Istana Inggris Respons Tuduhan Pelecehan Seks terhadap Pangeran Andrew

Pangeran Andrew, anak kedua Ratu Elizabeth II, kembali menjadi sorotan dunia atas tuduhan pelecehan seksual terkait kasus Jeffrey Epstein pada 2015 lalu.
Jeffrey Epstein sendiri adalah seorang miliarder asal Amerika Serikat yang berprofesi sebagai pemodal (financier) yang dituding melakukan tindak pidana atas tuduhan perdagangan seks. Pada 10 Agustus 2019 lalu, Jeffrey ditemukan tewas gantung diri di sel penjara Manhattan, Amerika Serikat, saat penyelidikannya masih bergulir.
Hanya satu hari sebelum Epstein ditemukan tewas karena bunuh diri, sejumlah dokumen hukum yang berkaitan dengan kasus kriminalnya dibuka kepada publik. Termasuk, tuduhan tentang keterkaitan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Pangeran Andrew.
Dalam dokumen yang ditulis oleh Virginia Roberts Giuffre (korban pelecehan seksual Jeffrey Epstein yang melakukan gugatan), seorang perempuan bernama Johanna Sjoberg menuding Pangeran Andrew atas pelecehan seksual dengan menyentuh payudaranya pada 2001 silam.
"Saya hanya ingat bahwa seseorang mengajak untuk berfoto bersama, dan kami diminta untuk duduk di atas sofa. Pangeran Andrew dan Virginia duduk di atas sofa. Virgina mengambil sebuah boneka puppet yang ia letakkan di atas pangkuannya. Dan saya duduk di atas pangkuan Andrew. Saya ingat mereka menaruh tangan puppet tersebut di payudara Virginia, dan Andrew menaruh tangannya di atas payudara saya," papar Johanna seperti yang tertulis di dalam dokumen pengadilan.
Istana Buckhingham pun memberikan pernyataan resmi kepada NBC News saat ditanya tentang tuduhan pada Pangeran Andrew tersebut. "Pangeran Andrew tidak terlibat pada kasus yang terjadi di Amerika Serikat tersebut. Segala hal yang berkaitan dengan perlakuan tidak pantas pada anak di bawah umur adalah hal yang tidak benar," ungkap perwakilan Kerajaan Inggris.

Menurut Guardian, ini bukan kali pertama Istana Buckingham menampik tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Pangeran Andrew--yang berkaitan dengan kasus Jeffrey dan Virginia.
"Dengan tegas kami menolak segala tuduhan bahwa Duke of York memiliki bentuk kontak seksual atau hubungan tertentu dengan Virginia Giuffre. Segala dugaan yang dibuat tersebut adalah salah dan tanpa landasan," ungkap Kerajaan Inggris pada 2015 silam.
Kasus perdagangan dan pelecehan seksual yang menjerat Jeffrey Epstein merupakan kasus besar yang menyeret banyak tokoh. Dilansir NBC News, ia dituding melakukan perdagangan gadis-gadis di bawah umur untuk melakukan seks dengan orang-orang penting dunia. Sehingga, kematiannya pun menimbulkan berbagai teori konspirasi yang membingungkan.
