anda untuk bijak dalam menggunakan gadget. Anda bisa mulai membatasi screen time, khususnya di malam hari agar kulit dapat bekerja optimal sewaktu tidur.

“Menurut beberapa penelitian yang saya baca, bermain gadget sebelum tidur itu justru bisa mengganggu hormon melatonin dan pada akhirnya membuat kita tetap terjaga,” tutup dr. Indah.