Ini Dampak Buruk pada Wajah Bila Terlalu Sering Perawatan Kulit
·waktu baca 2 menit

Kebanyakan perempuan tentu mendambakan kulit bersih dan bercahaya. Untuk bisa mendapatkan kondisi kulit seperti ini, tidak sedikit yang melakukan beragam cara untuk merawat kulit wajah.
Namun, tidak semua orang menjalankan perawatan wajah dengan tepat. Bahkan karena terlalu sering melakukan perawatan, banyak orang justru mengalami masalah pada kulit wajah mereka.
Musisi sekaligus dokter bedah plastik asal Indonesia, dr. Tompi Sp.BP-RE juga berbagi pengalaman selama sepuluh tahun bertemu banyak pasien. Menurutnya, banyak pasien yang semakin rajin melakukan perawatan kulit wajah justru mengalami masalah tersendiri.
“Banyak pasien biasanya semakin mereka treatment, semakin mereka rajin perawatan ujungnya kok sering ketemu masalah yang sama, melasma atau flek. Atau saya memperhatikan kulit wajahnya yang relatif kemerahan,” tutur Tompi yang baru-baru ini meluncurkan produk perawatan kulit GEUT BY DR.T bersama istrinya, dr. Arti Indira. M. Gizi, SP.GK, FINEM.
Buat kalian yang belum tahu, melasma adalah kondisi kulit wajah yang mengalami bercak-bercak hiperpigmentasi lantaran sering terpapar sinar matahari. Kondisi ini juga terkadang muncul pada leher.
Pada pasien yang sering melakukan perawatan, Tompi memperhatikan bahwa banyak pembuluh darah halus di sekitar wajah mereka. Kulit wajah mereka juga cenderung tipis dan relatif kering. Tompi pun menegaskan, “Nah, ini kondisi-kondisi pada pasien yang bukan tidak perawatan, justru mereka kerajinan perawatan.”
Tujuan orang melakukan perawatan terkadang hanya untuk mendapatkan kulit putih, padahal ini keliru. Tidak sedikit pula yang ingin mendapatkan kulit putih dengan cara instan.
“Sepertinya keinginan orang untuk merawat kulit, mendapatkan kulit yang sehat sering terkorbankan oleh iming-iming. Ingin putih, ingin kulitnya lebih kinclong. Memang cara tergampang supaya kulit terkesan lebih putih, lebih cerah itu adalah kikis. Itu cara tergampang, kikis saja kulitnya. Nah, ingin makin cepat? Makin cepat dikikis, makin dalam, artinya obatnya perlu yang lebih keras kadarnya,” ujar Tompi dalam acara peluncuran produk perawatan kulit GEUT BY DR.T, beberapa waktu lalu.
Bila dilakukan dalam jangka panjang, hal tersebut bisa menimbulkan masalah. Lama-kelamaan, kondisi kulit menipis dan menyebabkan fungsi barier atau pelindung dari berbagai faktor eksternal pada kulit menjadi buruk.
“Begitu proteksinya buruk, terkena matahari sedikit langsung flek, langsung melasma. Yang disalahkan matahari, keliru dong. This is what happen, over do, over treatment, dan missed treatment. Nah, tiga hal ini yang sering saya perhatikan,” ungkap Tompi.
