Britney Spears Ungkap Pernah Dipaksa Pakai KB hingga Diperlakukan seperti Budak
·waktu baca 3 menit

Pada sekitar Agustus 2020, penggemar Britney Spears meramaikan media sosial dengan tagar #FreeBritney. Gerakan ini dibuat sebagai usaha fans untuk membebaskan Britney dari sistem perwalian yang mengekangnya dalam memilih jalan hidup dan karier.
Diketahui, perempuan 39 tahun ini sedang berada di bawah program conservatorship, program pengawasan legal di Amerika Serikat di mana pengadilan menunjuk seorang konservator yang berperan sebagai pengawas atau pembimbing untuk mengurus keuangan dan kegiatan sehari-hari seseorang yang sedang mengalami gangguan mental atau fisik.
Dalam kasus ini, James Spears, ayah kandung Britney Spears yang menjadi konservatornya sejak 2008. James memiliki kuasa atas kehidupan Britney selama 13 tahun belakangan ini serta pada harta anaknya yang diperkirakan berjumlah 60 juta dolar AS atau sekitar Rp 870 miliaran.
Untuk membebaskan diri, pelantun lagu Toxic ini menghadiri persidangan untuk menentang putusan perwalian yang telah mengekang hidupnya selama 13 tahun. Pada Rabu (23/6) waktu AS, Britney hadir secara online dalam persidangan dan memberikan kesaksian mengejutkan.
Sebelumnya, Britney Spears pernah menjalani persidangan terkait kasus yang sama. Namun saat itu sidang dilakukan secara tertutup dan testimoninya dirahasiakan. Jadi di awal persidangan kali ini, ia mengatakan bahwa semua pihak harus tahan mendengarkan semua isi hatinya karena selama ini Britney merasa tak didengar di pengadilan sebelumnya.
Suaranya yang khas seperti remaja berubah menjadi tegas dan emosional dalam persidangan yang berjalan secara online tersebut.
"Aku ingin perubahan dan aku layak mendapatkan perubahan. Ini adalah impianku. Di California, kasus ini setara dengan perdagangan seks, membuat seseorang bekerja di luar kehendaknya, mengambil semua harta seperti kartu kredit, uang tunai, telepon, paspor," ungkap Britney seperti dikutip dari Daily Mail.
Dalam kesaksian tersebut, ia juga memohon pada hakim Brenda Penny di Los Angeles agar dibebaskan dari perwalian. Ia menyebutkan bahwa sang ayah telah mengendalikannya 100 ribu persen. "Aku ingin perwalian ini berakhir. Aku yakin bahwa perwalian ini merupakan bentuk kekerasan," ungkap Britney Spears seperti dikutip dari Daily Mail.
Selama 25 menit, Britney memberikan pernyataan kuat dan mengungkap fakta-fakta baru. Salah satunya adalah soal sistem perwalian yang membuatnya tak bisa menikah dan punya anak.
Saya ingin bisa menikah dengan kekasihku dan punya anak tapi perwalian ini mengatakan aku tak bisa melakukannya. Aku punya IUD (Alat KB) di dalam tubuhku yang membuatku tak bisa punya anak. Aku ingin ke dokter dan melepasnya tapi sistem perwalian ini melarangku. Aku merasa terperangkap dan terintimidasi," pungkas Britney.
Selain itu, Britney juga mengungkap bahwa ia pernah diberi resep obat lithium untuk mengatasi gangguan mental. Obat tersebut memberikan efek memabukkan dan keluarganya tak berbuat apa pun. Sekitar tiga tahun lalu Britney juga pernah dimasukkan ke dalam fasilitas perawatan kesehatan mental tanpa persetujuan darinya sama sekali.
"Aku menangis selama satu jam saat menelepon ayahku dan dia menikmati itu. Ayahku dan semua orang yang punya peran dalam perwalianku harus dipenjara. Mereka punya banyak kuasa. Aku bukan peminum, tapi aku terpaksa. Itu semua karena semua hal yang sudah mereka lakukan," tutur Britney dengan cara bicara yang begitu cepat dan berapi-api sampai ia diminta untuk berbicara lebih pelan oleh hakim.
Britney tampak sudah muak dengan ketidakadilan yang selama ini ia rasakan. Ia mengatakan pengalamannya itu membuatnya seperti orang mati. Tak hanya mengkritik sang ayah, Britney juga mengadukan ibunya, Lynne. Selama pandemi, Britney mengaku ibunya bisa menikmati hidup sedangkan dirinya tak bisa.
"Selama pandemi ibuku bisa ke spa. Tapi aku tidak bisa ke spa atau merawat kuku selama setahun. Ibuku sama seperti ayah. Seharusnya aku tidak diperwalian seperti ini kalau aku bisa bekerja, dan membiayai hidupku sendiri dan orang lain. Tapi aku tidak bisa menggunakan uangku kecuali aku melakukan apa yang mereka mau... Dan membayar mereka," jelasnya.
Sayangnya pada persidangan kali ini tidak mengeluarkan petisi, artinya hakim tak bisa membuat putusan langsung. Hakim Penny mengungkap akan segera menjadwalkan sidang secepat mungkin, sehingga Britney bisa membuat petisi dan melakukan proses persidangan selanjutnya.
"Aku ingin perwalian ini berakhir. Aku tak ingin dievaluasi. Semua sudah cukup. Aku tidak mau berada dalam sistem perwalian ini lagi. Ini sangat memalukan... Aku tidak berbohong. Aku hanya ingin hidupku kembali. Ini sudah 13 tahun dan ini sudah cukup. I'm done," pungkasnya.
