Kumparan Logo

Hanyut dalam ‘Larung’, Koleksi Sejauh Mata Memandang di JFW 2026

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hanyut dalam ‘Larung’, Koleksi Sejauh Mata Memandang di JFW 2026. Foto: JFW
zoom-in-whitePerbesar
Hanyut dalam ‘Larung’, Koleksi Sejauh Mata Memandang di JFW 2026. Foto: JFW

Tulisan “Setiap Hari, Hari Bumi” terpampang besar di layar LED runway di akhir pertunjukkan. Kalimat sederhana itu menjadi pengingat, sekaligus menggambarkan dengan tepat semangat koleksi terbaru Sejauh Mata Memandang bertajuk “Larung” dalam helatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Selasa (28/10).

Bagi label yang dikenal dengan narasi sosial dan lingkungan ini, “Larung” menjadi simbol penghormatan sekaligus perenungan tentang isu pencemaran laut yang kian mengkhawatirkan. Sejauh Mata Memandang mencoba “melarungkan” kesadaran baru akan hubungan manusia dengan laut dan dengan bumi itu sendiri.

Pendiri sekaligus creative director Sejauh Mata Memandang, Chitra Subiyakto, menjelaskan konsep ini dalam wawancara menjelang peragaan.

“Semoga dengan ini, mungkin banyak lagi orang yang peduli dan sadar pentingnya kita untuk memikirkan makhluk lain selain diri kita yang ada di bumi ini, bahwa kita tuh tinggal nggak sendiri,” pesan Chitra pada Selasa (28/10).

Bagi Chitra, laut adalah jantung dari narasi yang ingin disampaikannya bersama Sejauh.

“Jadi kita adalah bagian dari laut, tapi kita—manusia—salah satu makhluk yang merasa paling mahir, paling benar. Mungkin apa yang kita lakukan tidak akan mengubah apa-apa, tapi paling enggak bukan berarti kita harus diam saja,” pungkasnya.

Menyingkap “Larung”

Koleksi Larung dari Sejauh Mata Memandang untuk Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Selasa (28/10). Foto: JFW

Setiap tampilan koleksi Larung dari Sejauh Mata Memandang membawa penonton hanyut dalam suasana pantai yang damai dan syahdu, lengkap dengan debur ombak dan embusan angin laut yang menggetarkan jiwa.

Koleksi Larung dari Sejauh Mata Memandang untuk Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Selasa (28/10). Foto: JFW

Koleksi “Larung” dibuka dengan rok mini A-line, kardigan blouse berkerah sailor, dan top berpola senada. Tiga potong busana ini menghadirkan kesederhanaan yang nyaman dan lekat dengan karakter Sejauh.

Koleksi Larung dari Sejauh Mata Memandang untuk Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Selasa (28/10). Foto: JFW

Tampilan berikutnya bergerak ke arah yang lebih elegan, ketika model mengenakan kain dengan teknik draping yang menghasilkan efek jatuh alami, berpadu dengan item clutch bag rajut di tangan. Kombinasi ini menciptakan tekstur berlapis antara kain batik dan material rajut. Sejauh juga berhasil mengeksekusi item rajut dengan fun dan jauh dari kesan kaku.

Seri selanjutnya memperlihatkan sisi eksperimental dan jenaka dari Sejauh, palet biru mulai dihiasi oleh semburat warna selain biru seperti marun dan kuning. Di semua tampilan koleksi Larung, Sejauh menampilkan motif biota laut seperti ikan, terumbu, dan rumput laut yang digambar halus dengan teknik batik tulis, cap, sablon tangan, maupun mesin.

Sejauh juga menggunakan pewarnaan alami atau sintetis yang ramah lingkungan untuk memastikan pesan sustainability tetap menjadi fondasi utama setiap busana, di samping fungsi dan estetika.

Koleksi Larung dari Sejauh Mata Memandang untuk Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Selasa (28/10). Foto: JFW

Dalam beberapa look, unsur laut diterjemahkan dalam bentuk topi bergaya pelaut dari kain batik, tas kain menyerupai jaring nelayan, dan aksesori rajut berbentuk ikan pari serta gantungan bernuansa laut yang menggantung di sisi tas. Bahkan caping nelayan tampil menggemaskan dengan teknik rajut.

Koleksi Larung dari Sejauh Mata Memandang untuk Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Selasa (28/10). Foto: JFW

Lalu, salah satu tampilan yang menonjol dari koleksi ini adalah rancangan gaun gradasi putih-biru yang dijahit dari beberapa potongan kain hasil upcycling, menyatu dengan selaras antara satu kain dengan kain lainnya sehingga menimbulkan efek gradasi seperti air laut di tepi pantai.

Dita Karang, gerak tubuh, dan emosi yang mengalun

Penampilan Dita Karang di fashion show Sejauh Mata Memandang. Foto: JFW

Peragaan ditutup dengan penampilan spesial Dita Karang, muse Sejauh Mata Memandang untuk koleksi “Larung”. Ia tampil menawan dalam skort yang dipadukan dengan atasan panjang berenda bordir gelombang, dihiasi cape putih yang menggantung lembut di bahu dan memberikan efek magis pada tampilan Dita.

Saat lagu “Secukupnya” dari Hindia mengalun, Dita menari penuh emosi bersama para penari latar. Gerakannya tegas, ekspresif, dan menyentuh. Dalam setiap putaran tubuhnya, kain biru di bahunya turut berayun dramatis bak cahaya matahari yang menembus permukaan laut.

Sebelum tampil, Dita sempat berbagi pandangannya mengenai konsep laut yang diangkat oleh Sejauh melalui wawancara bersama kumparanWOMAN pada Selasa (28/10). Dita mengatakan bahwa dari koleksi Larung ini, konsep yang diangkat Sejauh menjadi hal yang paling ia sukai.

“Karena laut itu buat aku adalah rumah. Indonesia juga negara kelautan. Laut jadi sesuatu yang personal buat aku. That’s one of my favourite things,” tuturnya.

Koleksi Larung dari Sejauh Mata Memandang untuk Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Selasa (28/10). Foto: JFW

Koleksi “Larung” terdiri atas 30 tampilan yang menunjukkan kompleksitas Sejauh Mata Memandang. Tidak ada elemen yang berlebihan. Semuanya terasa terukur, mengalir, dan bermakna. Dari tekstur, warna, hingga siluet wastra, setiap detail tampak dipertimbangkan dengan kesadaran akan bumi dan laut sebagai sumber kehidupan.

Di tengah industri fashion yang masih bergulat dengan isu limbah dan over consumption, Sejauh Mata Memandang menegaskan bahwa sustainable fashion bisa tampil dengan menawan dan relevan.

Penulis: Zulfa Salman

BACA JUGA: Sejauh Mata Memandang Keluar dari Zona Nyaman Lewat Koleksi Denim di JFW 2024