Kumparan Logo

Jangan Tunggu Bocor, Ini Waktu Ideal Ganti Pembalut Saat Menstruasi

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jangan Tunggu Bocor, Ini Waktu Ideal Ganti Pembalut Saat Menstruasi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Jangan Tunggu Bocor, Ini Waktu Ideal Ganti Pembalut Saat Menstruasi. Foto: Shutterstock

Saat menstruasi, tidak sedikit perempuan yang baru mengganti pembalut ketika sudah terasa penuh atau bahkan bocor. Padahal, kebiasaan ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan area intim.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG, menjelaskan bahwa pembalut sebaiknya diganti secara rutin meski darah menstruasi yang keluar tidak terlalu banyak. Menurutnya, menjaga area kewanitaan tetap bersih dan kering selama haid merupakan hal yang penting untuk mencegah berbagai keluhan kesehatan.

“Area kewanitaan yang terlalu lama lembap bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Jadi bukan hanya soal penuh atau tidaknya pembalut, tapi juga soal menjaga kebersihan dan kesehatan area intim,” ujar dr. Gracia kepada kumparanWOMAN.

Meski terdengar sepele, kebiasaan mengganti pembalut ternyata memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan area kewanitaan selama menstruasi. Lalu, sebenarnya seberapa sering pembalut perlu diganti dalam sehari dan apa risikonya jika digunakan terlalu lama? Simak penjelasan selengkapnya, Ladies!

Idealnya berapa kali mengganti pembalut dalam sehari?

Idealnya berapa kali mengganti pembalut dalam sehari? Foto: New Africa/Shutterstock

Menurut dr. Gracia, pembalut idealnya diganti setiap 3–4 jam sekali selama menstruasi. Namun, frekuensi ini bisa berbeda pada setiap perempuan, tergantung banyaknya aliran darah yang keluar.

Pada hari pertama dan kedua menstruasi, darah biasanya keluar lebih deras sehingga pembalut mungkin perlu diganti setiap 2–3 jam agar tetap nyaman dan tidak bocor. Sementara ketika aliran darah mulai berkurang, pembalut memang bisa bertahan lebih lama. Meski begitu, bukan berarti pembalut boleh digunakan seharian hanya karena terlihat masih bersih.

Selain jumlah darah menstruasi, kenyamanan juga bisa menjadi patokan. Jika pembalut mulai terasa lembap atau tidak nyaman digunakan, sebaiknya segera diganti.

Risiko jika pembalut terlalu lama tidak diganti

Risiko jika pembalut terlalu lama tidak diganti. Foto: ONB PHOTO/Shutterstock

Memakai pembalut terlalu lama akan menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari iritasi kulit, rasa gatal, ruam, hingga bau tidak sedap. Pada sebagian perempuan yang memiliki kulit sensitif, gesekan antara kulit dan pembalut yang lembap juga dapat menyebabkan kemerahan, lecet ringan, atau rasa perih.

Untuk itu, dr. Gracia mengingatkan agar perempuan tidak menunggu sampai pembalut bocor sebelum menggantinya. Beberapa tanda pembalut sudah perlu diganti antara lain terasa penuh, lembap, mulai bergeser, tidak nyaman digunakan, muncul bau tidak sedap, atau darah sudah mendekati tepi pembalut.

Tips menjaga kebersihan area intim saat menstruasi

Tips menjaga kebersihan area intim saat menstruasi. Foto: Shutterstock

Selain rutin mengganti pembalut, menjaga kebersihan area intim juga menjadi bagian penting selama menstruasi. Salah satu cara yang disarankan adalah membersihkan area kewanitaan menggunakan air bersih dari arah depan ke belakang untuk mencegah perpindahan bakteri dari area anus ke vagina.

Perempuan juga dianjurkan menggunakan celana dalam yang nyaman dan mampu menyerap keringat agar area intim tetap kering. Sementara itu, penggunaan sabun pembersih dengan pewangi berlebihan atau kandungan pH yang terlalu tinggi sebaiknya dihindari karena dapat memicu iritasi dan mengganggu keseimbangan alami area kewanitaan.

Saat tidur malam, dr. Gracia menyarankan untuk menggunakan pembalut baru sebelum tidur dan segera menggantinya kembali setelah bangun. Jika menggunakan pembalut overnight, pemakaiannya tetap sebaiknya tidak lebih dari 6–8 jam, terutama jika aliran darah sedang banyak.