Ciri Jerawat Karena Tidak Cocok Skincare dan Cara Mengatasinya

11 Juni 2024 12:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Jerawat Karena Tidak Cocok Skincare. Foto: Backgroundy/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jerawat Karena Tidak Cocok Skincare. Foto: Backgroundy/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Ketika mencoba skincare baru yang mengandung bahan aktif, terkadang jerawat muncul sebagai tanda ketidak-cocokan (breakout). Lantas, bagaimana ciri jerawat karena tidak cocok skincare?
ADVERTISEMENT
Terdapat perbedaan antara jerawat karena breakout dan purging. Mengutip Healthline, purging merujuk pada reaksi kulit terhadap bahan aktif yang merangsang pergantian sel kulit mati dengan kulit baru yang lebih sehat (eksfoliasi). Sederhananya, purging bisa disebut sebagai proses pembersihan kulit.
Bahan aktif yang dapat menyebabkan jerawat purging adalah retinol, alpha hydroxy acids (AHA) seperti glycolic acid dan lactic acid, beta hydroxy acid (BHA), salicylic acid, atau benzoyl peroxide. Semua bahan-bahan ini sering ditemukan dalam produk serum atau toner.

Ciri Jerawat Karena Tidak Cocok Skincare

Ilustrasi Jerawat Karena Tidak Cocok Skincare. Foto: Shutter Stock
Cukup sulit untuk membedakan jerawat yang muncul karena tidak cocok dengan produk skin care (breakout) atau purging. Meski begitu, ada beberapa tanda yang bisa jadi indikator pembeda.
ADVERTISEMENT
Merujuk Healthline, jerawat purging akan muncul di area wajah yang biasanya berjerawat. Misalnya, jika Anda sering berjerawat di area dagu dan pipi, jerawat purging hanya akan muncul di area tersebut.
Sedangkan jerawat breakout muncul di area yang biasanya tidak ditumbuhi jerawat. Kemudian, jerawat itu akan bertahan selama 8-10 hari di kulit. Dalam laman Medical News Today disebutkan bahwa kondisi breakout bahkan bisa bertahan sampai berbulan-bulan.
Sementara itu, jerawat purging akan hilang lebih cepat dari jerawat biasa. Tipe jerawatnya pun hanya berupa whitehead atau blackhead, tidak seperti jerawat breakout yang lebih bervariasi, seperti cystic dan nodul.

Cara Merawat Kulit Breakout

Ilustrasi Jerawat Karena Tidak Cocok Skincare. Foto: Dok. Freepik
Jika kulit sudah telanjur breakout, lakukan hal-hal berikut ini untuk menenangkan kulit.
ADVERTISEMENT

1. Cuci Wajah

Cuci wajah dengan bersih setelah bangun dan sebelum tidur untuk menghilangkan kotoran, minyak, dan makeup. Seorang dermatologi bernama Sharleen St. Surin-Lord, MD dalam laman Healthline merekomendasikan produk pencuci wajah yang noncomedogenic dan tidak membuat kulit kering. Jangan lupa pula untuk mencuci wajah setelah berolahraga atau berkeringat.

2. Konsumsi Makanan Rendah Glikemik

Makanan olahan seperti roti atau keripik mengandung glikemik tinggi dapat menyebabkan kadar gula dalam darah melonjak. Ketika ini terjadi, tubuh akan meningkatkan produksi insulin yang memicu produksi minyak.
Minyak pada kulit dapat membuat breakout jadi lebih parah. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi makanan yang rendah glikemik, seperti nasi merah, kacang-kacangan, sayuran, dan buah.

3. Minum Air

Dehidrasi dapat menyebabkan tubuh memproduksi minyak berlebih sehingga memicu timbulnya jerawat. Usahakan untuk minum air sebanyak 8 gelas setiap hari agar tetap terhidrasi.
ADVERTISEMENT

4. Jangan Menyentuh Wajah

Sering menyentuh wajah dengan tangan dapat membuat bakteri di tangan berpindah ke wajah. Akhirnya, kulit yang sudah breakout bisa jadi makin berjerawat. Kalaupun ingin menyentuh wajah, pastikan tangan sudah bersih terlebih dahulu.

5. Gunakan Skincare yang Tidak Memicu Jerawat

American Academy of Association merekomendasikan untuk mencari produk yang diklaim tidak menyumbat pori-pori, non-comedogenic, non-acnegenic, dan bebas minyak. Dengan begitu, breakout tidak akan bertambah parah.