Kumparan Logo

Efektifkah Diet Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga?

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi diet Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi diet Foto: Thinkstock

Pernahkah Anda mendengar anggapan bahwa percuma bagi seseorang melakukan diet untuk menurunkan berat badan tanpa dibantu oleh olahraga yang rutin?

Tak dapat dipungkiri, tak semua orang gemar berolahraga. Oleh sebab itu, harapan menurunkan berat badan tanpa olahraga pun jadi pertanyaan yang sering ditujukan.

Namun, apakah sebenarnya efektif melakukan diet tanpa dibantu dengan olahraga?

Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, kumparanWOMAN pun menghubungi dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, Dipl. AAAM, konsultan penurunan berar badan, ahli gizi, dan peneliti saraf serta tingkah laku, yang juga merupakan pendiri Klinik lightHOUSE Indonesia.

Ilustrasi diet rendah gula Foto: Shutterstock

“Menurunkan berat badan tanpa dibantu olahraga, tentu bisa sekali. Karena prinsip menurunkan berat badan adalah perbandingan kalori yang dipakai oleh tubuh dibandingkan dengan kalori yang masuk ke dalam tubuh,” jelas dr. Grace beberapa waktu lalu.

“Ketika seseorang melalukan diet tanpa olahraga, berarti kalori yang dikeluarkan dan dipakai tubuh berada dalam kadar tetap, namun dengan kalori yang masuk ke tubuh lebih sedikit. Sehingga bisa terjadi penurunan berat badan,” tambahnya.

Artinya, diet tanpa olahraga tentu bisa dilakukan. Namun, berolahraga dapat membantu proses pembakaran kalori dan lemak lebih baik lagi.

“Nah, ketika seseorang melakukan olahraga, artinya kalori yang dipakai lebih banyak dibanding yang masuk ke dalam tubuh,” tambahnya.

Hal serupa juga disetujui oleh Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K)., dokter ahli gizi yang berpraktek di MRCCC Siloam Hospital, Jakarta Selatan.

Ilustrasi Diet Mediterania Foto: Instagram @signemeirane

Meski demikian, dr. Inge menekankan bahwa diet juga harus dilakukan dengan cara yang sehat dan benar agar hasilnya bisa maksimal.

“Diet yang paling benar adalah penurunan 500-1000 kalori per hari dari kebiasaan dia sehari-hari. Kalori yang masuk pada tiap orang pasti berbeda, tergantung berat tubuh dan gaya hidup seseorang. Namun, dari kalori yang biasa masuk ke dalam tubuh, idealnya harus dikurangi dengan jumlah kalori tersebut,” jelas dr. Inge.

Ia menegaskan, jangan sampai hanya karena ingin menurunkan berat badan, seseorang melakukan diet secara drastis dengan penurunan kalori yang ekstrem.

“Jangan sampai berdiet dengan tidak mengkonsumsi apapun. Tubuh tetap membutuhkan nutrisi. Jika dilakukan dengan drastis, kita bisa menimbulkan risiko pada organ tubuh,” tutup dr. Inge kepada kumparanWOMAN.

Siap melakukan diet yang sehat?