Jam Saku “Royal Pop” AP x Swatch Ludes dalam Satu Jam, Harga Resell Melonjak
·waktu baca 4 menit

Antrean panjang terlihat di luar Grand Indonesia dan Pacific Place, Sabtu pagi (16/5). Mereka hendak menuju gerai Swatch, merek jam tangan asal Swiss yang mendunia.
Tak sedikit yang datang sebelum mal buka demi mendapatkan item koleksi yang sedang ramai dibicarakan di komunitas fashion dan horologi, yaitu jam saku “Royal Pop” hasil kolaborasi Swatch dan Audemars Piguet, produsen jam tangan mewah paling bergengsi yang juga berasal dari Swiss.
kumparanWOMAN yang mengunjungi gerai Swatch di Grand Indonesia dan Pacific Place melihat antrean calon pembeli Royal Pop sudah mengular dari lantai dasar. Salah satu pembeli menyatakan sudah datang sejak dini hari demi mendapatkan varian Savonnette seharga Rp 8,2 juta.
Dalam satu jam saja, koleksi Audemars Piguet x Swatch ini terjual habis di kedua gerai tersebut. Namun, euforia tak berhenti di butik Swatch di pusat Jakarta. Hanya beberapa jam setelah sold out, jam saku Royal Pop mulai bermunculan di berbagai platform e-commerce dengan harga jauh lebih tinggi dari harga retail. Di Shopee, misalnya, beberapa penjual menawarkan item ini dengan harga Rp 20 juta sampai Rp 25 juta.
Fenomena naiknya harga resell sebenarnya bukan hal baru di dunia fashion dan luxury watch. Namun untuk kategori jam saku, antusiasme terhadap Royal Pop terasa cukup unik. Banyak orang penasaran karena koleksi ini bukan sekadar jam biasa, melainkan perpaduan antara kemewahan, street culture, dan nostalgia desain vintage.
Royal Pop dirilis di sekitar 220 toko di seluruh dunia, dan di Indonesia hanya tersedia di Grand Indonesia serta Pacific Place. Tiap pembeli pun dibatasi hanya bisa membeli satu produk. Faktor inilah yang membuat koleksi tersebut cepat habis dan langsung diburu reseller.
“Kami nggak bisa kasih tahu jumlahnya [yang terjual], tapi sebenarnya ini nggak limited. Jadi kami akan restock, tapi nggak tahu kapan karena perlu waktu lama untuk bikinnya,” ujar perwakilan Swatch di Pacific Place kepada kumparanWOMAN. Ia meminta namanya tidak disebutkan.
Berakar dari Royal Oak, Pionir Jam Tangan Mewah
“Royal Pop” menghadirkan delapan model dengan dua seri utama, yaitu Lépine-Style seharga Rp 7.599.000 dan Savonnette seharga Rp 8.199.000. Meski berada di bawah label Swatch, koleksi ini membawa DNA desain Audemars Piguet, terutama dari seri legendaris Royal Oak.
Royal Oak merupakan salah satu koleksi paling ikonis milik Audemars Piguet yang pertama kali dirilis pada 1972. Desain bezel segi delapan, exposed screws, dan integrated bracelet miliknya dianggap mengubah dunia jam mewah modern. Koleksi itu juga dikenal sebagai salah satu pionir luxury sports watch di industri horologi.
Kini pada Royal Pop, desain Royal Oak dipadukan dengan konsep Swatch Pop era 1980-an yang playful dan colorful. Jam pun dilengkapi lanyard kulit dengan jahitan kontras sehingga bisa dipakai di leher, digantung di tas, atau dimasukkan ke dalam saku.
Royal Pop dibuat menggunakan sistem crown dan protective cover khas pocket watch klasik yang dibuat dengan detail presisi ala Swiss watchmaking. Elemen inilah yang membuat banyak kolektor melihat “Royal Pop” bukan hanya sebagai aksesori fashion, tapi juga collectible item.
Jam saku yang kembali populer
Popularitas Royal Pop juga dinilai ikut menghidupkan kembali tren jam saku yang sempat dianggap kuno. Dalam beberapa tahun terakhir, aksesori ini kembali dilirik generasi muda, salah satunya karena pengaruh serial Peaky Blinders lewat karakter Tommy Shelby yang kerap memakai pocket watch di vest suit-nya.
Padahal, sejarah jam saku sudah dimulai sejak awal abad ke-16. Pocket watch pertama diyakini dibuat oleh pembuat jam asal Jerman, Peter Henlein, sekitar tahun 1510. Awalnya, jam saku digunakan kalangan bangsawan Eropa karena bentuknya rumit, mahal, dan dianggap sebagai simbol status sosial.
Sebelum terkenal lewat Royal Oak, Audemars Piguet juga dikenal sebagai salah satu brand yang banyak membuat pocket watch rumit pada akhir 1800-an. Mereka pernah menciptakan jam saku dengan fitur kalender, moon phase, hingga repeater mechanism yang sangat kompleks di zamannya.
