Cerita Bella Hadid Temukan Makna Perjuangan Hadapi Depresi Lewat Kampanye UNICEF
·waktu baca 2 menit

Bella Hadid mengakui bahwa hidup glamor tidak selalu datang dengan kebahagiaan. Dalam unggahan Instagram terbarunya pada Senin (13/10), beberapa hari setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-29, supermodel itu berbicara jujur tentang perjuangannya melawan depresi dan kecemasan yang sudah ia rasakan selama bertahun-tahun. Secara jujur dia mengatakan bahwa kondisi kesehatan mentalnya makin memburuk sejak didiagnosis penyakit Lyme pada 2023.
Di balik foto-foto editorial dan panggung runway, Bella mengaku pernah merasa bersalah karena tidak bahagia, padahal dari luar hidupnya tampak sempurna.
Di caption unggahan tersebut Ia menuliskan, “Selama bertahun-tahun aku membawa beban kecemasan dan depresi. Rasanya bisa begitu menguasai, melumpuhkan, dan tak terlihat oleh dunia luar, hingga membuatmu menangis sebelum hari dimulai, bertanya-tanya kenapa pikiranmu terasa begitu berat padahal hidup di sekelilingmu terlihat begitu cerah.”
Namun alih-alih tenggelam dalam rasa putus asa, Bella justru menemukan titik baliknya melalui empati. Lewat kampanye dengan UNICEF, ia menyoroti kondisi anak-anak dan keluarga yang hidup dalam perang, pengungsian, dan trauma berat, tapi tetap bisa tersenyum dan memiliki harapan. Dari mereka, Bella belajar bahwa kesehatan mental bukan privilege milik orang kaya atau terkenal, melainkan hak setiap manusia.
Untuk merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025, Bella dengan UNICEF USA menyuarakan kampanye Trick-or-Treat for UNICEF. Tujuannya sederhana tapi besar, memastikan anak-anak yang mengalami trauma psikologis mendapat akses pada dukungan emosional yang layak. Ini bukan kolaborasi pertama Bella dengan UNICEF. Ia dan kakaknya, Gigi Hadid, juga pernah menyumbangkan USD 1 juta untuk mendukung anak-anak di Palestina.
Bagi Bella, berani terbuka soal kesehatan mental bukan bentuk kelemahan, tapi justru sebuah tanggung jawab. Ia tak ingin hanya sembuh untuk dirinya sendiri, tapi ikut membuka jalan agar lebih banyak orang, terutama anak-anak, tidak merasa sendirian.
