Kumparan Logo

Elton John: William & Harry Diperlakukan Tak Manusiawi saat Pemakaman Diana

kumparanWOMANverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses pemakaman Putri Diana. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Proses pemakaman Putri Diana. Foto: Getty Images

Putri Diana meninggal dunia pada 31 Agustus 1997 lalu di Prancis. Seminggu kemudian atau pada 6 September, Kerajaan Inggris menggelar upacara pemakaman Putri Diana yang dihadiri oleh lebih dari 3 juta rakyat Inggris yang ingin menyaksikan langsung pemakaman tersebut.

Di antara para pelayat, turut hadir penyanyi Elton John yang merupakan sahabat mendiang Putri Diana. Ia berkesempatan menyanyikan lagu 'Candle in the Wind' sebagai penghormatan terakhir sebelum Putri Diana dimakamkan.

Elton John Foto: REUTERS/Danny Moloshok

Elton yang saat itu masih dirundung duka, kabarnya cukup geram melihat perlakuan Kerajaan Inggris kepada Pangeran William dan Harry yang saat itu masih kecil. Dalam buku biografi resminya, 'Me: Elton John Official Autobiography', sang penyanyi mengatakan bahwa kedua pangeran tersebut tak diperlakukan dengan benar. Hal ini berkaitan dengan prosesi jalan kaki yang harus dilakukan oleh kedua pangeran remaja tersebut.

Suasana proses pemakaman Putri Diana. Foto: Getty Images

"Saya rasa perlakuan yang diterima mereka (William dan Harry) di hari itu sangat tidak manusiawi. Mereka dipaksa untuk berjalan di sepanjang jalan di London, di belakang peti mati ibunya dan tak diperbolehkan untuk menunjukkan emosi dan kesedihan," cerita John dalam buku tersebut seperti dikutip dari Express.

"Ini adalah cara kejam untuk memperlakukan dua orang anak kecil yan baru saja kehilangan ibunya," lanjut John lagi.

Proses pemakaman Putri Diana. Foto: Getty Images

Kilas balik pada 1997 silam saat upacara pemakaman berlangsung, Kerajaan Inggris memberikan penghormatan terakhir kepada Putri Diana dengan meletakkan peti matinya di atas kereta kuda. Kemudian, kereta kuda itu berjalan dari Istana Kensington menyusuri sepanjang jalan Hyde Park ke Istana St. James.

Sedangkan Pangeran Charles, William dan Harry, berjalan mengikuti peti mati Putri Diana di belakangnya, bersama dengan Pangeran Philip dan kakak laki-laki Putri Diana. Sepanjang jalan tersebut, ribuan orang berbaris di jalan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada perempuan yang dijuluki sebagai People's Princess tersebut.

Dalam wawancara yang dilakukan tiga tahun lalu dengan media asal Kanada, The Spec, Pangeran Harry akhirnya membuka suara tentang apa yang dirasakannya saat berjalan di belakang mati sang ibu. Ia mengatakan bahwa seharusnya tak ada satu anak kecilpun yang diminta untuk melakukan hal tersebut, dalam kondisi apapun.

Pangeran Charles, Pangeran Harry dna Pangeran William saat akan menghadiri proses pemakaman Putri Diana. Foto: THOMAS COEX / AFP

“Ibu saya baru saja meninggal, dan saya harus melakukan jalan kaki yang panjang tersebut di belakang peti jenazahnya, disaksikan oleh ribuan orang yang menatap saya secara langsung, sementara ada jutaan pasang mata lainnya yang menatap melalui layar televisi. Saya pikir hal seperti itu tidak perlu terjadi lagi saat ini," kata Harry.

Rupanya, tradisi ini biasa dilakukan dalam Kerajaan Inggris, di mana para anggota keluarga kerajaan laki-laki berjalan di belakang peti mati anggota kerajaan yang sudah meninggal. Tapi biasanya, ini dilakukan oleh pangeran yang sudah dewasa. Sedangkan pada saat itu, Putri Diana tak lagi menjadi anggota kerajaan Inggris dan anak-anaknya masih berusia di bawah umur.

Belum lama ini, banyak tulis dalam artikel maupun buku yang mengatakan bahwa keputusan Kerajaan Inggris cukup kontroversial. Ada yang mengatakan bahwa Pangeran William paling keberatan untuk melakukan prosesi berjalan kaki tersebut. Lalu ada yang menyebutkan bahwa Pangeran Philip menawarkan diri untuk berjalan bersama kedua pangeran kecil itu untuk mendampingi mereka. Ia dikabarkan mengatakan pada William, bahwa suatu hari William akan menyesal jika tidak melakukan hal tersebut untuk ibunya.