Woman
·
13 September 2021 11:12
·
waktu baca 6 menit

Kenali 6 Jenis Eating Disorder dan Gejalanya pada Perempuan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kenali 6 Jenis Eating Disorder dan Gejalanya pada Perempuan (114813)
searchPerbesar
Ilustrasi perempuan tidak selera makan. Foto: Shutter Stock
Ladies, gangguan makan atau Eating disorder adalah kondisi kesehatan mental yang kompleks. Seseorang dengan gejala gangguan makan seringkali membutuhkan campur tangan dari ahli medis dan psikolog untuk menanganinya.
ADVERTISEMENT
Dalam beberapa kasus yang parah, gangguan makan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan bahkan sampai menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan benar. Eating disorder atau gangguan makan adalah serangkaian kondisi psikologis yang menyebabkan berkembangnya kebiasaan makan yang tidak sehat. Gejalanya dimulai saat seorang mulai terobsesi dengan makanan, berat badan dan bentuk tubuh .
Mereka yang memiliki gangguan makan dapat memiliki berbagai gejala. Namun, sebagian besar termasuk pembatasan makanan yang parah, makan berlebihan, membersihkan perut dengan muntah atau berolahraga berlebihan.
Meskipun gangguan makan dapat mempengaruhi orang-orang dengan jenis kelamin apa pun pada tahap kehidupan apa pun, gangguan makan sering terjadi pada remaja dan perempuan muda. Faktanya, dilansir dari Healthline, 13% remaja mungkin mengalami setidaknya satu gangguan makan pada rentang usia 20 tahun.
ADVERTISEMENT
Dijelaskan dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental American Psychiatric Association, di Amerika Serikat diperkirakan 20 juta wanita dan 10 juta pria pasti pernah mengalami gangguan makan di dalam hidup mereka.
Nah, untuk menangani gangguan makan kita harus tahu terlebih dahulu jenis-jenis dari Eating Disorder atau gangguan makan. Berikut adalah 6 jenis gangguan makan dan gejalanya pada perempuan yang penting untuk kita ketahui.

1. Anorexia Nervosa

Kenali 6 Jenis Eating Disorder dan Gejalanya pada Perempuan (114814)
searchPerbesar
Ilustrasi anoreksia nervosa. Foto: Shutter Stock
Anorexia Nervosa adalah tipe eating disorder atau gangguan makan yang paling banyak dikenal masyarakat. Umumnya, gangguan makan atau eating disorder tipe anoreksia nervosa ini berkembang selama masa remaja atau dewasa muda, dan cenderung memengaruhi lebih banyak wanita daripada pria.
Orang dengan anoreksia, biasanya menganggap dirinya kelebihan berat badan, padahal mereka sangat kurus. Penderita anoreksia ini cenderung terus-menerus memantau berat badan mereka, menghindari jenis makanan tertentu dan sangat membatasi kalori mereka.
ADVERTISEMENT
Gejala dari Anorexia Nervosa adalah menjadi sangat kurus dibandingkan dengan orang seusianya dan tinggi yang sama, pola makan yang sangat terbatas, ketakutan yang intens akan kenaikan berat badan atau terus menerus untuk menghindari kenaikan berat badan, meskipun berat badannya kurang. Orang dengan Anorexia Nervosa enggan untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Penderita Anorexia Nervosa melihat pengaruh berat badan atau bentuk tubuh sebagai sesuatu yang penting.
Sembari membatasi asupan makanan dan menurunkan berat badan, mereka juga akan melakukan diet, puasa atau olahraga berlebihan. Bahkan, pada tipe individu binge eating dan purging akan makan besar, tetapi setelah itu memuntahkan semua makanannya atau mengonsumsi obat pencahar (diuretik) dan berolahraga berlebihan.

2. Bulimia Nervosa

Kenali 6 Jenis Eating Disorder dan Gejalanya pada Perempuan (114815)
searchPerbesar
Ilustrasi bulimia nervosa. Foto: Shutter Stock
Sama halnya dengan anoreksia, tipe eating disorder atau gangguan makan Bulimia Nervosa ini juga cenderung banyak diderita oleh mereka dalam masa remaja dan awal masa dewasa, serta banyak dialami oleh perempuan.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, Bulimia Nervosa ini sangat berlawanan dengan anoreksia. Jika penderita anoreksia sangat membatasi konsumsi pangannya, maka, penderita bulimia sering kali makan makanan dalam jumlah yang sangat banyak dalam jangka waktu tertentu. Mereka akan makan sampai sekenyang mungkin, dan bahkan bisa lanjut terus atau tidak dapat berhenti ingin makan.
Penderita Bulimia Nervosa juga sangat sulit mengontrol seberapa makanan yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu. Namun, setelah makan mereka akan membersihkan asupan tersebut dengan muntah paksa, puasa, konsumsi obat pencahar, diuretik, enema dan olahraga berlebihan.
Gejala dari Bulimia Nervosa adalah periode makan berlebihan yang berulang dengan perasaan tidak terkontrol, biasanya penderita sering muntah (mengeluarkan asupan) dengan cara tidak tepat untuk mencegah penambahan berat badan. Harga diri penderita dipengaruhi oleh bentuk tubuh dan berat badan. Penderita mengalami ketakutan berlebihan saat berat badan naik, meski memiliki berat badan normal
ADVERTISEMENT

3. Binge Eating Disorder

Kenali 6 Jenis Eating Disorder dan Gejalanya pada Perempuan (114816)
searchPerbesar
Ilustrasi Binge Eating Disorder. Foto: dok.Shutterstock
Binge eating disorder atau gangguan makan berlebihan adalah gangguan yang mirip dengan Bulimia atau suptipe makan berlebihan dari anoreksia. Penderita Binge eating disorder biasanya dimulai selama masa remaja dan dewasa awal, meskipun dapat berkembang di kemudian hari.
Orang dengan Binge eating disorder akan makan secara teratur, namun tidak terkendali dalam mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Akan tetapi, mereka tidak membersihkan diri atau memaksa mengeluarkan asupan tersebut.
Gejala dari penderita Binge Eating Disorder adalah makan makanan dalam jumlah besar dengan cepat, diam-diam dan sampai kenyang, meski tidak merasa lapar. Penderita Binge Eating Disorder merasa tidak bisa mengendalikan nafsu makan saat pesta, dan merasa tertekan seperti malu, jijik atau bersalah, ketika memikirkan tentang perilaku makan berlebihan.
ADVERTISEMENT

4. Pica

Kenali 6 Jenis Eating Disorder dan Gejalanya pada Perempuan (114817)
searchPerbesar
Ilustrasi es batu Foto: Shutterstock
Pica adalah gangguan makan yang cenderung menginginkan dan mengonsumsi zat yang bukan makanan. Penderita Pica membutuhkan zat non-makanan seperti es, kotoran, tanah, kapur, sabun, kertas, rambut, kain, wol, kerikil, deterjen, atau tepung maizena.
Gangguan ini dapat menyerang anak-anak, perempuan hamil dan individu dengan disabilitas mental. Penderita akan mengalami peningkatan risiko keracunan, infeksi, cedera usus, dan kekurangan nutrisi. Hal ini tergantung pada zat yang tertelan, dan pica bisa berakibat fatal.

5. Gangguan Ruminasi (Rumination Disorder)

Penderita gangguan ruminasi umumnya akan memuntahkan makanan yang baru saja mereka telan. Kemudian, mereka mengunyahkannya lagi dan menelannya atau memuntahkannya. Hal ini biasanya terjadi 30 menit pertama setelah makan.
Rumination disorder ini dapat memengaruhi orang di semua tahap kehidupan, baik pada masa bayi, kanak-kanak atau dewasa. Pada bayi gangguan ini biasanya cenderung berkembang antara usia 3-12 bulan dan sering menghilang dengan sendirinya. Anak-anak dan orang dewasa dengan kondisi tersebut biasanya memerlukan terapi untuk mengatasinya.
ADVERTISEMENT
Jika tidak teratasi pada bayi, gangguan ruminasi dapat mengakibatkan penurunan berat badan dan malnutrisi parah yang dapat berakibat fatal.
Orang dewasa dengan kelainan ini mungkin membatasi jumlah makanan yang mereka makan, terutama di tempat umum. Hal ini dapat menyebabkan mereka menurunkan berat badan dan menjadi kurus.

6. Avoidant/ Restrictive Food Intake Disorder (ARFID)

Kenali 6 Jenis Eating Disorder dan Gejalanya pada Perempuan (114818)
searchPerbesar
Ilustrasi gangguan makan. Foto: Shutterstock
Avoidan atau gangguan asupan menghindari makanan (ARFID) adalah gangguan makan yang menyebabkan orang kurang makan. Hal ini bisa disebabkan karena kurangnya minat pada makanan atau ketidaksukaan yang kuat terhadap tampilan, bau, atau rasa makanan tertentu.
Istilah Avoidant/ Restrictive Food Intake Disorder ini menggantikan apa yang dikenal sebagai “gangguan makan pada masa bayi dan anak usia dini”, diagnosis yang sebelumnya diperuntukkan bagi anak-anak di bawah usia 7 tahun. Meskipun ARFID umumnya berkembang selama masa bayi atau anak usia dini, penyakit ini dapat terjadi pada pria dan perempuan dewasa.
ADVERTISEMENT
Gejala gangguan makan atau eating disorder tipe ini adalah menghindari atau membatasi asupan makanan yang mencegah orang tersebut makan kalori atau nutrisi yang cukup. Penderita biasanya memiliki kebiasaan makan yang mengganggu fungsi sosial normal, seperti makan dengan orang lain.
Penderita mengalami penurunan berat badan atau perkembangan yang buruk untuk usia dan tinggi. Hal ini menyebabkan penderita kekurangan nutrisi atau ketergantungan pada suplemen atau selang makan
Penulis : Adonia Bernike Anaya