Kumparan Logo

Jangan Resign Dulu! Ini 3 Cara Mencintai Pekerjaan yang Tak Sesuai Passion

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan tidak semangat bekerja. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan tidak semangat bekerja. Foto: Shutter Stock

Perlu diakui bahwa bekerja sesuai dengan passion yang dimiliki merupakan hal yang diinginkan oleh semua orang. Terlebih jika gaji yang didapatkan juga sesuai dengan apa yang kamu inginkan.

Sayangnya, tidak semua orang bisa bekerja sesuai dengan passion-nya masing-masing. Ada yang memilih untuk bekerja dengan gaji yang lebih besar, sehingga meninggalkan passion-nya dan ada juga yang harus berhenti mengejar passion yang dimilikinya karena berbagai hal.

Akibatnya, ia pun terjebak di pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion-nya, lalu timbul perasan bosan, capek, dan tidak bersemangat ketika menjalaninya. Seiring berjalannya waktu, kamu pun merasa sudah tidak sanggup lagi dan muncul pemikiran untuk berhenti bekerja.

kumparan post embed

Padahal, Ladies, bekerja tidak sesuai dengan passion yang kamu merupakan hal yang bisa kamu ubah. Artinya, kamu bisa untuk pelan-pelan mencintai pekerjaan kamu tersebut. Memang waktunya pun tidak sebentar, tapi ketika kamu konsisten untuk mencintai dan menjalani pekerjaan tersebut, pelan-pelan kamu mulai bisa menerimanya.

Lantas, bagaimana caranya? Untuk mengetahui hal itu, kumparanWOMAN telah melakukan wawancara bersama seorang career coach asal Jakarta, Rastrianez yang akan memberikan tips agar seseorang bisa pelan-pelan mencintai pekerjaan yang tidak sesuai passion-nya.

Penasaran, Ladies? Simak penjelasannya di bawah ini ya!

1. Kasih waktu untuk mengenal passion tersebut

Ilustrasi bekerja. Foto: Shutterstock

Ketika kamu bekerja di passion yang tidak kamu kuasai atau minati, Rastrianez atau Coach Anez memberikan saran untuk memberikan waktu. Seperti kata pepatah 'tak kenal maka tak sayang', maka coba untuk meluangkan waktu agar bisa mengenal lebih jauh tentang passion tersebut.

"Kadang-kadang kalau misalnya gitu ya, kita ngerasa bahwa pekerjaan itu bukan passion kita. Mungkin kita belum bener-bener kenal atau mungkin kita belum menjalani prosesnya sedalam itu ataupun selengkap itu. Jadi, kasih waktu," jelas Coach Anez.

Karena menurutnya, seseorang yang sudah mulai paham dengan cara berbisnisnya, bisa mulai berkontribusi karena pekerjaan tersebut rata-rata adalah orang yang bekerja di atas 1 hingga 2 tahun. Sebab dalam kurun waktu yang tidak singkat tersebut, kamu akan lebih memahami dan mengerti passion yang sedang dijalani dan bisa mengatasinya dengan bijak.

kumparan post embed

2. Fokus pada hal-hal kecil di keseharian kamu

Ilustrasi perempuan bekerja di industri teknologi. Foto: dok. Unsplash

Meski kamu bekerja di passion yang tidak sesuai, kamu bisa untuk fokus pada hal-hal kecil di keseharianmu. Artinya, coba untuk mencari hal kecil yang akan berdampak membuat kamu menjadi lebih enjoy dan nyaman di pekerjaan kamu tersebut.

"Misalnya, 'emang sih pekerjaan gua administratif banget dan aku gak suka, tapi aku lebih gak suka lagi kalau lihat ada tulisan typo'. Nah, itu berarti kan dia jadi suka tuh mengorek surat-surat administratif buat ngecek typo. Jadi, cari hal-hal kecil yang mungkin bisa membuat mereka akhirnya suka dengan pekerjaan itu," lanjutnya kembali.

kumparan post embed

3. Coba cari hal yang bisa memuaskan diri kamu

Ilustrasi perempuan karier. Foto: Shutterstock

Setiap pekerjaan memang memiliki tujuan dan kontribusi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kamu bisa untuk memulai mencari kontribusi yang membuat kamu menjadi suka dengan pekerjaan ini karena mendapatkan pengakuan.

Misalnya, kamu bekerja di sebuah perusahaan dan memberikan sukses memberikan kontribusi besar. Akibatnya, kamu mendapatkan pengakuan dari banyak orang.

"Jadi coba cari hal-hal yang bisa memuaskan diri kamu sendiri. Artinya, ketika kamu hanya fokus pada pekerjaan yang tidak kamu minati, tetapi pekerjaan tersebut justru memberikan kontribusi yang besar untuk perusahaan. Nah, otomatis kamu ada perasan puas dengan diri sendiri. Dengan begitu, kamu bisa lebih semangat untuk bekerja passion tersebut," tutup Coach Anez.

Penulis: Johanna Aprillia